8 Provinsi Prioritas Covid-19, Epidemiolog: Segera Terapkan PSBB, Jangan Seperti Jakarta.
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

8 Provinsi Prioritas Covid-19, Epidemiolog: Segera Terapkan PSBB, Jangan Seperti Jakarta.

Rabu, 16 September 2020 | 21:44 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini, penyebaran Covid-19 telah mencapai 90% kabupaten/kota di Indonesia. Terdapat delapan provinsi yang menjadi prioritas karena memberi kontribusi sebesar 74% kepada kasus Covid-19 nasional.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, provinsi dengan zona merah harus melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), baik berbasis lokal atau tingkat RT/RW hingga skala diperbesar tergantung kondisi di daerah tersebut.

“Jadi untuk provinsi atau kabupaten, begitu masuk zona merah, maka harus segera lakukan PSBB yang benar. Jangan seperti yang dilakukan DKI Jakarta, karena sudah tinggi baru PSBB,” ucapnya kepada Suara Pembaruan, Rabu (16/9/2020).

Tri menyebutkan, PSBB diperlukan sebelum kasus belum tinggi untuk mengantisipasi ketersediaan kapasitas rumah sakit. Apalagi provinsi lain memiliki kemampuan fasilitas kesehatan di bawah DKI Jakarta.

Selain PSBB, Tri menyarankan pemda untuk meningkatkan jumlah tes Covid-19, mengisolasi kasus dengan benar, mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19, dan melakukan karantina dengan baik.

“Tiga hal di atas harus dilakukan dalam paket, harus dikerjakan semuanya,” ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

IAKMI: Perlu Sinkronisasi dan Harmonisasi Kebijakan Pengendalian Covid-19 di 8 Provinsi

Harmonisasi terkait kawasan sementara sinkronisasi terkait dengan koordinasi antara pemda dan pemerintah pusat.

KESEHATAN | 16 September 2020

RSUP Adam Malik Jajaki Pengobatan Covid-19 dengan Metode Plasma

RSUP Haji Adam Malik Medan masih menjajaki kemungkinan memakai metode plasma convalescent untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

KESEHATAN | 16 September 2020

Perasaan Bahagia Membantu Perkuat Sistem Imun

Kalau para pasien Covid bisa merasa happy saat masa pengobatan, hal ini membantu respon sistem imun dalam tubuhnya.

KESEHATAN | 16 September 2020

Kemkes Kerja Sama Pengadaan Vaksin Terjangkau dengan Unicef

Indonesia akan memperoleh vaksin untuk 20% dari populasi, dan pemerintah menargetkan tahun depan produknya sudah ada.

KESEHATAN | 16 September 2020

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Kanker payudara menjadi urutan tertinggi paling diderita perempuan, serta menjadi penyebab kematian tertinggi.

KESEHATAN | 16 September 2020

Kasus Baru Covid-19 Pecah Rekor, Jakarta Jadi Penyumbang Terbanyak

Tambahan 1.294 kasus baru Covid-19 membuat total kasus Covid-19 di ibukota kini sebanyak 57.469.

KESEHATAN | 16 September 2020

Tambah 3.963, Kasus Baru Covid-19 Pecah Rekor

Penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 3.963 tersebut didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 39.774.

KESEHATAN | 16 September 2020

Ini Upaya Minimalisasi Antrean Ambulans di RS Wisma Atlet

Pihak RSD Wisma Atlet Kemayoran akan melakukan rekayasa alur antara mobil ambulans yang membawa pasien dengan berbagai gejala.

KESEHATAN | 16 September 2020

Teknologi Nanoe X Milik AC Panasonic Diklaim Mampu Hambat Virus Corona

Teknologi "nanoe X" yang terdapat pada pendingin ruangan generasi terbaru milik Panasonic diklaim mampu menghambat virus Sars-CoV-2.

KESEHATAN | 16 September 2020

Data Perawat yang Gugur Akibat Covid-19 Berbeda, PPNI: Butuh Tim Investigasi

Jumlah yang disebutkan Kemkes adalah perawat yang sudah diverifikasi untuk mendapatkan santunan kematian. Sedangkan 78 orang menurut PPNI adalah data lapangan.

KESEHATAN | 16 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS