Uber Investasi US$ 50 Juta di Indonesia

Uber Investasi US$ 50 Juta di Indonesia
Ilustrasi. ( Foto: istimewa / istimewa )
Emanuel Kure / RIZ Jumat, 11 Desember 2015 | 09:12 WIB

Jakarta - Uber, perusahaan teknologi berbasis aplikasi untuk layanan transportasi mengklaim telah berinvestasi di Indonesia sekitar US$ 50 juta. Jumlah dana tersebut digelontorkan untuk pengembangan teknologi aplikasi dan juga menjalin kerja sama dengan perusahaan rental lokal dan koperasi penyedia armada transpotasi.

Hadir sejak 2014 dan mengalami prokontra di tengah masyarakat, Uber akhirnya mendapat lampu hijau dari Gubernur Basuki Tjahya Purnama (Ahok) untuk wilayah Jakarta. Selain, beroperasi di Jakarta, Uber juga telah berekaspansi di wilayah Bandung dan Bali.

“Kami telah beroperasi di beberapa negara di dunia. Di Indonesia, kami telah berinvestasi sekitar US$ 50 juta. Kami beroprasi di Jakarta, Bandung, dan Bali,” kata Karun Aria, Lead Communication South East Asia and India Uber saat melakukan kunjungan ke Beritasatu Media Holdings, di Beritasatu Plaza, Jakarta, Selasa (8/12).

Uber menargetkan bekerja sama dengan 100 ribu sopir rekanan pada 2017. Saat ini, perusahaan asal Amerika Serikat yang mulai beroperasi di Indonesia mulai Agustus 2014 itu tercatat merangkul sekitar 12 ribu sopir mitra yang tersebar di tiga kota operasi, yaitu Jakarta, Bandung, dan Denpasar.

“Karena itu, kami memproyeksikan hingga 24 bulan ke depan, kami bisa bekerja sama dengan 100 ribu sopir mitra dan kami juga akan menambah wilayah kota operasi kami, seperti di Surabaya dan Maksassar, dari saat ini di tiga kota. Dapat dibayangkan, bagaimana kami bisa membuka peluang kerja yang besar,” kata Karun.

Menurut Karun, saat ini Uber taxi telah memiliki sekitar 12 ribu driver melalui kerja sama dengan perusahaan rental mobil lokal dan juga koperasi penyedia armada taksi lokal. Rata-rata para driver mengantongi pendapatan sekitar Rp 12 juta setiap bulan.

“Di negara lain, kami menerapkan skema 80:20, yakni 80% untuk driver, 20% untuk Uber. Tetapi, di Indonesia, untuk saat ini, 100% pendapatan masih untuk driver. Kami tunggu sampai legalitasnya sudah ada, dan permintaan akan penggunaan taxi Uber sudah mulai tinggi, baru kami terapkan skema 80:20,” ujar Karun.

Karun juga mengungkapkan, rata-rata biaya perjalanan yang dikeluarkan penumpang Uber taxi lebih murah sebesar 30-40% dibandingkan taksi biasa. Hal itu, demi mendorong penggunaan taksi uber yang masif lagi dari penumpang.

Di Indonesia, Uber menyediakan dua jenis taksi, yaitu Uber X dan Uber black. Uber X terdiri dari jenis mobil, seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan sejenisnya. Sedangkan Uber Black, adalah jenis mobil yang kelasnya lebih tinggi, mulai dari Kijang Inova sampai kelas BMW.

“Tarifnya berbeda untuk jenis Uber X dan Uber Black. Tetapi, rata-rata biaya perjalanan lebih murah 30-40% dari taksi biasa,” jelas Karun.

Sumber: Investor Daily