Batan Ditetapkan Jadi Pusat Pemuliaan Mutasi Tanaman

Batan Ditetapkan Jadi Pusat Pemuliaan Mutasi Tanaman
Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto, di kantor Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Batan, Pasar Jumat, Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017. (Foto: Beritasatu Photo/Ari Rikin)
Ari Supriyanti Rikin / FER Jumat, 6 Oktober 2017 | 13:42 WIB

Jakarta - Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) menetapkan Badan Tenaga Nuklir Nasional sebagai pusat kolaborasi atau collaborating center (CC) pemuliaan mutasi tanaman. Penetapan ini dilakukan saat general conference IAEA di Wina, Austria pada 22 September 2017.

Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, CC ditujukan untuk menciptakan pusat baru, supaya ketika ingin memperdalam pemanfaatan teknologi nuklir tidak harus ke Wina, Austria.

"Kita mengajukan pada Februari 2017. Pesaing kita ada Malaysia, China. Indonesia nyaris dikalahkan Malaysia," kata Djarot, di kantor Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Batan, Pasar Jumat, Jakarta, Jumat (6/10).

Indonesia dipilih karena dinilai memiliki reputasi baik dalam pemanfaatan nuklir di bidang pertanian. Varietas unggul dengan teknik pemuliaan tanaman dengan radiasi gamma menambah pendapatan petani karena produktivitasnya tinggi. Batan juga dianggap berperan aktif dalam mengaplikasikan teknologi nuklir untuk tujuan damai, khususnya meningkatkan produktivitas dan kualitas pangan melalui pemuliaan mutasi tanaman (mutation breeding).

Selain itu, adanya program Science Techno Park memberi nilai tambah, sehingga Indonesia dinilai layak ditunjuk sebagai CC pemuliaan mutasi tanaman. "Berkurangnya lahan, salah satu cara meningkatkan kualitas tanaman melalui pemuliaan tanaman dengan radiasi. Kita dianggap cukup dewasa membantu negara lain sebagai technology provider. Dalam hal pemuliaan tanaman, peneliti kita pun handal," papar Djarot.



Sumber: Suara Pembaruan