Miss Internet Indonesia 2017 Diminta Ikut Perangi Hoax

Miss Internet Indonesia 2017 Diminta Ikut Perangi Hoax
Acara Grand Final Miss Internet 2017 yang diadakan di Hotel Inaya Putri, Nusa Dua, Bali. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 30 April 2017 | 12:27 WIB

Nusa Dua - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), mengumumkan pemenang Miss Internet Indonesia 2017, yang diraih gadis cantik berusia 23 tahun asal Jakarta, Marsya Gusman.

Siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Minggu (30/4) menyebutkan, Marsya tidak saja memahami seluk-beluk dunia internet, namun juga berjiwa pengusaha.

Marsya merupakan salah satu dari lima finalis yang mewakili DKI Jakarta dalam ajang kontes kecantikan yang unik ini, setelah sebelumnya mengalahkan 60 kontestan lainnya dari ibu kota.

"Saya sungguh tidak sangka, sebetulnya saya bisa sampai di acara [Grand Final] di Bali saja sudah bersyukur. Finalis dari daerah lain sangat cerdas, pintar dan cantik. Mereka adalah yang terbaik dari masing-masing daerahnya," ungkap Marsya, yang juga pernah menyabet gelar Miss Earth Best Talent 2016.

Pada acara Grand Final Miss Internet 2017 yang diadakan di Hotel Inaya Putri, Nusa Dua, Bali, APJII menyeleksi 36 finalis dari 12 propinsi untuk menampilkan kemampuannya dalam keserasian berbusana, kepercayaan diri dan kemampuan dalam memberikan edukasi tentang Internet dalam bentuk presentasi.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Semuel 'Sammy' Abrijani Pangerapan, mengatakan, Miss Internet Indonesia 2017 merupakan duta pertama Indonesia yang akan mengemban tugas penting mengedukasi masyarakat untuk menjelaskan manfaat Internet dan supaya orang dapat menggunakan teknologi dunia maya tersebut dengan lebih cerdas, produktif dan kreatif.

"Sekarang Indonesia sedang bertransformasi ke dunia digital. Ada tiga komponen yang perlu di perhatikan dalam transformasi ini, yakni komponen masyarakat, bisnis dan pemerintah. Program seperti ini penting untuk komponen masyarakat," ungkap Semuel, yang merupakan mantan ketua Umum APJII periode 2012-2015.

Miss Internet, kata Semuel, juga di harapkan membantu program pemerintah melawan hoax, dan mengkampanyekan internet sehat.

"Kalau kita berfikir menggunakan internet secara positif, kreatif dan cerdas, pasti nggak berfikir negatif lagi. Kita sedang bertransformasi, kalau kita mikir yang negatif, begitu kita sadar kalau ternyata internet banyak sekali manfaatnya, ternyata kita sudah ketinggalan jauh, jadi tidak bisa merasakan lagi manfaat positifnya baik untuk bisnis maupun hal lain," kata Sammy.

Sementara itu, Ketua Umum APJII, Jamalul Izza, mengatakan, Miss Internet Indonesia ditargetkan menuju kancah internasional, karena saat ini kontes kecantikan ini sudah masuk sebagai salah satu dari 18 inisiatif unggulan dari komunitas teknologi informasi dan komunikasi dalam nominasi tahunan Anugerah World Summit on the Information Society, yang biasa di sebut WSIS Prizes, yang diselenggarakan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2012.

"Kenapa bisa kontes Miss Internet Indonesia dipilih dalam program internasional sekelas ini? Karena di negara lain belum pernah ada kontes semacam ini. Ini pertama kali yang pernah ada," ungkap ketua umum APJII periode 2015-2018 tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE