Laki-laki Diproritaskan Jadi Donor Plasma Konvalesen
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

Laki-laki Diproritaskan Jadi Donor Plasma Konvalesen

Selasa, 5 Mei 2020 | 21:14 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (RSCM-FKUI) mulai mempersiapkan uji klinis terhadap plasma konvaselen yang kabarnya efektif untuk menyembuhkan pasien Covid-19. Dalam melakukan uji coba ini, RSCM membutuhkan pendonor plasma yang sukarela dan diprioritaskan untuk laki-laki.

Dokter Elida Marpaung dari Unit Transfusi Darah RSCM mengatakan, pasien Covid-19 yang sembuh semakin meningkat. Per hari ini, jumlahnya sudah mencapai 2.197 orang dari total 12.071 orang yang positif. Mereka potensial untuk menjadi pendonor plasma untuk kesembuhan pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan.

Sebetulnya banyak orang yang antusias untuk menjadi pendonor, tetapi tidak semuanya layak atau bisa diterima. Untuk mendapatkan plasma yang tepat, tim peneliti RSCM sangat selektif termasuk terhadap plasma donor.

Seperti donor darah, donor plasma pun harus memenuhi sejumlah ketentuan umum. Ini mengacu pada standar pelayanan transfusi darah yang diatur dalam Permenkes 91/2015. Syarat paling utama adalah donor plasma tersebut adalah sukarela. Artinya, si pendonor siap menerima plasmanya diberikan kepada siapa pun.

Kemudian, pendonor harus berusia 18-60 tahun, golongan darah sama, berat badan kurang lebih 55 kg, dan tidak ada riwayat penyakit yang dapat membatalkan donor, misalnya pernah menderita Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis, dan HIV.

Kemudian, pendonor plasma juga harus laki-laki.

“Sebenarnya pendonor itu bisa laki-laki, bisa perempuan. Namun transfusi ini lebih banyak laki-laki karena terkait antibodi HLA,” kata Elida dalam diskusi secara daring yang diselenggarakan RSCM dengan “Terapi Plasma Konvalesen pada Covid-19”, Selasa (5/5/2020).

Diketahui, human leukocyte antigen (HLA) merupakan protein atau penanda yang banyak ditemukan pada sel tubuh manusia, yang digunakan dalam pencocokan antara donor dan resipien ketika melakukan transplantasi. HLA adalah suatu mekanisme dalam tubuh untuk melidungi diri dari benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Wanita yang sudah pernah hamil atau pun melahirkan berpotensi antibodi HLA tersebut tertutup. Dengan demikian, jika pendonor plasma ada perempuan, maka harus dilakukan pengecekan antibodi HLA terlebih dulu. Sementara dalam uji coba semua dikerjakan dengan cepat, sehingga tidak cukup waktu untuk melakukan pemeriksaan khusus tersebut.

“Untuk mengecek HLA ini tidak bisa dengan analisa, apakah pernah hamil atau melahirkan. Karena itu, pada saat ini penelitian kami prioritaskan laki-laki. Ke depan baru laki-laki dan perempuan, karena kami akan tambahkan pemeriksaan HLA,” kata Elida.

Persyaratan khusus lainnya untuk seorang pendonor plasma adalah pernah terdiagnosa positif Covid-19, dan dinyatakan sembuh yang dibuktikan dengan pemeriksaan PCR. Ketentuan klinis minimal 14 hari bebas dari gejala klinis. Dengan pemeriksaan PCR dua kali negatif, dan satu kali pemeriksaan saat datang pertama kali ke RSCM untuk pengambilan plasma.
30 Pendonor

Sebelumnya, Kepala Bagian Penelitian RSCM, dr Andri MT Lubis mengatakan, saat ini tim peneliti RSCM dalam tahap mengumpulkan pendonor plasma. Jika sudah memenuhi jumlah yang diharapkan, maka minggu depan mereka akan langsung memulai uji klinis dengan memberikan plasma tersebut kepada pasien yang menjadi subyek penelitian ini.

“Sudah ada pendonor sukarela yang menghubungi kami. Nanti kami hubungi kembali untuk datang ke RSCM guna dilakukan screening untuk memastikan mereka layak untuk mendonorkan plasmanya,” kata Andri.

Untuk penelitian ini, RSCM membutuhkan 30 pendonor dengan golongan darah yang sama dengan 30 pasien penerima terapi plasma. Menurut dia, selain golongan darah pendonor dan pasien penerima harus sama, juga dipastikan pendonor benar-benar sehat atau sudah sembuh dari Covid-19. Kemudian, pendonor juga harus memiliki kadar antibodi yang dibutuhkan.

Andri menjelaskan, uji coba ini untuk melihat efektivitas dan keamanan terapi plasma bagi pasien Covid-19. Artinya, terapi ini tidak hanya ampuh menyembuhkan pasien, tetapi juga aman bagi penerima. Keamanan ini menurut Andri penting, karena terapi plasma sama dengan memasukkan produk dari luar ke dalam tubuh seseorang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Deteksi Sampel Covid-19, LIPI Fungsikan Laboratorium BSL-3

LIPI melakukan deteksi sampel virus terduga SARS-CoV-2 di fasilitas Biosafety Level-3 (BSL-3) dan clean room LIPI di Cibinong Science Center-Botanical Garden.

KESEHATAN | 5 Mei 2020

RSUD Depok Ditetapkan sebagai Rumah Sakit Khusus Covid-19

Dengan penetapan sebagai rumah sakit khusus Covid-19 maka untuk sementara pelayanan pasien rawat inap di RSUD Depok juga ditiadakan.

KESEHATAN | 5 Mei 2020

Poltekkes Kembangkan Aircov-19 Ventilator Berbiaya Rendah

Poltekkes mengembangkan Aircov-19, alat bantu pernapasan bagi pasien Covid-19, yang berbiaya rendah.

KESEHATAN | 5 Mei 2020

Deteksi Covid-19, Ini Tiga Metode Covid-19 yang Dipakai

Untuk mengetahui keberadaan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 maka diperlukan testing.

KESEHATAN | 5 Mei 2020

Menristek: Syarat Pengembangan Alkes Perlu Dilonggarkan

Relaksasi dalam pengembangan alkes dibutuhkan, salah satunya syarat pengujian.

KESEHATAN | 5 Mei 2020

IDI: Butuh Lebih Banyak Data untuk Tentukan Keberhasilan PSBB

DKI Jakarta dinilai lebih sukses menerapkan PSBB dibanding wilayah lain, tetapi masih butuh lebih banyak data untuk menentukan sejauh mana keberhasilan PSBB.

KESEHATAN | 5 Mei 2020

RSCM Mulai Tahap Uji Klinis Terapi Plasma Konvaselen

Pasien yang terlibat dalam uji coba adalah pasien konfirmasi positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

300 Baju Coverall Disumbangkan ke Tiga Rumah Sakit di Jatim

Tiga rumah sakit di Jawa Timur mendapatkan bantuan berupa 300 baju coverall sebagai alat pelindung diri.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

LIPI: PSBB Nasional Diperlukan untuk Memutus Penularan Covid-19

Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) perlu dilakukan secara nasional yang pelaksanaannya mengacu pada karakteristik setiap wilayah.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Percepat Tes Covid-19, 1.500 Cartridge Didistribusikan ke Daerah

Catridge tersebut digunakan pada mesin tes cepat molekuler (TCM) Tuberculosis (TBC) sehingga hasil tes Covid-19 bisa diketahui dengan cepat.

KESEHATAN | 4 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS