Bahan Baku 14 Obat Akan Diproduksi di Dalam Negeri
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Bahan Baku 14 Obat Akan Diproduksi di Dalam Negeri

Rabu, 11 September 2019 | 12:09 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com -Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku untuk produk obat dan alat kesehatan impor masih tinggi. Saat ini, sekitar 95% bahan baku obat mengandalkan impor dari sejumlah negara seperti India dan Tiongkok. Kementerian Kesehatan (Kemkes) menargetkan ketergantungan terhadap impor ini ini turun sampai 15 % dalam dua tahun atau 2021 mendatang.

Dirjen Kefarmasian dan Alkes Kemkes, Engko Sosialine Magdalena, mengatakan, terdapat sekitar 14 jenis obat yang bahan bakunya akan diproduksi sendiri oleh Indonesia pada 2021 mendatang. Di antaranya adalah sefalosporin (kelompok antibiotik untuk membunuh bakteri) dan turunannya, atorvastatin dan simvastatin (untuk menurunkan kolesterol), clopidogrel (untuk jantung) entecavir (untuk hepatitis B), efavirenz (antiretroviral untuk HIV/AIDS, erythropoetin atau EPO (mengobati anemia), insulin, probiotik, ekstrak bahan alam, sel punca protein, fraksionasi darah, vaksin, dan golongan beta laktam buat mengatasi infeksi bakteri.

Untuk mencapai target impor turun hingga 15% di tahun 2021, pemerintah melakukan berbagai upaya. Di antaranya adalah menyederhanakan proses perizinan, misalnya melalui digital signature atau tanda tangan elektronik.

Pejabat Kemkes yang mengeluarkan sertifikat produksi dan distribusi tidak lagi menandatangani surat, tetapi lewat android yang bisa diakses kapan dan di mana pun. Pemerintah juga mendorong RS untuk lebih banyak menggunakan produk dalam negeri daripada impor. Misalnya melalui katalog elektronik, produk dalam negeri ditandai dengan logo merah putih atau kalimat cintai produk dalam negeri yang tujuannya meminta RS utamakan produk lokal. Dorongan pun dilakukan lewat regulasi, misalnya Perpres 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional mengamanatkan penggunaan alkes dalam negeri diutamakan.

Upaya terbaru adalah dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) 117/2019 yang merupakan revisi dari Permenkeu 39/2018 tentang Tata Cara Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak. Aturan ini memberikan prosedural yang ramah bagi perusahaan besar farmasi (PBF) dan penyalur alkes, sehingga aliran arus kas (cash flow) mereka tetap lancar.

Sebelum adanya Permenkeu yang baru, menurut Engko, PBF dan penyalur alkes dikenakan pemotongan pajak pertambahan nilai (PPN) dua kali oleh pemerintah. Pertama, pemotongan 10% otomatis dilakukan saat proses di katalog elektronik. Kedua, 10% ketika pemerintah membeli obat dari PBF.

PPN ini akan dikembalikan, namun tidak tentu waktunya bisa tiga tahun bahkan lebih. Dengan adanya Permenkeu yang baru diterbitkan akhir Agustus 2019 ini, pengembalian PPN dari pemerintah ke PBF dan penyalur hanya 5 hari.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemkes Targetkan Impor Bahan Baku Obat Turun 15%

Saat ini, 72% industri yang beroperasi di Indonesia adalah industri lokal. Namun, bahan baku yang dipakai 95% masih diimpor dari negeri lain.

KESEHATAN | 11 September 2019

Nutricia Indonesia Foundation Kirim Dokter Spesialis Anak ke Belanda

NIF secara berkesinambungan terus berperan aktif memberikan berbagai dukungan untuk meningkatkan kualitas dan layanan kesehatan anak-anak di Indonesia.

KESEHATAN | 10 September 2019

Lentera Anak Apresiasi Djarum Kurangi Branding di Lokasi Audisi

Jika Djarum memang tulus ikhlas melakukan pembibitan olahraga, Djarum dapat terus melanjutkan kegiatan dengan menghilangkan semua brand image.

KESEHATAN | 10 September 2019

5 Korban Tewas, Pemerintah AS Rilis Bahaya Vaping

AS tengah menyelidiki lebih dari 450 kasus penyakit yang diduga terkait vaping di 33 negara bagian.

KESEHATAN | 10 September 2019

Cordlife Perluas Edukasi Skrining Awal Kehamilan

Hingga saat ini tercatat ada 11.000 tali pusat yang disimpan di Cordlife.

KESEHATAN | 9 September 2019

Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Kondisi Habibie Membaik

Kementerian Sekretariat Negara menyebutkan kondisi kesehatan Presiden ke-3 BJ Habibie membaik.

KESEHATAN | 9 September 2019

Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak

Dengan memiliki saluran pencernaan yang sehat, maka penyerapan gizi dan kekebalan tubuh anak akan lebih baik, sehingga anak tidak mudah terkena penyakit.

NASIONAL | 9 September 2019

Cordlife Edukasi Bumil di Surabaya

Kehadiran Cordlife di Indonesia bertujuan memberikan arti dan dampak positif bagi masyarakat yang lebih luas.

KESEHATAN | 8 September 2019

Rahasia Sehat Menurunkan Berat Badan

Elumor plum merupakan minuman serbuk instan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

KESEHATAN | 7 September 2019

Awas, 3 Orang Meninggal Akibat Penyakit Misterius yang Diduga dari Vape!

Sebagian besar pasien menjadi sakit setelah menghisap vape yang mengandung THC. Namun, belum dapat dipastikan apa penyebab meninggalnya pasien-pasien.

KESEHATAN | 7 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS