Ini Dia Alasan Kenapa Pria Malas Ber-KB
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Ini Dia Alasan Kenapa Pria Malas Ber-KB

Kamis, 23 Juli 2020 | 23:06 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Masih banyak orang beranggapan bahwa program keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi adalah urusannya perempuan. Padahal pria dan wanita harus berbagi tanggung jawab karena keduanya adalah rekan dalam hal reproduksi dan seksual.

Menurut data hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, kesertaan KB pria masih sangat rendah. Misalnya pemakaian kondom hanya sebesar 2,5%, dan vasektomi sebesar 0,2% dari total kepesertaan KB.

Data lainnya, hasil Survei Kinerja dan Akuntabilias Program (SKAP) KKBPK tahun 2019 tidak berbeda jauh. Capaian pemakaian alat KB kondom hanya 3%, dan vasektomi 0,2%. Mengapa seperti itu ?

Plt Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Dwi Listyawardani mengungkapkan, hal itu terjadi karena masih banyak keluarga yang beranggapan bahwa KB adalah urusan perempuan. Selain itu, pengetahuan pria tentang KB pria juga masih rendah. Rumor yang beredar di masyarakat bahwa vasektomi adalah kebiri juga jadi salah satu alasan mengapa partisipasi KB pria rendah.

“Termasuk masalah pandangan sosial, budaya, dan agama terhadap vasektomi menjadi tantangan dalam meningkatkan kesertaan KB pria,” kata Dwi Listyawardani saat membuka kegiatan webinar “Peningkatan Kesertaan KB Pria: Saatnya Pria Bertindak”, Kamis (23/07/2020).

Menurut Listyawardani, pendekatan program KB saat ini tidak hanya fokus pada pengendalian populasi dan penurunan fertilitas atau kelahiran, tetapi juga diarahkan pada pemenuhan hak-hak reproduksi.

BKKBN, menurut Listyawardani, terus mengupayakan agar kesertaan KB pria, khususnya vasektomi, dapat meningkat. Caranya adalah dengan mengatasi faktor penyebab rendahnya kesertaan KB pria.

Hal-hal yang saat ini sedang dilakukan oleh BKKBN di antaranya adalah mengupayakan alokasi anggaran pelayanan vasektomi pada dana alokasi khusus (DAK) nonfisik dalam bentuk bantuan operasional KB (BOKB) yang bersifat bantuan untuk dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota secara optimal.

Upaya BKKBN untuk meningkatkan partisipasi pria dalam pemakaian kontrasepsi dilakukan secara intensif dan terus-menerus. Namun hasilnya sampai saat ini belum sesuai harapan. Beberapa faktor penyebab rendahnya kesertaan KB pria, di antaranya adalah kondisi lingkungan sosial, budaya, serta aksesibilitas terhadap pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.

Dokter Spesialis Urologi, Ponco Birowo mengatakan, vasektomi dapat dilakukan rekanalisasi atau penyambungan kembali dengan teknik bedah mikro oleh dokter spesialis urologi. Namun seyogianya pria harus memastikan dahulu bahwa sudah tidak mau punya anak lagi.

Syarat untuk mendapatkan pelayanan vasektomi di antaranya adalah sukarela yakni klien atau calon peserta harus secara sukarela menerima pelayanan. Kemudian bahagia, artinya klien terikat dalam perkawinan yang sah dan harmonis telah mempunyai anak hidup dan sehat dengan umur minimal anak terkecil 2 tahun dengan umur istri sekitar 25 tahun. Kemudian harus sehat yakni klien tidak menderita penyakit yang kontra indikasi dalam tindakan medis seperti kencing manis, jantung.

Tindakan vasektomi yang dilakukan adalah menggunakan teknik vasektomi tanpa pisau (VTP). Lama tindakan 10-30 menit menggunakan bius lokal, dengan pemulihan sekitar 30 menit. Dalam proses penyembuhan, 4-5 hari luka tidak boleh terkena air, sedangkan efek kontrasepsi bisa didapat setelah 15 kali ejakulasi atau 100 hari pascatindakan.

Banyak rumor yang beredar bahwa vasektormi menyebabkan impotensi. Kabar ini menurut Listyawardani tidak benar. Kejantanan pria sama sekali tidak dipengaruhi tindakan vasektomi. Ada juga rumor bahwa sunat sama dengan kebiri. Ini pun tidak benar.

“Tidak benar karena pengebirian dilakukan dengan membuang kedua buah testis yang memproduksi hormon. Sedangkan vasektomi hanya pemotongan saluran benih sepanjang 1-2 cm, disertai pengikatan pada masing-masing ujung potongan,” kata dokter Ponco.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kenali Pencegahan dan Penanganan Katarak Sejak Awal

Penyakit katarak dapat menyerang semua kalangan dari manusia lanjut usia (manula) hingga bayi sejak di dalam kandungan.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Ini Strategi Cerdas Bio Farma Hadirkan Vaksin Covid-19

Vaksin yang datang beberapa waktu lalu ini, masih memerlukan beberapa tahapan lagi sebelum bisa dilakukan uji klinis pada Agustus 2020 mendatang.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Pasien Covid-19 Bisa Klaim Biaya Perawatan, Ini Syaratnya

Kriteria pasien rawat jalan dan rawat inap berlaku bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing yang dirawat pada RS di wilayah NKRI.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Tips Tetap Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Ada lima kebiasaan khusus yang harus diperhatikan agar tetap kuat dan sehat menghadapi era kebiasaan baru.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Cukupi Hidrasi Anak untuk Perkembangan Kognitif

Hidrasi sehat atau asupan air minum yang cukup dan berkualitas, merupakan salah satu faktor penting untuk perkembangan kognitif yang optimal pada anak.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

6 Hari Beruntun, DKI Jakarta Tertinggi Kasus Harian Covid-19

DKI Jakarta telah enam hari secara beruntun berstatus provinsi dengan penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi atau sejak 18 Juli 2020.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.906, Kasus Covid-19 Jadi 93.657

Pada Kamis (23/7/2020) terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.906. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 93.657.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Secret Clean Bantu Sanitasi Tempat Ibadah di Era New Normal

Kegiatan ibadah lebih aman dan nyaman dengan sanitasi Secret Clean.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Hingga Juli, Pencairan Dana PKH Rp 24 Triliun

Hingga Juli 2020, pencairan dana PKH sudah mencapai Rp 24,08 triliun di seluruh Indonesia.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

FIK UI Buat Buku Digital Kesehatan Ibu dan Anak

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia mengembangkan aplikasi buku digital untuk ibu dan anak.

KESEHATAN | 22 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS