Pascabanjir, Pemda Diimbau Waspadai Potensi KLB Leptospirosis
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pascabanjir, Pemda Diimbau Waspadai Potensi KLB Leptospirosis

Senin, 6 Januari 2020 | 15:10 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Intensitas hujan yang tinggi dan potensi banjir di berbagai wilayah berdampak pada masalah kesehatan. Salah satu yang dikhawatirkan adalah meningkatnya potensi kejadian luar biasa (KLB) penyakit leptospirosis. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengeluarkan surat edaran mengimbau seluruh kepala daerah melalui kepala dinas tingkat provinsi sampai kabupaten/kota untuk mewaspadai potensi KLB penyakit ini.

Dihubungi SP di Jakarta, Minggu (5/1/2020), Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes, Anung Sugihantono yang menandatangani surat edaran tersebut mengatakan, di Indonesia kasus leptospirosis cenderung meningkat setiap tahunnya.

Pada 2016, Kemkes mencatat ada sebanyak 830 kasus dengan 61 kematian. Jumlah kasus meningkat di 2017 sebanyak 940 kasus dengan 236 kematian. Kemudian 2018 sebanyak 894 kasus dengan 150 kematian, dan sampai Oktober 2019 tercatat 686 kasus dengan 110 kematian.

Hingga Oktober 2019, sembilan provinsi telah melaporkan adanya peningkatan kasus leptospirosis dengan angka kematian atau case fatality rate (CFR) sebanyak 16% dari total kasus. Sembilan provinsi tersebut adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Maluku dan Sulawesi Selatan.

“Sehubungan dengan meningkatnya kasus leptospirosis di berbagai daerah yang dikhawatirkan berpotensi terjadi KLB seiring mulainya musim penghujan di seluruh wilayah di Indonesia, maka seluruh kepala dinas kesehatan dan jajarannya diminta untuk melakukan upaya kesiapsiagaan,” kata Anung.

Menurutnya, lesiapsiagaan menghadapi leptospirosis bisa dilakukan pemda dengan berbagai cara. Pertama, pemda melalui dinas kesehatan harus meningkatkan kegiatan penemuan kasus dini leptospirosis dengan pemeriksaan atau skrining cepat menggunakan rapid diagnostic tes (RDT). Setelah itu dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) maupun macroscopic aglutination tes (MAT) untuk memastikan positif atau tidak.

Kedua, menurut Anung, lakukan promosi kesehatan berupa sosialisasi atau kampanye secara masif agar masyarakat waspada terhadap penularan leptospirosis dengan selalu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat diimbau untuk membersihkan sarang dan memberantas tikus sesuai dengan pedoman.

Ketiga, tingkatkan kemampuan petugas dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk mencegah dan mengendalikan leptospirosis di wilayah masing-masing. Keempat, lakukan pengobatan segera kepada orang yang diduga maupun yang sudah positif menderita leptospirosis sesuai dengan pedoman yang disudah ditetapkan di fasilitas kesehatan.

Kelima, tingkatkan sistem kewaspadaan dini (SKD) dengan kegiatan surveilen pada manusia dan faktor risiko dari leptospirosis. Keenam, koordinasi lintas program dan lintas sektor untuk kewaspadaan dan penanggulangan KLB Leptospirosis. Ketujuh, laporkan segera setiap kasus leptospirosis di wilayah masing-masing ke Kemkes melalui Subdit Zoonosis.

Anung menjelaskan, leptospirosis adalah penyakit zoonosis (bersumber binatang) bersifat akut atau mendadak dengan tingkat keparahan tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri genus leptosipira dengan spektrum penyakit yang luas dan dapat menyebabkan kematian. Faktor penular utama penyakit ini adalah rodentia atau tikus. Penularannya melalui kontak lansung atau tidak langsung dengan urin hewan yang terinfeksi leptosipira.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pekerja Komuter Cenderung Alami Masalah Tidur

Orang dengan jam kerja lebih lama dan perjalanan panjang lebih cenderung memiliki kelebihan berat badan.

KESEHATAN | 5 Januari 2020

Pentingnya Trauma Healing Anak Korban Banjir

Kegiatan pemulihan trauma korban banjir juga melibatkan anggota PMI, Karang Taruna, dan Yayasan Abhipraya Responsif.

KESEHATAN | 5 Januari 2020

BPJS Kesehatan Beri Kemudahan Peserta Turun Kelas

BPJS Kesehatan menyatakan peserta yang turun kelas rawatan masih dalam batas wajar.

KESEHATAN | 5 Januari 2020

Iuran JKN Naik, Jumlah Peserta Turun Kelas Tak Signifikan

Potensi turun kelas perawatan khususnya terjadi pada peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri.

KESEHATAN | 5 Januari 2020

Kemkes Imbau Korban Banjir Waspadai Lestospirosis

Kemkes telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit lestospirosis.

KESEHATAN | 4 Januari 2020

8 Cara Sederhana Menghindari Penyakit Pascabanjir

Beberapa penyakit berpotensi muncul dan meningkat kasusnya pascabanjir.

KESEHATAN | 4 Januari 2020

Waspada Penyakit-penyakit Pascabanjir

Banjir dapat menyebabkan leptospirosis, diare, demam tifoid, DBD, ISPA, dan hipotermia.

KESEHATAN | 4 Januari 2020

Iuran BPJS Kesehatan Naik, DPR: Pemerintah Abaikan Keputusan Bersama

Sudah ada kesepakatan untuk mengambil alternatif kedua yang diusulkan oleh Kemkes untuk mengatasi keberatan kenaikan iuran peserta mandiri kelas 3.

KESEHATAN | 3 Januari 2020

Iuran JKN-KIS Naik, BPJSK dan Persi Tinjau Layanan Faskes

Beberapa peningkatan kualitas pelayanan ini berupa layanan antrean elektronik dalam rangka memberikan kepastian waktu layanan pada peserta JKN-KIS.

KESEHATAN | 3 Januari 2020

Menkes: 11.000 Tenaga Kesehatan Telah Disiagakan

Tenaga kesehatan ini berasal dari militer dan sipil.

KESEHATAN | 2 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS