Kemkes Dukung Penelitian Lanjutan Bajakah Sebagai Obat Kanker
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-0.93)   |   COMPOSITE 5059.22 (-2.2)   |   DBX 933.73 (-1.46)   |   I-GRADE 135.366 (-0.22)   |   IDX30 427.201 (-1.58)   |   IDX80 111.513 (-0.34)   |   IDXBUMN20 284.629 (-0.94)   |   IDXG30 118.405 (-0.38)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-1.35)   |   IDXQ30 125.347 (-0.55)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.23)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-0.84)   |   IDXV30 105.043 (-0.22)   |   INFOBANK15 803.622 (1.06)   |   Investor33 371.182 (-0.18)   |   ISSI 148.056 (-0.17)   |   JII 539.107 (-2.74)   |   JII70 182.679 (-0.71)   |   KOMPAS100 996.599 (-1.36)   |   LQ45 780.316 (-2.62)   |   MBX 1404.61 (-0.38)   |   MNC36 278.843 (-0.12)   |   PEFINDO25 265.576 (-2.48)   |   SMInfra18 242.356 (-1.44)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.13)   |  

Kemkes Dukung Penelitian Lanjutan Bajakah Sebagai Obat Kanker

Selasa, 27 Agustus 2019 | 12:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com -Penelitian awal tanaman bajakah sebagai obat kanker yang dilakukan tiga pelajar SMA 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, masih menuai pro dan kontra di masyarakat. Pasalnya, usai pelajar tersebut mendapat penghargaan dan viral di media sosial, tak sedikit masyarakat yang memburu tanaman ini sebagai pengobatan kanker. Bahkan bajakah juga diperjualbelikan secara daring meski secara medis masih banyak pihak yang meragukan khasiat dan mutunya.

Kementerian Kesehatan (Kemkes) sendiri menilai temuan ini adalah potensi yang harus dikembangkan. Namun, Kemkes melihat bahwa terlalu dini untuk mengklaim bajakah sebagai obat kanker karena masih perlu dibuktikan secara kajian ilmiah melalui uji praklinis (pada hewan) dan uji klinis (pada manusia). Masih diperlukan penelitian lebih lanjut sesuai kaidah penelitian di Indonesia yang membutuhkan waktu lama dan anggaran besar.

Oleh karena itu, Kemkes akan mendukung penelitian lebih lanjut tersebut sampai terbukti khasiat dan keamanannya hingga menjadi obat kanker yang diterima dalam dunia kedokteran.

Dukungan tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek usai bertemu dengan tiga siswa penemu bajakah, yaitu Yazid, Aysa Aurealya, dan Anggina Rafitri yang didampingi orang tua dan gurunya di Kantor Kemkes, Senin (26/8).

"Kami hargai anak anak-anak yang bisa memikirkan penelitian. Saya minta ini didorong dan mungkin dibantu para guru juga. Dari Balitbangkes Kemkes tentu bersedia sekali untuk terus meneliti ini sampai benar benar bermanfaat untuk masyarakat," kata Menkes.

Menurut Menkes, dalam praktiknya di masyarakat, air bajakah bisa menyembuhkan penderita kanker, dan dipergunakan secara turun temurun. Khasiat tanaman ini juga telah diujicobakan pada mencit dan diteliti oleh Universitas Lambung Mangkurat. Dari penelitian itu terbukti bahwa bajakah mengandung antiradikal bebas tinggi, yang berperan untuk membunuh sel kanker.

Potensi bajakah bisa dikembangkan menjadi herbal atau bahkan fitofarmaka (obat dari bahan alam). Namun, untuk jadi fitofarmaka, harus terbukti khasiat dan keamanannya secara ilmiah melalui uji pre klinis maupun uji klinis. Untuk membuktikan apakah zat aktif yang terkandung dalam bajakah berkhasiat mematikan sel kanker, maka perlu penelitian dengan metodologi yang benar.

Sementara penelitian awal siswa SMA Palangkarya belum sampai ke situ, sehingga belum bisa diklaim sebagai obat kanker. Meskipun dari sisi keamanan sebetulnya tidak diragukan lagi karena telah jadi pengobatan secara turun temurun di masyarakat setempat.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Siloam Bekasi Timur Berbagi Kasih ke Panti Asuhan Rumah Shalom

Acara berbagi kasih ini sekaligus merayakan HUT ke-2 Rumah Sakit Siloam Bekasi.

KESEHATAN | 26 Agustus 2019

"Jangan Ada Lagi Antrean Panjang Pasien"

"Sakit atau tidak sakit, premi BPJS Kesehatan harus tetap dibayar."

KESEHATAN | 25 Agustus 2019

BPJS Kesehatan Tunggu Keputusan Pemerintah

BPJS Kesehatan tidak bisa dibiarkan sendirian menanggung beban sebagai operator untuk mewujudkan negara kesejahteraan.

KESEHATAN | 25 Agustus 2019

Iuran BPJS Naik, Kualitas Ditagih

"Tidak mungkin masyarakat menghendaki layanan yang berkualitas dan berkelanjutan, tetapi tidak mau membayar premi yang lebih memadai."

KESEHATAN | 25 Agustus 2019

Raih BPJS Award 2019, Inilah Keunggulan RSU Aisyiyah Ponorogo

Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo melakukan berbagai inovasi untuk memudahkan dan memastikan pasien mendapatkan layanan terbaik.

NASIONAL | 24 Agustus 2019

AIA Ajak Jutaan Keluarga di Indonesia Hidup Lebih Sehat

AIA Centennial Celebration mengajak jutaan keluarga di Indonesia untuk hidup lebih sehat, lebih lama, lebih baik.

KESEHATAN | 25 Agustus 2019

Raih BPJS Award 2019, Ini Keunggulan RSU Aisyiyah Ponorogo

Berbagai inovasi dikembangkan RSU Aisyiyah Ponorogo untuk memudahkan pasien.

KESEHATAN | 24 Agustus 2019

MRCCC Siloam Luncurkan Penanganan Terpadu Kanker Payudara

Di Indonesia, kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah kasus terbanyak.

KESEHATAN | 24 Agustus 2019

Psikis Tidak Stabil Bisa Jadi Pemicu Penyalahgunaan Narkoba

Dalam beberapa penyakit tertentu, faktor kecemasan yang berakibat tekanan mental juga berpengaruh.

KESEHATAN | 23 Agustus 2019

Minat Pemeriksaan Genetik Meningkat

Kalbe melalui salah satu anak perusahaan PT Bifarma Adiluhung yang memiliki produk pemeriksaan genetik Nutrigen-me.

KESEHATAN | 23 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS