Merintis Bisnis Laris hingga Berhenti Kuliah
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0)   |   COMPOSITE 5091.82 (0)   |   DBX 966.643 (0)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 428.154 (0)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 832.7 (0)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.953 (0)   |   JII 549.986 (0)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.5 (0)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1407.83 (0)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 277.129 (0)   |   SMInfra18 242.149 (0)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0)   |  

Septia Yetri Opani

Merintis Bisnis Laris hingga Berhenti Kuliah

Selasa, 18 Agustus 2020 | 20:28 WIB
Oleh : Irawati D Astuti / IDS

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk bisa meraih kesuksesan, tentunya dibutuhkan perjuangan dan usaha yang konsisten. Hal itu dialami Septia Yetri Opani, pemilik bisnis pakaian wanita bernama @assyifa_exclusive.

Wanita kelahiran Perawang, 9 September 1996 itu berkisah bahwa dirinya pernah mengalami fase-fase menantang dalam membangun bisnisnya. Apalagi ia memulai bisnis sejak masih duduk di bangku kuliah.

Awalnya, Septia merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan di Batam. Saat itu, dia bekerja dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Sementara tepat di jam pulang kerjanya, dia harus kuliah jurusan Manajemen Bisnis.

Septia mengatakan, ia nekad kerja sambil kuliah karena butuh biaya.

"Saya kerja untuk ngebiayain kuliah karena saya bercita-cita ingin jadi seorang pebisnis waktu itu. Karena sering telat dan sering disuruh keluar karena telat jam pelajaran, saya memutuskan berhenti kerja dan coba berjualan online," kisah pemilik akun Instagram @septiasiregar17 itu dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu, Selasa (18/8/2020).

Kali pertama berbisnis, ibu dari Assyifa Ramadhani Siregar (@assyifasiregar) dan Muhammad Khalid Attar Siregar (@khalidsiregarr) itu berdagang pakaian dengan sistem dropship. Selanjutnya, dengan didukung suami, dia juga jualan kosmetik melalui Instagram. Bahkan, Septia pernah juga menjalankan franchise merchandise Atta Halilintar, yakni AHHA.

"Saya banyak belajar dari suami saya, beliau juga mentor saya dalam berbisnis karena beliau lebih banyak pengalamannya, jadi saya sering mencontek ilmunya," ungkap Septia, yang pernah menjadi juara pertama kejuaraan pencak silat semasa SMP di Batam itu.

Septia juga bercerita bagaimana dia dan sang suaminya, Putra Siregar, pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta.

"Saya dan suami waktu itu 2016 kali pertama ke Jakarta, mau buka toko ponsel kecil-kecilan di depan Holland Bakery Condet Jakarta Timur," kata Septia.

Septia bersama suami harus berjalan kaki dari Asrama Rindam hingga ke Holland Bakery untuk mencari toko yang akan disewa. Hingga akhirnya sang suami merasa cocok dengan salah satu toko di wilayah tersebut karena ramai penduduk. Ketika pertama buka, mereka hanya mampu menjual beberapa buah ponsel saja.

"Kami tidurnya di dalam ruko kecil ukuran 2x2 meter. Tidur depan jalan raya, di ruko kecil, dan tidur di lantai," ungkap Septia.

Namun setelah beberapa bulan buka toko, lama kelamaan dagangan mereka sangat laris. Bahkan, Septia dan Putra seringkali kehabisan stok. Pembelinya sangat banyak, sementara jumlah barang dagangan mereka benar-benar terbatas.

Sekarang, semua itu tinggal sejarah karena bisnis Septia dan sang suami sudah meraup sukses yang amat luar biasa lewat kerajaan bisnis online mereka.

“Alhamdulillah ya rezeki kayaknya semakin bertambah, apalagi kami dikelilingi orang-orang hebat, masyarakat di sini juga baik-baik," pungkas Septia.

Dengan menjalankan banyak bisnis, Septia berharap dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan, sehingga bisa bermanfaat bagi orang banyak. Sedangkan dalam kegiatan sosial, Septia sering membagikan sembako, mengajak anak-anak muda peduli terhadap lingkungan dan orang sekitar, serta menciptakan bibit-bibit pengusaha muda baru dengan melaksanakan kegiatan seperti terjun langsung ke lapangan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Kejujuran Adalah Signature

Kejujuran akan melekat dan menjadi reputasi seseorang sepanjang hidupnya.

FIGUR | 8 April 2020

Lima Dekade Setia Menjadi Sahabat Anak

Lima dekade menjadi sahabat anak Indonesia, Kak Seto Mulyadi masih punya mimpi membangun children center.

FIGUR | 3 April 2020

Berbisnis Bukan Sekadar Mencari Untung

Pebisnis sejati punya tanggung jawab moral, empati, dan nilai-nilai sosial lainnya.

FIGUR | 30 Maret 2020

Jadilah Risk Taker

Karakter risk taker dibutuhkan terutama saat dihadapkan pada dua pilihan: ingin maju atau tetap jalan di tempat.

FIGUR | 23 Maret 2020

Anak-anak adalah Masa Depan Bangsa

Dengan fokus pada persoalan pendidikan, perekonomian Indonesia akan bergeser ke arah ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.

FIGUR | 12 Maret 2020

Open Minded

Dengan open minded, seorang CEO bisa terus mengasah diri, berkreasi, dan berinovasi.

FIGUR | 9 Maret 2020

Bekerja dengan Hati

Seseorang yang bekerja dengan hati akan memiliki banyak hal positif, seperti empati, simpati, rasa memiliki perusahaan, tanggung jawab, dan integritas.

FIGUR | 3 Maret 2020

Berjuang untuk Konservasi Lingkungan

Ida Saparida, dinobatkan sebagai pahlawan konservasi oleh Disney Conservation Fund.

FIGUR | 9 Februari 2020

Bawa Kopi Janji Jiwa Mendunia

Billy akan membuka cabang di beberapa negara di Asia Tenggara tahun depan.

FIGUR | 26 Desember 2019

Sang Dermawan

Penghargaan kepada TP Rachmat merupakan apresiasi terhadap kontribusinya bagi sesama.

FIGUR | 7 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS