Sri Mulyani: Dampak Corona Jauh Lebih Berat Dibandingkan Krisis 1998 dan 2008
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-2.14)   |   COMPOSITE 5759.92 (5.09)   |   DBX 1054.23 (6.72)   |   I-GRADE 169.662 (-0.96)   |   IDX30 501.412 (-2.41)   |   IDX80 131.739 (-0.23)   |   IDXBUMN20 371.622 (-0.26)   |   IDXG30 135.832 (0.18)   |   IDXHIDIV20 450.213 (-1.15)   |   IDXQ30 146.619 (-0.8)   |   IDXSMC-COM 244.641 (2.31)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (3.19)   |   IDXV30 126.958 (0.12)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.04)   |   Investor33 430.473 (-2.37)   |   ISSI 168.725 (0.26)   |   JII 619.114 (-1.25)   |   JII70 212.184 (0.15)   |   KOMPAS100 1175.82 (-1.12)   |   LQ45 920.779 (-2.57)   |   MBX 1601.16 (0.14)   |   MNC36 321.923 (-1.28)   |   PEFINDO25 313.689 (1.53)   |   SMInfra18 292.004 (0.78)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-2.27)   |  

Sri Mulyani: Dampak Corona Jauh Lebih Berat Dibandingkan Krisis 1998 dan 2008

Senin, 6 April 2020 | 18:35 WIB
Oleh : Herman / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut krisis yang dialami akibat wabah virus corona atau Covid-19 jauh lebih kompleks dan berat dibandingkan krisis yang terjadi pada tahun 2008-2009 dan 1997-1998 lalu. Sebab, krisis saat ini tidak hanya mengancam ekonomi dan sektor keuangan, tetapi juga jiwa manusia.

“Covid-19 jauh lebih kompleks dan lebih berat dari krisis keuangan 2008- 2009. Karena Covid-19 mengancam jiwa manusia, betul-betul mematahkan semua fondasi ekonomi di semua negara, serta menimbulkan ketidakpastian dan gejolak di pasar modal yang tidak ada jangkarnya,” kata Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR secara virtual, Senin (6/4/2020).

Sri Mulyani mengungkapkan, penyebab dari krisis yang terjadi di tahun 2008-2009 adalah lembaga keuangan dan korporasi yang mengalami bangkrut, sehingga upaya mitigasi persoalan menjadi lebih mudah.

“Kalau dulu di 2008 jelas karena ini penyebabnya lembaga keuangan dan korporasi, sehingga kalau sudah diumumkan bangkrut bisa langsung dihitung berapa kerugiannya, itu sudah muncul jangkar. Sementara yang sekarang ini tidak ada jangkarnya karena tidak ada yang tahu kapan Covid-19 berhenti, apakah berhentinya sesudah mengalami puncak yang mengerikan, atau berhenti dalam situasi yang lebih baik,” ujar Sri Mulyani.

Tidak hanya dengan krisis 2008-2009, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan krisis yang terjadi saat ini juga lebih kompleks dibandingkan krisis Asia tahun 1997-1998.

“Memang jauh lebih kompleks, bahkan dibandingkan 1997-1998 yang mengalami situasi krisis. Saat itu paling tidak kita tahu penyebabnya dan itu bisa ditahan. Kalau yang ini penyebabnya masih belum bisa ditahan. Banyak skenario mengenai containment yang masih perlu diuji. Bahkan di Tiongkok sendiri yang katanya di Wuhan sudah bisa dibuka, sekarang muncul kasus baru di mana salah satu daerah lain juga mengalami penutupan,” kata Sri Mulyani.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gara-gara Corona, Pendapatan Negara Anjlok Rp 472,3 T

Outlook pendapatan negara turun sebesar Rp 472,3 triliun dari target Rp 2.233,2 triliun menjadi Rp 1.760,9 triliun

EKONOMI | 6 April 2020

Imbas Corona, AirAsia Tawarkan Penerbangan Sewa

AirAsia menyediakan penerbangan khusus yang mencakup carter penumpang, carter kargo, maupun carter pribadi (private).

EKONOMI | 6 April 2020

Potensi Kerugian Pasar Tanah Abang Bisa Mencapai Rp 110 Miliar Per Hari

Penundaan pembukaan Pasar Tanah Abang yang tutup sejak 27 Maret lalu dan rencananya akan dibuka pada 6 April ditunda menjadi 19 April.

EKONOMI | 6 April 2020

Belanja Negara Naik, Pemerintah Kaji Ulang THR dan Gaji Ke-13 PNS

Beban negara dalam menghadapi pandemi Covid-19 cukup besar

EKONOMI | 6 April 2020

Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp 16.412/US$

Adanya aliran dana asing yang masuk ke Indonesia mulai pekan lalu membuat rupiah menguat.

EKONOMI | 6 April 2020

Penerbangan Garuda Turun 40%, Dirut: Bisa Lebih Dalam

Penurunan volume penerbangan maskapai Garuda diprediksi semakin dalam

EKONOMI | 6 April 2020

Lanjutkan Penguatan, IHSG Ditutup Naik 4,07 Persen

Sebanyak 287 saham naik, 131 saham menurun, dan 135 saham tidak bergerak.

EKONOMI | 6 April 2020

Terdampak Covid-19, Pekerja Migran Perlu dapat Bantuan Khusus  

Pekerja Migran Indonesia yang kembali di Tanah Air harus diberi bantuan khusus.

EKONOMI | 6 April 2020

Cara Belanja Unik, MPPA Luncurkan Park & Pickup

Pelanggan dapat membeli kebutuhan sehari-hari tanpa berinteraksi secara fisik dengan toko atau karyawannya

EKONOMI | 6 April 2020

Tingkatkan Suplai Air IrigasiPonorogo, Bendungan Bendo Siap Digenangi Akhir 2020

Kemppupera terus dukung ketahanan air dan pangan.

EKONOMI | 6 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS