BKKBN: 4,8 Juta Bayi Lahir Tiap Tahun
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

BKKBN: 4,8 Juta Bayi Lahir Tiap Tahun

Jumat, 8 Februari 2019 | 15:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Denpasar, Beritasatu.com - Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Indonesia masih tergolong tinggi. Hingga akhir 2018, LPP Indonesia berada di posisi 1,39%, yang berarti setiap tahun ada 4,2 juta sampai hampir 4,8 juta bayi baru lahir di Indonesia. Angka ini turun dari 2010 sebesar 1,49%, tetapi penurunannya sangat lamban. Tahun depan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) menargetkan, LPP turun di bawah 1,2%.

Masih tingginya angka LPP Indonesia tak lepas dari capaian program-program pengendalian penduduk, yang sebagiannya merupakan tanggung jawab BKKBN. Hingga 2018 sejumlah indikator pengendalian penduduk gagal tercapai.

Saat berbincang-bincang dengan SP, Jumat (8/2) pagi, Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN, Nofrijal mengatakan, baru dua dari enam indikator program kependudukan dan KB yang tercapai hingga akhir 2018. Indikator tersebut adalah angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR) yang turun dari 2,6 menjadi 2,38. Artinya satu wanita usia subur di Indonesia berpotensi memiliki anak lebih dari dua. Pemerintah menargetkan TFR turun sampai 2,1 di tahun 2025, yang menandakan penduduk sudah tumbuh seimbang.

Satu indikator lain yang juga tercapai adalah angka kelahiran menurut umur atau age specific fertility rate (ASFR) pada perempuan muda 15-19 tahun. ASFR di Indonesia masih terbilang tinggi dibanding negara lain di ASEAN, meskipun telah menurun dari 46 menjadi 36 per 1000 kelahiran. Angka ASFR telah melampaui target BKKBN tahun ini, yakni 40 per 1000 kelahiran. Namun, angka 36 ini tetaplah memprihatinkan. Mereka penyumbang tingginya angka balita stunting, kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Di sisi lain, BKKBN harus bekerja ekstra keras untuk mencapai empat indikator lain yang belum berhasil dicapai dikarenakan sejumlah kendala. Pertama, penggunaan alat kontrasepsi atau contraceptive prevalensi rate (CPR) masih rendah. Saat ini, jumlah peserta KB aktif baru 57,2% padahal targetnya 61,2%.

“BKKBN hanya mampu meningkatkan rata-rata setiap tahun 1% dari yang seharusnya 4%. Kendalanya, beberapa daerah belum digarap karena sulit dijangkau,” kata Nofrijal di sela-sela kegiatan sosialisasi dan konsultasi pelaksanaan DAK program KB 2019 untuk wilayah regional III yang berlangsung selama tiga hari di Denpasar, Bali.

Kedua, kebutuhan KB yang tidak terlayani (unmet need) baru berhasil diturunkan menjadi 12,4% dari target seharusnya sebesar 10,14%. Kendalanya, penyebaran kontrasepsi tidak merata sampai ke fasilitas kesehatan. Selain itu, terdapat masa transisi pelayanan KB dari yang sebelum dengan sesudah dibiayai oleh BPJS Kesehatan. BKKBN segera melakukan pembenahan, terutama sinkronisasi data berapa peserta KB yang dibiayai BPJS Kesehatan.

Ketiga, angka putus pakai (drop out) kontrasepsi masih tinggi. Meskipun mengalami penurunan sampai 25%, angka ini belum memuaskan dari angka idealnya yang berada di bawah 20%. Keempat, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) belum sesuai harapan. Tingginya angka putus pakai disebabkan oleh angka ini. Angka penggunaan MKJP memang meningkat sebesar 23,1% dari target 22,3%. Akan tetapi, kemudahan mengakses jenis kontrasepsi jangka pendek seperti pil dan suntikan menyebabkan angka putus pakai tetap tinggi.

“Kita butuh tenaga yang harus terlatih terutama yang tinggal di daerah pelosok. Selain itu, pilihan MKJP ini lebih banyak ke implan. Sementara pengadaan implan di 2018 ada sedikit masalah. Tidak semua provinsi bisa menyediakannya,” kata Nofrijal.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kampung KB Belum Optimal, Perlu Dukungan Inpres

Lebih dari 13.000 Kampung KB sudah terbentuk di seluruh Indonesia.

KESEHATAN | 8 Februari 2019

Kalbe Learning Centre Raih Tiga Rekor MURI

Kalbe Learning Centre telah meluluskan 7.476 trainee yang siap bekerja di industri farmasi.

KESEHATAN | 6 Februari 2019

Ternyata, Fogging Kurang Efektif Atasi DBD

Fogging yang mengandung pestisida dinilai membawa dampak negatif. Namun, fogging tetap dibutuhkan karena ini adalah cara paling cepat kurangi nyamuk dewasa.

KESEHATAN | 6 Februari 2019

DBD Renggut 169 Korban Jiwa

Provinsi yang mempunyai tren tinggi kasus DBD masih Jawa Timur, Jawa Barat, NTT, dan Lampung. Kemudian Sulawesi Utara, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

KESEHATAN | 6 Februari 2019

Siloam Hospitals Rayakan Imlek Bersama Pasien

Siloam Hospitals membagikan satu set amplop angpao kepada pasien rawat inap.

KESEHATAN | 5 Februari 2019

Suntikan Genstin F2 dan F3 Atasi Keluhan Akseptor KB

Dimana efeknya akan lebih baik karena selama menggunakan metode suntik dengan formula tersebut, para akseptor KB akan tetap menstruasi setiap bulannya.

KESEHATAN | 5 Februari 2019

Alasan Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan

Yoforia memberangkatkan lima konsumen yang beruntung ke Tanah Suci.

KESEHATAN | 4 Februari 2019

Tips Menciptakan Tidur yang Berkualitas

Tidur pada malam hari memerlukan waktu 7 sampai 8 jam dalam sehari

KESEHATAN | 3 Februari 2019

Tiga Langkah Jalani Fun Diet

Diet yang menyenangkan adalah dengan mengatur pola makan bukannya mengurangi porsi makan.

KESEHATAN | 3 Februari 2019

Berbagi Harapan untuk Pengidap Kanker Lewat Helaian Rambut

Siloam Hospitals mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap penderita kanker melalui program donasi rambut.

KESEHATAN | 2 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS