Luruskan Sejarah G30S/PKI, Pemerintah Diminta Buat Film Baru untuk Penyeimbang
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Luruskan Sejarah G30S/PKI, Pemerintah Diminta Buat Film Baru untuk Penyeimbang

Kamis, 1 Oktober 2020 | 00:09 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Aktor dan pemain pantomim senior Indonesia, Andi Wahyuddin Unru atau Yayu Unru mengatakan, untuk melahirkan generasi yang kaya akan sejarah, pemerintah harus menyiapkan karya penyeimbang film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. Dengan demikian, film kontroversial itu diharapkan tidak menjadi satu-satunya film yang dapat dipercaya untuk menjadikan putra-putri bangsa cinta terhadap negaranya.

Karya baru ini harus dibuat dengan perspektif yang berbeda, sehingga tidak terus menerus mengadirkan polemik sama yang berkepanjangan.

“Kita harus bikin lagi satu film sejarah, jadi ada perbandingannya karena film ini kalau ditonton anak sekarang sangat membingungkan. Terlebih mereka yang tidak pernah merasakan pemerintahan Soeharto. Sekarang sudah tidak perlu dipengaruhi PKI, jangan peralat sejarah menjadi bahan jualan. Kita percaya, anak-anak milenial sudah mengerti bagaimana cara terbaik untuk membela bangsanya. Jadi jangan racuni,” katanya kepada Suara Pembaruan, Rabu (30/9/2020).

Ia juga mengkritik penayangan wajib film tersebut di televisi pada waktu prime time. Menurutnya, itu adalah sebuah kejahatan kemanusiaan. Sebab, film yang menggambarkan kekerasan dan juga adegan sadis ini kemungkinan besar dapat menimbulkan trauma pada anak-anak yang menontonnya.

“Film itu 21+. Di dalamnya, banyak adegan berdarah, aksi kekerasan, ditambah dengan iringan musik yang keras. Mereka calon penerus bangsa, yang masih TK dan juga SD disuruh nonton itu. Apa bedanya yang dilakukan Jenderal Purn Gatot Nurmantyo dengan Presiden Soeharto dulu? Ini sama-sama melakukan kejahatan kemanusiaan. Mewajibkan film ini diputar dan ditonton oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memperhatikan usia penontonnya,” ungkapnya.

Yayu pun memberikan saran, alangkah baiknya jika film ini diputar pada waktu yang tepat. Semisal, pukul 00.00 atau 01.00 pagi. Dengan demikian, sasaran penontonnya pun menjadi tepat dan nilai-nilai yang terkandung dalam film karya Arifin C. Noer juga dapat diresap dan diterima dengan baik.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bersandar Manja di Dada Pria Misterius, Lisa Blackpink Bikin Gempar Fan

Akting Lisa yang bersandar manja pada dada seorang pria misterius sontak membuat jagat maya geger.

HIBURAN | 30 September 2020

Diluncurkan Hari Ini, Video Teaser "Lovesick Girls" Blackpink Langsung Trending

Girl group K-Pop, Blackpink, kembali menjadi trending topik di jagad maya, setelah merilis video teaser lagu "Lovesick Girls" pada Rabu (30/9/2020).

HIBURAN | 30 September 2020

Addie MS: Puluhan Musisi Orkestra Jual Instrumen untuk Bertahan Hidup

Banyak musisi yang menjual instrumen miliknya padahal itu adalah sumber penghasilan mereka.

HIBURAN | 29 September 2020

Isyana Sarasvati Lelang Baju untuk Anak Tenaga Medis

Bagi Isyana, para petugas medis ini tidak hanya berkorban waktu dan tenaga, tetapi juga bertaruh nyawa.

HIBURAN | 29 September 2020

Teddy Snada Luncurkan Uwais Al Qarni

Hal ini ia lakukan untuk melatih dirinya agar dapat menemani ibunya pergi haji.

HIBURAN | 28 September 2020

Properti Milik Ed Sheeran Bernilai Rp 1,1 Triliun

Properti milik penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran, ditaksir bernilai 61 juta poundsterling atau setara Rp 1,1 triliun.

HIBURAN | 26 September 2020

Andrew Andika Senang Jalani Syuting Iklan Bersama Istri

Andrew mengatakan lima seri video iklan ini memang bertema keseharian hubungan suami istri.

HIBURAN | 26 September 2020

Tiga Presenter Kondang Ramaikan Kejar Kabar GrabFood

Melaney Ricardo, Feni Rose, dan Jeremy Teti mengajak masyarakat untuk makan makanan enak bahkan di tanggal tua.

HIBURAN | 26 September 2020

Made in Cirebon, Meleburkan Dua Budaya di Tengah Pandemi

Program pertukaran pendidikan seni dan budaya Korea-Indonesia Made in Cirebon sukses digelar di tengah Pandemi Covid-19.

HIBURAN | 25 September 2020

Indonesia Japan Online Festival 2020 Digelar Secara Daring

Acara Indonesia Japan Online Festival 2020 ini bertujuan agar masyarakat Jepang dan Indonesia tetap bisa berinteraksi walau secara daring.

HIBURAN | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS