Iuran JKN Naik, BPJS Kesehatan: Keuangan Selalu Kritis Tiap Tahun
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Iuran JKN Naik, BPJS Kesehatan: Keuangan Selalu Kritis Tiap Tahun

Selasa, 26 Mei 2020 | 19:32 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - BPJS Kesehatan menghadapi kondisi keuangan yang kritis setiap tahun. Kondisi ini menyebabkan cash flow rumah sakit juga ikut terganggu. Tanpa perubahan besaran iuran peserta, maka kondisi kritis akan selalu dialami BPJS Kesehatan. Karena itulah sudah seharusnya iuran peserta disesuaikan dengan kebutuhan.

Direktur Keuangan BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso, mengungkapkan hal tersebut pada acara Zooming with Primus dalam tema “Jaminan Kesehatan Berkeadilan” yang disiarkan langsung di Beritasatu TV, Selasa (26/5/2020).

Kemal mengatakan, setiap tahun BPJS Kesehatan menghadapi defisit dan selalu jadi topik utama pemberitaan media massa. Keuangan yang kritis ini terjadi karena sejak awal JKN-KIS dilaksanakan pada 2014 lalu, besaran iuran peserta tidak sesuai dengan hitungan aktuaris seperti pengelolaan asuransi pada umumnya.

Menurut Kemal, JKN-KIS betul adalah asuransi sosial. Namun bagaimana pun, risiko terhadap penyakit harus tetap dihitung. Hitungan inilah yang sudah tidak sesuai sejak awal. Akibatnya, sejak tahun pertama defisit dan itu dibawa seterusnya hingga sekarang.

Pada 2018, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit terhadap hampir seluruh fasilitas kesehatan baik itu puskesmas maupun rumah sakit. Dari hasilnya terlihat bahwa di akhir 2018, BPJS Kesehatan menggendong beban gagal bayar atau utang sebesar Rp 9,2 triliun ke 2019.

“Ini (gagal bayar) merupakan pengukuran yang obyektif bahwa iuran memang belum dihitung secara aktuaris untuk memenuhi jaminan yang dijanjikan kepada peserta,” kata Kemal.

Kemal mengatakan, tanpa kenaikan iuran maka keuangan BPJS Kesehatan akan selalu kritis dari tahun ke tahun. Namun selama pandemi Covid-19 ini, menurut Kemal, cash flow BPJS Kesehatan maupun rumah sakit tertolong dengan adanya bantuan pemerintah. Pembayaran saat ini cukup lancar dan waktu gagal bayar BPJS Kesehatan ke rumah sakit makin pendek.

BPJS Kesehatan terbantu dari iuran peserta PBI sebesar Rp 42.000 per orang per bulan untuk 96,8 juta jiwa yang sudah dibayarkan pemerintah pusat sejak Agustus 2019.

“Ini membuat cash flow BPJS diperbaiki, dan pada akhirnya cash flow rumah sakit juga membaik. Ketika Covid-19 datang rumah sakit punya sumber daya untuk mendukung operasionalnya,” ucap Kemal.

Untuk diketahui, dalam Perpres 64/2020 pemerintah menetapkan per 1 Juli 2020, iuran peserta JKN-KIS bagi peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) atau peserta mandiri naik menjadi Rp 150.000 untuk kelas I, Rp 100.000 kelas II, dan Rp 42.000. kelas III.

Pemerintah akan memberikan subsidi kepada kelas III mandiri. Mulai 1 Juli 2020, peserta hanya membayar Rp 25.500, sedangkan sisanya Rp 16.500 dibayarkan oleh negara. Pada 2021 dan tahun-tahun berikutnya, peserta mandiri hanya membayar iuran Rp 35.000, dan sisanya Rp 7.000 disubsidi oleh pemerintah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 7 Orang

Sehingga jumlah kasus positif Covid-19 di wilayah Kota Tangerang sendiri kini berjumlah 341 orang.

KESEHATAN | 26 Mei 2020

Dua Hari Idulfitri, Kasus Positif Covid-19 di Depok Bertambah 20

Penambahan ini juga mencatatkan jumlah penderita terkonfirmasi Covid-19 di Kota Depok sebanyak 514 orang.

KESEHATAN | 26 Mei 2020

DIY Kembali Zero Tambahan Positif Covid-19

Kasus positif Covid-19 di DIY hingga saat ini, mencapai 226 kasus.

KESEHATAN | 26 Mei 2020

Hingga Akhir Mei, BPJS Masih Berutang ke RS Rp 5,1 T

Utang BPJS Kesehatan tersebut hanya berumur maksimum 11 hari. Bisa diartikan bahwa utang tersebut dilunasi BPJS Kesehatan kurang dari 11 hari.

KESEHATAN | 26 Mei 2020

Terjadi Penambahan 10 Kasus Positif Covid-19 di Banten

Jumlah kasus positif Covid-19 di Banten sebanyak 731 kasus.

KESEHATAN | 26 Mei 2020

PKS Salurkan Bantuan Senilai Rp 68,9 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Nilai bantuan yang diberikan oleh struktur PKS di seluruh provinsi dan struktur PKS di luar negeri akan terus bertambah mengingat penanganan Covid 19 belum usai

KESEHATAN | 26 Mei 2020

Upaya Kolektif Masyarakat Tentukan Indikator Penularan Covid-19

Gugus Tugas menggunakan indikator kesehatan masyarakat untuk membantu pemda dalam penilaian tingkat risiko penularan di suatu wilayah.

KESEHATAN | 26 Mei 2020

Update Covid-19: Bertambah 415, Kasus Positif Menjadi 23.165

Sedangkan pasien Covid-19 sembuh bertambah 235 sehingga total menjadi 5.877

KESEHATAN | 26 Mei 2020

Masuki New Normal, Pelonggaran PSBB Dievaluasi Setiap Minggu

Pemerintah memutuskan melakukan penegakan protokol kesehatan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota.

KESEHATAN | 26 Mei 2020

TNI-Polri Dikerahkan di 1.800 Titik Keramaian untuk Awasi Protokol Kesehatan

Dalam menerapkan protokol kesehatan gaya hidup normal baru (new normal), maka pasukan TNI dan Polri akan dikerahkan di 1.800 titik keramaian.

KESEHATAN | 26 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS