DPR: Ekonomi Kreatif Butuh Penguatan di Masa Pandemi
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

DPR: Ekonomi Kreatif Butuh Penguatan di Masa Pandemi

Selasa, 29 September 2020 | 19:12 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Berangkat dari berbagai permasalahan yang menghambat sektor ekonomi kreatif (ekraf), Komisi X DPR menginisiasi penguatan ekraf agar kembali berdaya setelah tertekan perkembangannya akibat wabah Covid-19.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menjelaskan, permasalahan ekraf harus diinventarisir terlebih dulu dengan meminta masukan para pelaku ekraf. Salah satu contohnya adalah pembiayaan ekraf. Para pelaku ekraf yang tidak memiliki agunan tentu tidak bisa mengakses permodalan lewat perbankan. Permasalahan pemasaran juga sangat krusial karena banyak pelaku ekraf tak mendapat akses pasar yang luas.

"Pemasaran sektor industri kreatif juga banyak kendala, bagaimana pengembangan dan pemasaran produk yang masih menjadi hambatan dalam pertumbuhan ekraf di Indonesia," ucap Fikri dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) secara virtual antara Komisi X DPR dan para pelaku ekraf, Selasa (29/9/2020).

Tidak hanya itu, sektor yang mulanya sangat dominan menyumbang devisa negara dan sekaligus menjadi tulang punggung perekonomian nasional ini juga menghadapi dilema dalam perlindungan hukum. Banyak produk ekraf yang diklaim pihak lain sehingga menghambat pengembangan produk ekraf.

Seperti yang dilaporkan oleh pencetus tenun tradisional Nusa Tenggara Timur Lepo Lorun, Alfonsa Horeng. Ia mengatakan, perkembangan industri mode di Indonesia rupanya juga turut meningkatkan plagiator yang mengadopsi motif-motif NTT ke dalam bentuk printing atau sablon.

Padahal bagi masyarakat lokal NTT, motif tenun tradisional merupakan identitas nilai tradisi suku bangsa dan sumber peradaban budaya bangsa di tingkat dunia, terutama dalam kepentingan peninggalan budaya nenek moyang.

Menurut Fikri, dalam menanggapi persoalan ini, pemerintah harus merumuskan kebijakan perlindungan hukum ini untuk para pelaku ekraf. Kelembagaan, sambung Fikri, merupakan masalah lanjutan bagi pelaku ekraf.

"Di pusat ada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Di provinsi dan kabupaten kota hanya ada Dinas Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, atau Dinas Pendidikan dan Pariwisata. Ekonomi Kreatif tidak ada," ungkap Fikri lagi.

Padahal, menurut legislator dapil Jawa Tengah IX itu, secara nasional kontribusi pariwisata untuk devisa negara besar sekali. Total potensi devisa dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mencapai sekitar US$ 44 miliar. Perinciannya, sektor pariwisata menyumbang US$ 21 miliar dan ekonomi kreatif menyumbang US$ 23 miliar.

Untuk itu, harus ada kesadaran bersama secara kelembagaan. Di sinilah pentingnya Komisi X mendengarkan langsung permasalahan yang dihadapi para pelaku ekraf untuk kemudian merumuskan rekomendasi bagi pemerintah.

“Antarlembaga pemerintah perlu lebih memperkuat koordinasi agar efektif memfasilitasi kegiatan pelaku ekraf dan menyusun strategi pemberian stimulan dana ekraf. Dengan demikian, kemandirian ekonomi kreatif Indonesia kembali dapat terwujud,” ungkapnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

William Wongso Bagikan Resep K-Food Lewat Cooking Live Show

PSBB menginisiasi aT Center Jakarta mempromosikan agri-food Korea pada online multiplatform dengan kolaborasi bersama koki terkenal Indonesia, William Wongso.

GAYA HIDUP | 29 September 2020

Cara Maya Miranda Menjaga Kelangsungan Bisnis di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah pengusaha agar bisnisnya dapat terus berjala

GAYA HIDUP | 29 September 2020

Bernama Asing, Pakan Burung Pilihan Kicau Mania Ini Ternyata Produksi Anak Bangsa

Produk ini memiliki kualitas dan komposisi yang telah disesuaikan dengan standar internasional tetapi diproduksi di dalam negeri.

GAYA HIDUP | 29 September 2020

Transaksi Produk Ibu dan Anak Meningkat di Masa Pandemi

Produk perawatan bayi seperti tisu basah, susu formula, popok dan sabun mandi menjadi produk yang paling populer di masa pandemi Covid-19.

GAYA HIDUP | 28 September 2020

Tiga Alasan Serum Amura Menjadi Andalan Wanita Indonesia

Amura hadir dengan formula alami, aman dan cepat untuk mewujudkan kulit cantik dan sehat.

GAYA HIDUP | 27 September 2020

Tips Memilih Kursi Kantor Berkualitas untuk Tingkatkan Produktivitas

Hal pertama yang harus dilakukan saat memilih kursi kantor adalah memerhatikan ukuran ruangan.

GAYA HIDUP | 27 September 2020

Seller Resmi Melissa di Indonesia Rambah E-Commerce

Melalui platform e-commerce, konsumen akan mudah memilih koleksi Melissa.

GAYA HIDUP | 26 September 2020

Casio Rilis G-Shock Berstruktur Dual Core Guard

Jam tangan G-Shock seri MTG-B2000 memanfaatkan serat karbon yang berbobot ringan dan kuat.

GAYA HIDUP | 26 September 2020

Penyedia Jasa Kecantikan Harus Berdaya di Tengah Adaptasi Baru

Di sisi lain, pengguna dapat mengakses berbagai layanan jasa kecantikan.

GAYA HIDUP | 25 September 2020

Brantas Abipraya Percantik Kawasan Labuan Bajo

Kawasan Labuan Bajo digadang menjadi kota tepian air atau waterfront city berkelas dunia.

GAYA HIDUP | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS