Kemristek: Masyarakat Harus Waspadai Obat Herbal
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.29)   |   COMPOSITE 5099.84 (-2.99)   |   DBX 964.111 (0.24)   |   I-GRADE 139.821 (-0.09)   |   IDX30 426.948 (0.87)   |   IDX80 113.317 (0.27)   |   IDXBUMN20 291.67 (3.2)   |   IDXG30 118.931 (0.29)   |   IDXHIDIV20 379.8 (0.34)   |   IDXQ30 124.715 (0.06)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.44)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.66)   |   IDXV30 106.644 (0.76)   |   INFOBANK15 836.821 (-4.09)   |   Investor33 373.706 (-0.46)   |   ISSI 150.561 (0.38)   |   JII 547.285 (1.78)   |   JII70 187.054 (0.64)   |   KOMPAS100 1020.57 (-0.41)   |   LQ45 786.439 (1.69)   |   MBX 1410.93 (-1)   |   MNC36 280.006 (-0.35)   |   PEFINDO25 280.13 (1.79)   |   SMInfra18 241.99 (0.7)   |   SRI-KEHATI 316.197 (0.07)   |  

Kemristek: Masyarakat Harus Waspadai Obat Herbal

Kamis, 6 Agustus 2020 | 19:39 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Staf Ahli Menristek Bidang Infrastruktur sekaligus Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek), Ali Ghufron Mukti mengimbau, masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan obat herbal yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit.

Masyarakat diminta untuk melakukan pengecekan, apakah obat tersebut terdaftar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau tidak. Masyarakat juga diminta untuk cermat melihat obat tersebut didaftarkan sebagai obat apa untuk memastikan penggunaan obat herbal tersebut. Pasalnya, setiap obat herbal didaftarkan hanya untuk satu jenis penyakit.

“Kalau jamu tentu harus ada proses untuk izin edarnya dan itu daftar di BPOM. Nah, jika ada yang mengaku, katakanlah bawang sebagai obat herbal terstandar, maka paling tidak ada invitro dan uji lab,” ujar Ghufron pada acara berjudul “Etika Jabatan Akademik dan Penemuan Obat Covid-19“ yang digelar BNPB secara daring, Kamis (6/8/2020).

Ghufron menegaskan, pemerintah tidak antiobat herbal. Bahkan, hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Tahun 2016 untuk memperkuat produk nasional, termasuk obat-obatan. Namun khusus untuk penemuan obat, Ghufron menuturkan, semua harus melewati proses panjang. Harus dilakukan medikamentosa yang terdiri dari dua hal yaitu bisa menjadi obat atau bisa juga menjadi racun.

“Kalau dosisnya salah bisa menjadi racun dan ginjal bisa rusak. Jadi keamanan, privasi dan lain sebagainya penting,” ujarnya.

Ghufron menuturkan, untuk sebuah temuan, biasanya orang yang melakukan penelitian harus menyusun proposal terlebih dahulu. Kemudian ia lanjut pada tahap Komite Etik yang diatur dalam keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 240 Tahun 2014 tentang Komisi Etika Penelitian Kesehatan. Setelah mengajukan proposal, peneliti harus lulus dulu etika clearance.

Pada proses ini, lanjut Ghufron, peneliti tidak bisa serta merta melibatkan subjek atau manusia. Pasalnya, manusia memiliki kerahasiaan, keamanan, dan keselamatan.

“Ini harus dilindungi, maka harus ada yang disebut informed consent. Jadi mengambil keputusan setelah kita jelaskan. Lalu subjek itu tidak boleh dipaksa seperti di zaman Nazi di Jerman untuk mendapat bibit unggul dipaksa, akhirnya menjadi permasalahan dunia waktu. Sekarang lebih terstruktur dan hampir semua Fakultas Kedokteran yang besar itu ada komite etik. Jadi tidak bisa-bisa mengatakan telah menemukan obat,” ujarnya.

Ia mengatakan, penelitian terstruktur itu penting karena setiap obat ada ukuran dan manfaatnya masing-masing. Untuk itu, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN) memberi kesempatan dan fasilitasi dan dana bagi peneliti. Khusus untuk Covid-19 ini, pemerintah memfasilitasi dana untuk 903 proposal sehingga rencana penelitian terencana dengan jelas.

Ghufron menyebutkan, saat ini Indonesia memiliki 17.000 tumbuhan yang berpotensi dikembangkan sebagai obat herbal. Namun itu tetap harus diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai jamu tidak perlu uji klinis, kedua sebagai obat terstandar, dan tiga sebagai fitofarmaka.

Kendati demikian, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengapresiasi penemuan anak bangsa. Namun, apabila penemuan tersebut tidak teruji, tentu akan berbahaya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Delapan Daerah Masih Bertahan di Zona Merah Selama Sebulan

Delapan kabupaten dan kota di Indonesia selama sebulan ini tidak mengalami perubahan dalam zonasi risiko penularan Covid-19.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Kemristek: Penemuan Obat Covid-19 Butuh Proses Panjang

Pemerintah terbuka dan mengapresiasi kepada siapa saja yang ingin ikut berpartisipasi dalam penemuan obat Covid-19 di Indonesia.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

13 Kabupaten/Kota dari Zona Oranye Jadi Zona Merah

Wiku Adisasmito mengatakan terjadi perubahan pada 13 kabupaten/kota yang tadinya berada di zona oranye menjadi zona merah.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Badan POM Kawal Siklus Perjalanan Vaksin Covid-19

BPOM menyebut uji klinik merupakan tahapan penting dalam pengembangan vaksin Covid-19 untuk mendapatkan data khasiat dan keamananan yang valid.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Satgas: 7 Kandidat Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap 3

Saat ini, sudah ada tujuh kandidat vaksin virus corona (Covid-19) di seluruh dunia yang sudah masuk dalam tahap uji klinis tahap 3.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Aido Health Luncurkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Pengguna Aido Health bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 19 Juta

Data kasus Covid-19 di dunia sudah mencapai 19.005.306 setelah adanya penambahan kasus baru pada hari ini sebanyak 39.908

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Kasus Covid-19 Tambah 1.882, DKI Jakarta Terbanyak

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan tambahan 1.882 kasus baru Covid-19 di Indonesia. Penambahan terbanyak terdapat di DKI Jakarta dengan 556.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Ini Manfaat Bermain Bagi Tumbuh Kembang Anak

Kalangan orang tua diharapkan meluangkan waktu untuk bermain bersama anak di masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.882, Kasus Positif di Indonesia Jadi 118.753

Terdapat tambahan 1.882 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam sampai Kamis (6/8/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 118.753.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS