Batasan Tarif Rapid Test Berlaku untuk Semua RS
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

Batasan Tarif Rapid Test Berlaku untuk Semua RS

Senin, 13 Juli 2020 | 15:28 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) melalui Ditjen Pelayanan Kesehatan telah mematok batasan maksimal harga pemeriksaan rapid test antibodi sebesar Rp 150.000. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemkes, dr Tri Hesty Widyastoeti menjelaskan, pembatasan ini berlaku untuk seluruh rumah sakit (RS) dan masyarakat yang melakukan pemeriksaan atas permintaan sendiri.

"Iya, ini berlaku bagi semua RS. Ini untuk yang memberikan pemeriksaan rapid test semuanya dan untuk pasien mandiri ya. Bukan yang dari bantuan pemerintah atau screening," ujar Hesty dalam dialog “Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test” di Graha BNPB, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Batasan harga tertinggi ini juga bertujuan untuk menciptakan kewajaran harga sehingga tidak terjadi komersialisasi. Hesty mengatakan, banyak komponen yang dihitung dalam menetapkan batasan tarif Rp 150.000 tersebut. Mulai dari harga pembelian alat rapid test, spesifikasi, alat pelindung diri yang dipakai oleh tenaga kesehatan saat melakukan pemeriksaan, hingga jasa layanan untuk tenaga medis (dokter spesialis, tenaga analis) dan RS.

“Kami hitung secara wajar karena ada beberapa yang menawarkan harga murah tapi ada yang sampai harga mahal. Jadi kami ambil tengah-tengahnya,” ujar Hesty.

Menurutnya, pemeriksaan rapid test di berbagai RS dan layanan kesehatan hadir dalam berbagai variasi harga. Ada yang memberikan harga di bawah Rp 100.000, ada pula di atas Rp 200.000 per pemeriksaan.

“Masyarakat dibikin bingung mau pilih yang mana, dan kualitasnya seperti apa. Kemudian permintaan dari masyarakat, banyak yang protes mengapa ini tidak ditetapkan (harganya). Jadi ini kami membantu masyarakat, ketika ingin ke pelayanan kesehatan sudah tahu persis harganya sekian,” kata Hesty.

Ia mengatakan, sejauh ini belum diatur sanksi bagi fasilitas kesehatan yang memberlakukan tarif pemeriksaan di atas batasan harga tertinggi yang dipatok Kemkes.

“Kami belum buat sanksi seperti apa, tapi tentu ke depan kami akan liat seperti apa perkembangannya. Sepertinya masyarakat dan RS sudah menyambut dan banyak mematuhi. Dengan distributor juga membantu dengan harga yang juga bisa bersaing tentu akan lebih membantu RS, sehingga tidak perlu sanksi,” kata Hesty.

Batasan tarif tertinggi rapid test itu tertuang dalam Surat Edaran 875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi yang ditandatangani Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemkes pada 6 Juli lalu. Batasan tarif tertinggi rapid test ini tidak berlaku untuk pemeriksaan rapid test bantuan pemerintah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terdesak Ekonomi, Masyarakat Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Sampai saat ini, belum semua masyarakat Indonesia menyadari pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Kemkes Patok Tarif Rapid Test, Rumah Sakit Minta Masa Transisi

Merespons penetapan Kemkes soal batas atas harga "rapid test" ini, sebagian besar RS meminta diberikan waktu atau masa transisi untuk menyesuaikan.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Hari Ini, Jumlah Sembuh dari Covid-19 Kembali di Atas 1.000

Pasien Covid-19 yang sembuh kembali mencatatkan jumlah di atas 1.000 pada Senin (13/7/2020) atau tepatnya 1.051.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.282, Kasus Positif Jadi 76.981

Pada Senin (13/7/2020), terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.282. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 76.891.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Waduh! Ternyata Pasien Aktif Covid-19 di RI 111 Kali Lipat dari Tiongkok

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia berada di urutan ke-17 dari seluruh negara di dunia.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Face Shield Tak Cukup Melindungi dari Covid-19

Face shield hanya mampu melindungi penggunanya dari droplet yang besar, tetapi tidak menjamin partikel micro droplet tidak terhirup mulut atau hidung.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

IDI: 60 Dokter Indonesia Telah Gugur Melawan Covid-19

Beberapa sebab yang menyebabkan itu adalah minimnya alat pelindung diri, tidak ada screening pasien, dan alur layanan untuk Covid-19 yang tidak dibedakan.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Bantu PMI, AMPG Gelar Aksi Donor Darah

Pimpinan Pusat (PP) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) menggelar aksi donor darah pada masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Lawan Covid-19, IDI dan Aice Group Serukan Asupan Protein Tinggi

Olahraga dan asupan protein tinggi menjadi kombinasi ampuh imunitas yang dibutuhkan masyarakat dalam menjalani adaptasi kebiasaan baru.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Rumah Sakit di Indonesia Mampu Bersaing dengan Negara Tetangga

Beberapa klinik dan rumah sakit siap untuk memberikan pelayanan kelas dunia bagi masyarakat Indonesia.

KESEHATAN | 12 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS