Awas! Rumah "Pintar" Rawan Dibobol Hacker

Awas! Rumah
Parina Theodora / TH Rabu, 30 Desember 2015 | 17:09 WIB

JAKARTA - Saat ini banyak peralatan pintar yang terkoneksi internet di rumah. Rata-rata peralatan pintar dikontrol melalui aplikasi khusus yang dijalankan melalui smartphone. Misalnya saja, alat monitor bayi, thermostats, peralatan dapur, dan peralatan "pintar" atau terkoneksi internet lainnya.

Tapi, apa jadinya jika pabrikan peralatan tersebut tidak memastikan keamanan peralatan "pintar" tersebut? Disini, Anda sebagai pemilik rumah harus ekstra hati-hati. Alih-alih aman, rumah Anda malah bisa jadi sasaran kejahatan.

Seperti dikutip dari Cnet.com, sebuah percobaan yang dilakukan oleh perusahaan keamanan cyber Fortinet memperlihatkan bagaimana Aamir Lakhani, peneliti di Fortinet, membajak peralatan pintar di sebuah rumah di Saudi Arabia pada waktu lama, dan bisa melakukan kegiatan mata-mata secara video streaming. Padahal, jarak si pembajak ini 8.100 mil di Sunnyvale, California, AS.

Lakhani tinggal masuk ke situs Shodan.io dimana semua apliaksi peralatan "pintar" ada disini. Situs ini seolah menjadi mesin pencarian bagi Internet of Things (IoT), dan membiarkan dia melakukan pembajakan secara acak. Lakhani cukup memasukkan kata "admin" untuk username kamera dan password. Mudah sekali, bukan?

Hal ini tentunya jadi satu sisi berbeda dari IoT yang menggembar-gemborkan kenyamanan device yang terkoneksi internet dan memudahkan penggunanya menikmati hidup. Padahal, revolusi menuju rumah "pintar" ini sedang berjalan. Bahkan lembaga Gartner memprediksi akan ada 6,4 miliar peralatan yang terkoneksi internet pada 2016.

Jika produsen peralatan "pintar" tidak peka akan hal ini, maka semua peralatan "pintar" bisa jadi target empuk para hacker. Misalnya saja mesin pembuat kopi pintar di kantor yang dibajak oleh hacker bisa saja bertingkah aneh seperti membanjiri kantor dengan kopi selama seminggu penuh. Bahkan menurut temuan Fortinet, hacker bisa saja menginfeksi Fitbit untuk masuk ke sistem keamanan rumah. Bahkan hacker bisa masuk melalui koneksi di kulkas untuk menerobos keamanan rumah "pintar" ini.

Lakhani sendiri mengatakan bahwa yang lebih banyak harus disalahkan adalah pabrikan pembuat peralatan pintar tersebut karena tidak melengkapi produknya dengan sistem keamanan khusus sehingga sangat mudah dibajak.

"Agar aman, sebaiknya ubah password peralatan terkoneksi internet di rumah Anda. Selain itu, selalu setting peralatan pintar tersebut agar hanya bisa diakses dari rumah Anda," saran Lakhani.

Sumber: Cnet.com