Tujuh Start Up Lokal Jalani Program Inkubasi di Google

Tujuh Start Up Lokal Jalani Program Inkubasi di Google
Google ( Foto: Google )
Herman / YUD Sabtu, 9 Januari 2016 | 12:34 WIB

Jakarta – Sebanyak tujuh start up aplikasi mobile dari Indonesia telah terpilih untuk mengikuti program akselerator dari Google, yaitu Google Launchpad. Mulai 17-31 Januari 2016, ketujuh start up ini mendapat kesempatan mengikuti program inkubasi selama dua minggu di kantor pusat Google di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Tujuh start up aplikasi mobile batch pertama yang terpilih antara lain Jojonomic, Kakatu, HarukaEdu, Setipe, Kerjabilitas, Kurio, dan eFishery. Setipe, platform online dating sebagai salah satu peserta yang terpilih mengungkapkan harapannya setelah mengikuti program dari Google tersebut.

"Program ini sangat bagus untuk membantu start up di Indonesia berkembang lebih baik lagi dari sisi teknologi, desain, dan marketing. Karena harus diakui selama ini kemampuan masyarakat Indonesia di tiga hal tersebut masih kurang bila dibandingkan dengan negara lain. Persentasenya bila dibandingkan dengan populasi tergolong masih rendah. Tentunya ini kesempatan yang baik karena kita akan dimentor oleh para ahlinya dari Google,” ujar pendiri Setipe, Razi Thalib melalui keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Sabtu (9/1).

Setelah dua pekan menjalani program inkubasi, nantinya para start up ini akan terus diberikan mentoring selama enam bulan oleh Google usai mereka kembali ke Indonesia.

Program Google Launchpad juga sangat diapresiasi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Namun ia juga berharap agar Google hadir lebih signifikan lagi dalam menyiapkan proses pengembangan ekosistem e-commerce di Indonesia lewat program Inkubasi.

Dikatakan Rudiantara, setiap tahunnya Indonesia membutuhkan 200 technopreneur baru, sementara program Inkubasi di boot camp Google pada tahun ini baru menelurkan tujuh technopreneur.

"Sampai akhir tahun 2015 ada sekitar 100 juta orang Indonesia yang mengakses internet. Saya yakin semuanya pakai Google, jadi Google juga perlu berkontribusi lebih signifikan untuk Indonesia,” imbuh Rudiantara.

Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE