KDIM Akan Produksi Ponsel Pintar "DigiCoop"

KDIM Akan Produksi Ponsel Pintar
Ketua Umum Mastel, Kristiono. ( Foto: Beritasatu.com/Herman )
Herman / FER Senin, 29 Agustus 2016 | 15:01 WIB

Jakarta - ‪Untuk membangun ekonomi digital yang mandiri dan berdaulat melalui prinsip dan nilai-nilai koperasi, Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) telah menggagas lahirnya Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM).

Ketua Umum Mastel, Kristiono, mengatakan, saat ini KDIM akan memfokuskan diri pada tiga bidang, yakni perangkat, jaringan, dan aplikasi. Khusus untuk bidang perangkat, lanjut dia, KDIM berencana memiliki brand smartphone dengan nama DigiCoop.

"Smartphone yang akan dibuat bakal memprioritaskan aplikasi-aplikasi lokal. Jadi akan ada banyak aplikasi lokal sebagai aplikasi bawaan di ponsel pintar ini," papar Kristiono di sela press conference pameran "Cummunic Indonesia dan Broadcast Indonesia 2016", di Jakarta, Senin (29/8).

Namun smartphone "DigiCoop" tidak akan dilempar ke pasar, melainkan sebagai tanda keanggotaan KDIM. Masyarakat yang ingin menjadi anggota nantinya akan dibebankan membayar simpanan pokok sebesar Rp 100.000 dan simpanan wajib Rp 100.000 per bulan. Jadi untuk keanggotaan awal, anggota KDIM harus membayar Rp 1,3 juta.

"Dari jumlah yang dibayarkan tersebut, anggota Koperasi Digital Indonesia Mandiri akan mendapatkan smartphone DigiCoop. Bila langsung membayar simpanan untuk dua tahun, ponsel pintar yang didapatkan akan lebih bagus lagi," jelasnya.

Pada tahap awal, smartphone yang sudah mendukung jaringan 4G-LTE ini akan diproduksi mulai November 2016 sebanyak 20.000 unit.

"Untuk tahap awal, ekspektasinya anggota KDIM akan berjumlah 20.000. Jadi produksi ponsel pintarnya juga disesuaikan dengan jumlah tersebut. Tapi kalau ternyata lebih dari itu, kita juga siap untuk memproduksi lebih banyak lagi," tuturnya.









Sumber: BeritaSatu.com