Pemda Wajib Lakukan Deteksi Dini Diabetes
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.06)   |   COMPOSITE 5652.76 (46.9)   |   DBX 1032.04 (1.43)   |   I-GRADE 164.451 (1.44)   |   IDX30 490.95 (2.81)   |   IDX80 128.766 (0.85)   |   IDXBUMN20 358.484 (3.56)   |   IDXG30 133.521 (0.61)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.14)   |   IDXQ30 142.408 (1.11)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (2.82)   |   IDXV30 120.747 (2.02)   |   INFOBANK15 969.323 (4.52)   |   Investor33 424.184 (2.19)   |   ISSI 165.497 (1.56)   |   JII 607.992 (4.73)   |   JII70 207.954 (1.97)   |   KOMPAS100 1151.81 (9.36)   |   LQ45 901.663 (5.31)   |   MBX 1571.94 (14.58)   |   MNC36 316.426 (2.04)   |   PEFINDO25 300.975 (7.91)   |   SMInfra18 283.853 (1.4)   |   SRI-KEHATI 362.321 (1.93)   |  

Pemda Wajib Lakukan Deteksi Dini Diabetes

Selasa, 12 November 2019 | 12:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Penyakit diabetes melitus (DM) menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat karena kasusnya terus meningkat. International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan penderita diabetes di 2018 mencapai 629 juta orang di seluruh dunia. Tren peningkatan penderita diabetes juga terjadi di Indonesia. Dari yang tadinya baru 6,9% dari total penduduk, sekarang meningkat menjadi 8,5%.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), Anung Sugihantono mengatakan, untuk menanggulangi penyakit diabetes, pemerintah melakukannya lewat program pencegahan dan pengendalian utamanya fokus pada faktor risiko dan penemuan kasus diabetes lebih dini melalui kegiatan Posbindu. Sayangnya, menurut Anung, cakupan deteksi dini penyakit diabetes ini belum optimal. Hal itu ia ungkapkan dalam jumpa pers terkait peringatan Hari Diabetes Sedunia 2019 di Kantor Kemkes, Jakarta, Senin (11/11)

Untuk meningkatkan cakupan, pemerintah mengeluarkan PP 2/2018, Permendagri 100/2018, dan Permenkes 4/2019. Dengan ketiga peraturan itu, pemerintah kabupaten dan kota wajib melakukan kegiatan deteksi dini diabetes terhadap sebagai salah satu indikator standar pelayanan minimal. Kegiatan wajib ini berupa skrining atau pemeriksaan dini kadar gula darah untuk penduduk usia 15 tahun ke atas minimal satu tahun sekali. Sedangkan bagi penyandang diabetes wajib dilakukan pemeriksaan kadar gula darah minimal satu bulan sekali.

Adapun faktor risiko terjadinya penyakit diabetes ini juga cenderung meningkat, misalnya obesitas (kegemukan) pada orang dewasa dari 14,8% naik menjadi 21,8%. Obesitas sentral (kegemukan hanya di bagian perut) naik dari 26,6% menjadi 31%. Perilaku merokok baik dari 28,8% menjadi 29,3%, dan aktivitas fisik kurang naik dari 26,1% menjadi 33,5%. Sementara penduduk yang kurang makan makan sayur dan buah sebanyak 95,5%, naik dari sebelumnya 93,5%.

Persoalan lainnya, menurut Anung, banyak penderita diabetes yang tidak rutin minum obat antidiabetes atau suntik insulin. Alasan tidak rutin minum obat beragam. Ada yang merasa sudah sehat, tidak berobat ke fasilitas kesehatan, minum obat tradisional, dan sering lupa.

“Masalah besar kita adalah sebagian besar atau sekitar 3 di antara 4 orang penderita diabetes tidak menyadari kalau dirinya menderita penyakit ini dan kurangnya kesadaran terhadap kontrol berkala,” kata Anung.

Ia menambahkan, risiko komplikasi diabetes juga terus meningkat, seperti gagal ginjal, jantung koroner, strok, dan lain-lain. Komplikasi ini menimbulkan beban besar, seperti angka kecacatan tinggi, rendahnya kualitas masyarakat, kematian dini, dan meningkatnya pembiayaan kesehatan serta perekonomian negara.

Diabetes adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hal ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. IDF mencatat penderita diabetes di dunia terus meningkat. Di 2015, baru sebanyak 415 juta jiwa kemudian meningkat menjadi 425 juta di tahun 2017, dan mencapai 629 juta pada tahun 2018.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Tunggakan BPJS di DIY Membengkak hingga Rp 90 M

Pansus akan minta penjelasan tentang utang miliaran ke berbagai rumah sakit termasuk skema pembayarannya.

KESEHATAN | 12 November 2019

BPOM Bekali Milenial Edukasi Makan Sehat

Faktor utama penyebab penyakit dan kematian di seluruh dunia bermula dari kebiasaan pola pangan yang tidak sehat.

KESEHATAN | 11 November 2019

Evergen Dorong Kemandirian Bahan Baku Farmasi Nasional

Evergen berhasil meraih piala karya anak bangsa dari Kementerian Kesehatan.

KESEHATAN | 11 November 2019

Subsidi BPJS, Menkes Butuhkan Data Detail

Data yang mendetail dibutuhkan Menteri Kesehatan agar subsidi iuran BPJS Kesehatan kelas III dapat tepat sasaran.

KESEHATAN | 11 November 2019

Tak Sanggup Bayar, Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Turun Kelas

Warga merasa kenaikan BPJS Kesehatan hingga seratus persen tak sejalan dengan kenaikan penghasilan mereka.

KESEHATAN | 11 November 2019

Komisi IX Harap Menkes Buat Terobosan Inovatif Dunia Kesehatan

dr. Terawan dikenal sebagai sosok yang kaya akan terobosan sebelum menjadi menkes.

KESEHATAN | 11 November 2019

Wacana Subsidi Peserta JKN-KIS Kelas III Dinilai Kurang Tepat

Untuk membantu orang miskin di kelas III, Timboel mengusulkan, pembersihan data harus dilakukan secara obyektif.

KESEHATAN | 11 November 2019

Pemerintah Akan Subsidi Peserta JKN-KIS Kelas III

Membatalkan kenaikan iuran dan merevisi Pepres 75/2019 kemungkinan tidak dilakukan. Iuran peserta mandiri tetap naik, tetapi peserta kurang mampu akan disubsidi

KESEHATAN | 11 November 2019

Inuki Dorong Sinergisitas Pengobatan Nuklir di Indonesia

Inuki menjabarkan metode pengobatan nuklir di pameran Pembangunan Kesehatan 2019.

KESEHATAN | 10 November 2019

Andi Gani Dukung Usulan Menkes Soal Subsidi Iuran BPJS

Pemberian subsidi iuran BPJS bertujuan mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

KESEHATAN | 9 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS