90% Kasus Patah Tulang Tidak Perlu Operasi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

90% Kasus Patah Tulang Tidak Perlu Operasi

Selasa, 22 Januari 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta -Minimnya pemahaman membuat masyarakat kerap mengambil keputusan yang keliru dalam mengatasi gangguan kesehatan yang dideritanya, seperti ketika mengalami saraf terjepit dan patah tulang. Faktanya, tidak sedikit orang memilih dukun patah tulang atau tukang urut untuk mengatasi gangguan yang dideritanya dibanding ke dokter. Sebab, ada anggapan bahwa patah tulang atau saraf kejepit selalu harus dioperasi. Padahal, 90% kasus-kasus ini tidak selalu berakhir di meja operasi.

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), dr Phedy mengatakan, dalam kasus-kasus ortopedi (tulang) dan saraf kejepit, operasi selalu menjadi pilihan terakhir, apalagi jika keluhannya hanya sakit di betis atau lutut, bisa diselesaikan tanpa operasi.

“Hanya 10% sampai maksimal 15% kasus ortopedi itu selesai dengan operasi. Jadi jangan bayangkan kalau ke dokter ortopedi pasti selalu dioperasi, tidak demikian,” kata Phedy pada media gathering SHKJ, Jakarta, Senin (21/1).

Menurut Phedy, tulang adalah organ tubuh yang paling unik karena mampu meregenerasi dirinya sendiri secara sempurna. Artinya, tulang yang patah bisa sembuh dengan sendiri seiring waktu tanpa perlu dilakukan operasi. Peran operasi hanyalah untuk memposisikan tulang yang sudah patah dalam kondisi yang benar ketika sembuh nantinya.

Kasus patah tulang paha, misalnya, bisa saja sembuh dengan hanya pengobatan tradisional atau ditangani dukun patah tulang. Persoalannya, seringkali ditemukan pasien datang ke dokter dengan posisi tulang paha yang tidak dibenarkan posisinya. Pasien kemudian sembuh dengan posisi tulang menjadi melengkung. Ketika tulang melengkung, salah satu bagian kaki akan jadi lebih pendek dan menyebabkan pasien berjalan pincang.

“Jadi, tulang itu bisa sembuh dengan sendirinya, waktu akan menyembuhkan. Tugas dokter adalah mempertahankan posisinya bagus dan merangsang pergerakan secepat mungkin, sehingga tidak menemukan lagi pasien yang sembuhnya selama berbulan bulan, dan setelah tulang sembuh sendi-sendinya menjadi kaku karena tidak pernah digerakkan. Lalu, tulang menjadi keropos karena tidak pernah dipakai,” kata Phedy.

Karena itu, lanjutnya, masyarakat tidak perlu takut ke dokter tulang ketika mengalami gangguan tulang atau saraf kejepit karena tidak semua kasus harus dioperasi. Paling sering pasien ditangani dengan tindakan minimal invasif, misalnya hanya dengan fisioterapi, obat-obatan, suntikan, dan laser.

Hanya kasus-kasus emergensi yang membutuhkan operasi, seperti cauda equina syndrome (akar saraf di bagian bawah saraf tulang belakang mengalami tekanan). Ketika menemukan tanda-tanda seperti gangguan buang air besar dan buang air kecil, serta rasa baal di anus, maka satu-satunya pilihan adalah operasi. Tujuan operasi adalah untuk mencegah kerusakan saraf yang lebih parah.

“Kalau gejala yang muncul baru beberapa hari, mungkin operasi bisa pulih total. Tetapi kalau sudah dibiarkan selama 2 tahun sampai tidak bisa buang air besar, dan jari-jarinya lemah, maka sulit untuk dikembalikan ke kondisi normal. Operasi dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” kata Phedy.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

RSGM Terima Sertifikasi Akreditasi Paripurna

RSGM akan mengajukan permohonan penetapan sebagai Rumah Sakit Pendidikan.

KESEHATAN | 22 Januari 2019

RS Pendidikan Lebih Mudah Raih Akreditasi Bintang Lima

100% RS Pendidikan telah melakukan akreditasi, mengantungi akreditasi KARS, dan mayoritas telah berhasil meraih gelar akreditasi paripurna bintang lima.

KESEHATAN | 22 Januari 2019

Siloam Hospitals Kebon Jeruk Hadirkan Klinik Spesialis Ortopedi

Klinik ini fokus pada otot dan tulang yang berhubungan dengan cedera kaki, bahu, dan tulang belakang.

KESEHATAN | 21 Januari 2019

Cara Sederhana Bebaskan Tubuh dari Selulit

Untuk menghindari munculnya selulit, ternyata dapat dilakukan dengan cara yang sangat mudah.

KESEHATAN | 20 Januari 2019

Komuter Rentan Terpapar Penyakit

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas dan membantu meningkatkan perlindungan tubuh.

KESEHATAN | 20 Januari 2019

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kurang tidur bisa menjadi pemicu gejala-gejala awal penyakit jantung.

KESEHATAN | 19 Januari 2019

Indofarma Tunjuk Fors Fortis Medika sebagai Distributor Alat Kesehatan

Fors Fortis Medika (FF Group) ditunjuk sebagai distributor tunggal (sole agent) penjualan alat-alat kesehatan produksi Indofarma.

KESEHATAN | 19 Januari 2019

10% Biaya Rawat Inap Akan Ditanggung Peserta JKN-KIS

Urun biaya diberlakukan bagi jenis pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan penyalahgunaan pelayanan.

KESEHATAN | 18 Januari 2019

Kemitraan NU dan Lippo Tingkatkan Kesehatan Masyarakat lewat RSU Syubbanul Wathon

RSU Syubbanul Wathon memiliki fasilitas kesehatan modern.

NASIONAL | 18 Januari 2019

Aktivitas Fisik Rutin Kurangi Risiko Penyakit

Olahraga mendasar seperti lari dapat dijadikan pilihan yang tepat.

KESEHATAN | 17 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS