Survei: Gerindra, Partai dengan Konstituen Terbanyak di Media Sosial

Survei: Gerindra, Partai dengan Konstituen Terbanyak di Media Sosial
Ilustrasi Gerindra ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / YUD Jumat, 29 Januari 2016 | 19:10 WIB

Jakarta - Partai Gerindra menjadi partai yang paling banyak memiliki konstituen atau audiens di media sosial. Hal ini berdasarkan hasil riset INTRANS terhadap pemantauan dan analisis media sosial partai-partai politik di Indonesia pada 1 September 2015-15 Januari 2016.

Media sosial yang diukur adalah Facebook fans, Twitter followers, Instragram followers, Google+ followers, dan YouTube subscribers.

"Berdasarkan Social Audience (audiens media sosial), Partai Gerindra mengungguli partai politik yang lainnya. Gerindra berhasil meraup pengikut sebesar 3,8 juta pengikut atau audiens," ujar Direktur INTRANS Andi Saiful Haq saat merilis hasil 'Digitalisasi Politik Indonesia' di Dua Nyonya Resto, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat(29/1/).

Diskusi ini dihadiri juga oleh Praktisi Digital dan Pop Culture Andar Nubowo, Pegiat Media Sosial Ulin Yusron dan Ketua DPP PSI Sumardy Ma.

Andi menilai Partai Gerindra layak memperoleh audiens paling banyak di media sosial karena Gerindra sudah memulainya sejak lama. Selain Gerindra, Partai kedua yang memiliki pengikut terbanyak di media sosial adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP),di mana pengikutnya mencapai 1,6 juta pengikut.

“Posisi ketiga diduduki oleh partai baru yang belum dideklarasikan secara resmi, yakni Partai Solidaritas Indonesia(PSI) yang diketuai oleh tokoh muda Grace Natalie,” ujar Andi.

PSI, kata Andi mempunyai pengikut sebanyak 1,1 juta. Menurutnya, pencapaian fenomenal tersebut dikerenakan target yang fokus, tema kampanye yang terarah, dan konten yang dikemas secara rapih dan baik bagi pengguna medsos.

"PSI cukup mampu menjaga kesesuaian antara brand muda dan baru dengan konten-konten kampanye yang ditampilkan di media sosial," kata Andi.

Kemudian Andi memaparkan secara berurutan jumlah pengikut parpol di media sosial setelah PSI, yakni Partai Hanura (555 ribu pengikut), PKS (250 ribu), Demokrat (189 ribu), PAN (143 ribu), Golkar (104 ribu), Perindo (48 ribu), NasDem (47 ribu), PPP (16 ribu) dan PKB (13 ribu).

Salah satu yang mengejutkan menurut Andi, adalah Partai Perindo, meskipun baru tetapi mendapat cukup banyak memiliki pengikut di media sosial. Pasalnya, Perindo mendapatkan apresiasi tertinggi di YouTube dan konten berita di media onlie diposting ke akun resmi.

“Selain itu, pilihan tawaran gagasan Perindo berupa program dan visi-misi cukup mendapat sambutan di media sosial,” ungkap dia.

Sementara Partai Golkar masih tampak kesulitan dengan konflik internal sehingga tidak bisa menjalankan strategi resmi di akun resmi partai. Partai NasDem, kata Andi tidak memiliki akun Fanpage resmi milik partai, tetapi lebih mengembangkan strategi kinerja kader NasDem di DPP dengan membuat akun Fraksi NasDem.

“Hanura memiliki persoalan teknis di akun media sosialnya, namun masih berada di posisi tengah dalam hal pengikut di media sosial, tetapi bukan audeins baru, tetapi dari kampanye tahun sebelumnya,” pungkas Andi.

Sumber: BeritaSatu.com