New Normal Akan Berjalan Bertahap
INDEX

BISNIS-27 426.538 (7.46)   |   COMPOSITE 4842.76 (69.8)   |   DBX 923.5 (3.46)   |   I-GRADE 127.867 (2.29)   |   IDX30 404.318 (7.37)   |   IDX80 105.647 (1.88)   |   IDXBUMN20 263.312 (7.44)   |   IDXG30 113.239 (1.72)   |   IDXHIDIV20 361.834 (6.55)   |   IDXQ30 118.461 (2.16)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.4)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (3.66)   |   IDXV30 99.778 (2.04)   |   INFOBANK15 760.318 (19)   |   Investor33 353.585 (6.67)   |   ISSI 142.238 (1.59)   |   JII 514.346 (5.58)   |   JII70 174.038 (2.42)   |   KOMPAS100 945.162 (17.43)   |   LQ45 740.002 (13.25)   |   MBX 1338.07 (21.42)   |   MNC36 264.409 (4.88)   |   PEFINDO25 251.635 (5.6)   |   SMInfra18 228.656 (3.16)   |   SRI-KEHATI 297.818 (5.94)   |  

New Normal Akan Berjalan Bertahap

Minggu, 31 Mei 2020 | 19:06 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Achmad Yuriant, mengatakan, penerapan kenormalan baru (new normal) akan dilaksanakan secara bertahap, tidak serempak di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Sebab, persoalan di masing-masing daerah tidaklah sama.

“Terdapat 102 kabupaten kota yang tidak terdampak Covid-19. Hal ini dapat dimaknai, upaya untuk tetap menjaga agar tidak terjadi penularan harus tetap dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia,” ungkapnya dalam telekonferensi, Minggu (31/5/2020).

Pemerintah saat ini telah melakukan kajian secara komprehensif bersama tim ahli, pakar, dan perguruan tinggi untuk memantau setiap daerah. Terdapat beberapa aspek yang dinilai untuk mencari titik strategi mengentikan penyebaran kasus Covid-19 yang makin meluas.

Pertama, harus ada kajian epidemiologis di daerah tersebut sebelum menetapkan kenormalan baru. Dengan ini, pemerintah dapat memberi pertimbangan jika daerah tersebut telah berhasil menurunkan sampai 50% kasus positif dari angka tertinggi yang pernah dicatat. Selain itu, jika kasus itu masih ada maka positive rate atau rata-rata harus turun di bawah 5%.

“Ini akan menjadi sebuah ukuran, apakah daerah tersebut bisa masuk ke tahap selanjutnya untuk menjalankan konsep kenormalan yang baru ini,” jelasnya.

Kedua, dari segi sistem kesehatan yang diberlakukan di daerah tersebut. Di antaranya tentang penggunaan tempat tidur ICU dalam dua minggu terakhir, dan juga sistem pengawasan kesehatannya.

Yurianto mengatakan pemerintah daerah juga harus melakukan simulasi dan sosialisasi kepada masyarakat terhadap kenormalan baru. Misalnya, simulasi protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional ataupun modern.

"Oleh karena itu hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk menuju kenormalan yang baru. Maka harus diperlukan sosialisasi, edukasi, dan simulasi. Termasuk juga di bidang pendidikan," kata dia.

Bukan Perlombaan

Pelaksanaan kenormalan baru bukan seperti lomba lari antardaerah. Yurianto menjelaskan, penerapan kenormalan baru tergantung pada penyebaran virus corona di masing-masing daerah.

"Kita tidak menganggap bahwa kenormalan yang baru itu ibarat bendera start lomba lari, untuk semuanya bergerak bersama-sama, tidak. Sangat tergantung pada kondisi epidemiologis masing-masing daerah," jelasnya.

Untuk itulah, strategi penerapan kenormalan baru secara bertahap ini merupakan bentuk dari kehati-hatian bersama. Strategi ini pun akan cepat memberikan buah manis apabila masyarakat berperan secara aktif dalam pelaksanaannya.

“Mari kita mengambil peran serta. Jangan sampai kenormalan baru ini menjadi suatu eforia baru bahwa, kenormalan baru menjadi kebebasan kita melakukan aktivitas biasa seperti sebelum pandemik berlangsung. Kita harus berhati-hati, bergerak, produktif, tetapi tetap aman dari Covid-19,” jelasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sosialisasi Covid-19 Akan Libatkan Media Mainstream

Anggaran untuk sosialisasi akan ditingkatkan.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Nenek Berusia 100 Tahun Sembuh dari Covid-19

Nenek Kamtin berusia 100 tahun sembuh setelah dirawat sekitar satu bulan di Rumah Sakit PHC Surabaya.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Komnas Pengendalian Tembakau Soroti Maraknya Anak-anak Merokok

Berdasarkan riset kesehatan dasar 2018, disebutkan jumlah perokok Indonesia masih sangat tinggi, yakni 33 persen atau ketiga tertinggi di dunia.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 6 dalam Dua Hari Terakhir

Dengan penambahan ini maka akumulasi jumlah kasus covid 19 di DIY mencapai 236 kasus.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Relawan Pendukung Gugus Tugas Bagikan Bansos untuk Warga Jabodetabek

Bantuan yang dibagikan tersebut berasal dari Tim Koordinator Relawan Gugas, Kantor Staf Presiden, PT Super Unggas Jaya, GP Ansor, dan SNP Lawfirm.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Peningkatan Kasus Positif Covid-19 di Jatim Masih Tertinggi

Ada penambahan 224 kasus positif Covid-19 di Jawa Timur.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Update Covid-19: Bertambah 700, Kasus Positif Menjadi 26.473

Ada lima provinsi yang terjadi peningkatan dalam penambahan kasus positif Covid-19.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Pasien Sembuh dari Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Meningkat

Ada tambahan 155 orang sehingga total pasien sembuh dari Covid-19 menjadi 2.472 orang di Rumah Sakit (RS) Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Kisah Penyintas Covid-19, dari Dirundung hingga Disebut Pembawa Virus

Aryo Budhi Wicaksono menceritakan pengalamannya berhasil sembuh dari virus corona.

KESEHATAN | 30 Mei 2020

New Normal Diminta Dilakukan dengan Hati-hati

Kebijakan new normal sebaiknya diberlakukan saat kurva penyebaran virus corona sudah melandai.

KESEHATAN | 31 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS