Curhat Anak Guru Besar UI yang Meninggal Tertular Corona: Papi Sesak Napas Minta Tolong, Saya Tak Bisa Bantu
INDEX

BISNIS-27 426.538 (7.46)   |   COMPOSITE 4842.76 (69.8)   |   DBX 923.5 (3.46)   |   I-GRADE 127.867 (2.29)   |   IDX30 404.318 (7.37)   |   IDX80 105.647 (1.88)   |   IDXBUMN20 263.312 (7.44)   |   IDXG30 113.239 (1.72)   |   IDXHIDIV20 361.834 (6.55)   |   IDXQ30 118.461 (2.16)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.4)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (3.66)   |   IDXV30 99.778 (2.04)   |   INFOBANK15 760.318 (19)   |   Investor33 353.585 (6.67)   |   ISSI 142.238 (1.59)   |   JII 514.346 (5.58)   |   JII70 174.038 (2.42)   |   KOMPAS100 945.162 (17.43)   |   LQ45 740.002 (13.25)   |   MBX 1338.07 (21.42)   |   MNC36 264.409 (4.88)   |   PEFINDO25 251.635 (5.6)   |   SMInfra18 228.656 (3.16)   |   SRI-KEHATI 297.818 (5.94)   |  

Curhat Anak Guru Besar UI yang Meninggal Tertular Corona: Papi Sesak Napas Minta Tolong, Saya Tak Bisa Bantu

Kamis, 26 Maret 2020 | 15:41 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / IDS

Jakarta, Beritasatu.com – Salah satu dokter yang meninggal dunia akibat tertular pasien corona adalah Prof Dr dr Bambang Sutrisna, MHSc. Guru Besar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (23/3/2020) di RS Persahabatan Jakarta. Putrinya, Leonita Triwachyuni yang juga menjadi dokter, mengaku masih sedih dengan tragedi itu. Apalagi, saat meninggal, sang ayah benar-benar sendirian dan ia tak bisa membantunya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Noni itu, Prof Bambang tertular corona dari pasien yang ditanganinya. Pasien tersebut merupakan suspek corona dengan hasil rontgen paru-paru yang sudah putih. Setelah tiga kali melakukan pemeriksaan pada pasien tersebut, sang ayah pun akhirnya memperlihatkan tanda-tanda kesehatan yang menurun.

Dampaknya, Prof Bambang menderita demam dan sesak napas, kemudian dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan. Namun malang, ia tidak tertolong dan kemudian meninggal dunia.

Saat berbincang dengan Beritasatu, Rabu (25/3/2020), Noni mengaku kesedihannya memuncak saat ia tidak memiliki kesempatan untuk melihat wajah sang ayah untuk terakhir kalinya. Bahkan ia mengatakan, ia tidak memiliki foto terakhir sang ayah dan tidak bisa memilih lokasi pemakaman untuk sang ayah tercinta.

“Hal yang menyedihkan buat pasien Covid-19 adalah meninggal sendirian dan sesak sendirian. Mau minta tolong? Tidak ada perawat berjaga, ruangan isolasi tertutup, keluarga enggak bisa lihat," kisahnya dengan nada tercekat.

Yang lebih menyakitkan, ia yang berprofesi sebagai dokter tak bisa ikut membantu menangani sang ayah, meski sang ayah menelepon dan minta bantuan.

"Tahu apa yang papi lakukan pas sesak napas pada malam itu? Dia telepon saya jam 12 malam dan berkata, 'Noni, tolong Papi, Papi sesak'. Kita juga tidak bisa ngapa-ngapain, karena masuk ruang isolasi tidak boleh hanya di ruang tunggu,” lanjutnya.

Noni pun sempat menuliskan curahan hatinya itu lewat media sosial instagram. Sontak, respons ucapan duka cita dari warganet pun membanjirinya.

Noni yang merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi lulusan Universitas Indonesia itu mengaku, melalui unggahan tersebut ia ingin mengingatkan masyarakat luas untuk tidak menyia-nyiakan jasa para tenaga medis yang saat ini tengah bertaruh dengan nyawa melawan virus corona.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 893 Orang, 78 Orang Meninggal

Jumlah pasien yang sembuh bertambah 4 orang, sehingga total ada 35 orang warga yang telah dinyatakan sembuh.

KESEHATAN | 26 Maret 2020

8 Dokter Wafat di Tengah Pandemi, IDI: Hanya 4 yang Merawat Pasien Corona Langsung

Kami tidak ada pilihan selain bersemangat, sabar, dan hati-hati dalam merawat pasien. Kami imbau pengorbanan yang sudah jatuh menjadi korban harus dihargai.

KESEHATAN | 26 Maret 2020

Apotek Digital Ini Jadi Solusi Pasien Penyakit Kronis di Tengah Covid 19

Lifepack adalah sebuah apotek digital yang menawarkan layanan lengkap dan didukung oleh tim dokter dan apoteker yang berpengalaman.

KESEHATAN | 26 Maret 2020

Ini Saran Ahli Gizi untuk Menangkal Virus Corona

"Dasar pemikirannya adalah keseimbangan antara asupan dan kebutuhan Gizi. Saat bicara gizi seimbang, kita perlu mengetahui empat pilar yang mendasarinya.”

KESEHATAN | 26 Maret 2020

Terindikasi Corona? Begini Syarat untuk Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet

Pertama, datang sendiri. Apabila ada yang mengalami gejala seperti corona, seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas, maka ia bisa datang ke RS ini.

KESEHATAN | 26 Maret 2020

RS Darurat Wisma Atlet Rawat 208 Pasien Corona

Rumah sakit darurat Wisma Atlet dibangun khusus untuk merawat pasien yang menunjukkan gejala ringan dan sedang.

KESEHATAN | 26 Maret 2020

1 Juta Orang Berisiko Tertular Corona, Kapasitas Medis Tak Cukup

Dengan jumlah pasien yang masih minim saja, kapasitas medis tidak mencukupi, apalagi yang terpapar corona mencapai ratusan ribu, bahkan menembus 1 juta orang.

KESEHATAN | 26 Maret 2020

Putus Mata Rantai Sebaran Corona, Pemerintah Serukan Physical Distancing

Imbauan physical distancing ini, tidak hanya berlaku di tempat umum, tetapi juga berlaku di seluruh rumah tangga dan keluarga guna memutus rantai corona.

KESEHATAN | 25 Maret 2020

Tingkatkan Produksi APD untuk Tenaga Medis Virus Corona

Berbagai pabrik sektor kesehatan didorong untuk mempercepat produksi alat pelindung diri (APD) dari virus corona karena jumlahnya dinilai masih kurang.

KESEHATAN | 25 Maret 2020

Lewat Media Sosial, Dokter Stella Arzsa Aktif Sebar Informasi soal Corona

Dokter Stella Arszamembagikan pengetahuan dan memberikan tips kepada para followers-nya tentang bagaimana corona dan penyebarannnya.

KESEHATAN | 24 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS