YLKI: Jika Izin Edar Obat Dipegang Kemkes, BPOM Bakal Mandul
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

YLKI: Jika Izin Edar Obat Dipegang Kemkes, BPOM Bakal Mandul

Rabu, 27 November 2019 | 14:45 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com -Ketua Harian Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mendesak Menteri Kesehatan (Menkes)Terawan Agus Putranto untuk membatalkan rencana menarik kewenangan mengeluarkan izin edar obat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).Menurutnya, pengawasan baik prapasar dan pascapasar harus di bawah kendali satu pintu atau satu atap, yakni BPOM. Jika pengawasan prapasar diambil oleh Kemkes, hal itu justru akan memperlemah pengawasan itu sendiri, dan pada akhirnya memperlemah perlindungan pada konsumen.

“Jika pengawasan prapasar dan paskapasar terpisah maka upaya untuk penegakan hukum oleh BPOM akan mandul. Sebab perizinan dan semua data ada di Kemkes bukan di BPOM,” kata Tulus kepada SP, Rabu (27/11/2019).

Menurut Tulus, masalah utama mahalnya harga obat jelas bukan terletak pada masalah perizinan, tetapi masalah bahan baku obat yang hampir 100% masih impor dan rantai distribusi obat yang sangat panjang. Bahkan dugaan adanya mafia impor obat inilah yang menjadi pemicu mahalnya harga obat.

Jika ingin menekan harga obat ke level lebih murah, menurut Tulus, Menkes harus mendorong untuk mengurangi impor bahan baku obat dan membuka keran bagaimana industri bahan baku obat bisa difasilitasi di Indonesia dan membuat distribusi obat bisa lebih sederhana. Selain itu, Menkes juga diminta untuk memberantas adanya dugaan mafia impor bahan baku obat.

Bisa dipastikan pengambilan perizinan dari BPOM tidak mampu menurunkan harga obat karena duduk persoalannya memang bukan pada perizinan. Alih-alih, perizinan di Kemkes malah menjadi masalah baru, dan harga obat malah kian mahal.

Seperti diketahui, BPOM selama ini adalah institusi yang berwenang memberikan izin produksi dan edar obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi. Pemberian izin tersebut harus melalui beberapa tahapan dan verifikasi tertentu seperti uji klinis, uji kandungan obat, dan pengujian lainnya sebelum satu produk dilempar ke masyarakat.

Untuk keperluan tersebut, BPOM telah dilengkapi dengan laboratorium lengkap untuk berbagai pengujian itu. Pengujian yang dilakukan hanya beberapa hari saja, seperti yang dijanjikan oleh Menkes dapat dipastikan tidak bakal mendalam dan hanya bersifat verifikasi.

Sebelumnya, Menkes Terawan mengatakan telah bertemu Kepala BPOM Penny Lukito untuk meminta kewenangan pemberian izin edar obat dikembalikan kepada Kemkes. Menurut Menkes, berdasarkan peraturan perundangan, kewenangan untuk mengeluarkan izin edar obat itu ada di Kemkes. Namun sejak dahulu BPOM lah yang didelegasikan untuk melaksanakannya.

“Entah karena apa, dulunya (kewenangan) dikasih ke BPOM. Nah kami ingin itu dikembalikan ke Kemkes supaya tidak melanggar aturan. Saya sudah bertemu Kepala BPOM, sudah bicarakan, tidak ada konflik, dan kita sepakat untuk kembali ke peraturan yang ada,” kata Menkes di Kantor Kemkes, Jakarta, Senin (25/11/2019) malam.

Menkes mengatakan, untuk izin edar sediaan farmasi akan dilakukan oleh Kemkes. Sedangkan tugas BPOM melakukan pengawasan prapasar dan pascapasar untuk memastikan proses produksi maupun distribusinya sesuai cara yang baik serta sesuai peraturan yang ada. Perubahan ini akan segera direalisasikan, sehingga ditargetkan proses pemberian izin makin singkat.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Daewoong Group Buka Pertukaran Tenaga Medis Indonesia

Dokter muda Indonesia mendapatkan kesempatan berharga berbagi ilmu dengan tenaga medis Korea Selatan.

KESEHATAN | 27 November 2019

China Healthcare Products Expo 2019 Resmi Digelar

Chexpo Asean 2019 digelar selama tiga hari di Hall A2 dan A3, Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta pada tanggal 27-29 November 2019.

KESEHATAN | 27 November 2019

Operasi Cesarea Meningkat di Era JKN-KIS

Persalinan dengan cara operasi atau dikenal istilah [itali]sectio cesarea menunjukkan tren meningkat setiap tahunnya.

KESEHATAN | 26 November 2019

Komisi IX DPR Berencana Panggil Menkes Terkait Izin Edar Obat

Penarikan kembali kewenangan izin edar obat dinilai tidak mudah, karena ada sejumlah ketentuan atau peraturan yang mengikat.

KESEHATAN | 26 November 2019

Perubahan Gaya Hidup Dorong Konsumsi Suplemen Kesehatan

Ardisi Rasya Herbalindo melebarkan sayap bisnis dengan mengeluarkan produk Antartic Gold Krill Oil.

KESEHATAN | 26 November 2019

Peran Penting Keluarga dalam Pencegahan dan Penanganan Diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang umum diderita di Indonesia.

KESEHATAN | 26 November 2019

Herbalife Dukung 90 Atlet Indonesia Berlaga di SEA Games 2019

Semakin banyak atlet-atlet berprestasi yang nutrisinya didukung oleh Herbalife Nutrition.

KESEHATAN | 25 November 2019

BPOM Keluarkan Izin Edar Vaksin Pneumonia Multidosis

BPOM mengeluarkan izin edar untuk produk vaksin pneumonia multidosis bantuan dari The United Nations Children's Fund (Unicef).

KESEHATAN | 25 November 2019

Anak Stunting Berisiko Tinggi Terkena Penyakit Tidak Menular

Dalam jangka panjang, stunting berdampak negatif untuk kecerdasan anak.

KESEHATAN | 24 November 2019

Layanan doctorSHARE Buka Akses Kesehatan di Wilayah Terpencil

Indonesia sebagai negara kepulauan perlu memiliki sistem layanan kesehatan terpadu yang memudahkan masyarakat hingga ke pelosok.

KESEHATAN | 23 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS