Nilai Pemesanan Kamar di Mister Aladin Meningkat

Nilai Pemesanan Kamar di Mister Aladin Meningkat
Aplikasi Mister Aladin. ( Foto: BeritaSatu Photo / Herman )
Herman / YUD Rabu, 20 Desember 2017 | 18:10 WIB

Jakarta - Mister Aladin yang diluncurkan pada November 2015 lalu terus melengkapi inventaris hotelnya di beberapa kota yang menjadi tujuan wisata. Bila sebelumnya fokus dari Mister Aladin adalah melengkapi inventaris hotel dalam negeri, saat ini cakupan hotelnya sudah sangat luas hingga ke kawasan Asia Tenggara dan Eropa.

COO Mister Aladin, Nitha Sudewo mengungkapkan, semakin lengkapnya inventaris hotel yang dimiliki Mister Aladin juga berdampak pada nilai pemesanan hotel yang semakin meningkat. Bila di tahun 2016 nilai rata-rata pemesanan per pembeli adalah sebesar Rp 920.000, di tahun 2017 ini nilai pemesanan per pembeli sudah meningkat menjadi Rp 1.240.00.

"Di usia dua tahun ini, inventaris hotel di Mister Aladin sudah lebih dari 100.000 hotel. Nilai pemesanan per pembeli juga sudah meningkat, dan hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah lebih mempercayai Mister Aladin," ujar Nitha Sudewo, di Jakarta, Rabu (20/12).

Tahun depan, Mister Aladin juga akan memperbanyak inventaris hotel untuk negara-negara di kawasan Eropa seperti Inggris, Belanda, Jerman, dan Perancis. Hal yang sama juga akan dilakukan untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Jepang.

"Kami melihat adanya perubahan tren liburan masyarakat yang mulai banyak mengunjungi negara-negara Eropa. Makanya inventaris hotel di kawasan tersebut akan terus kita lengkapi. Namun tentu saja inventaris hotel dalam negeri akan menjadi fokus utama kami, terutama untuk kota-kota yang paling banyak dikunjungi seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali," tuturnya.

Untuk melayani kebutuhan pemesanan tiket pesawat dan paket tour, Mister Aladin juga sudah melengkapi platform-nya dengan fitur Personal Travel Assistant (PTA). Nita menambahkan, adanya fitur PTA ini juga menjadi salah satu pembeda antara Mister Aladin dengan Online Travel Agent (OTA) lainnya. Meskipun memiliki fungsi seperti hal-nya customer service, namun PTA yang dihadirkan Mister Aladin ini lebih personal layaknya asisten pribadi.

"Fitur PTA ini dilayani langsung oleh manusia, bukan oleh mesin. Adanya fitur ini juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang ingin selalu dimudahkan dalam urusan traveling, tidak ingin repot. Layanan ini juga bisa dimanfaatkan secara gratis," tutur Nitha.



Sumber: BeritaSatu.com