YLKI Minta Pemerintah Hentikan Komersialisasi Tarif Swab Test
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

YLKI Minta Pemerintah Hentikan Komersialisasi Tarif Swab Test

Kamis, 17 September 2020 | 22:56 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi mengatakan, di tengah tingginya tingkat penyebaran virus Covid-19, tes dengan metode polymerase chain reaction (PCR) atau swab test menjadi kebutuhan yang mendesak. Namun dilemanya, saat ini swab test dijadikan instrumen komersialisasi bagi klinik atau rumah sakit tertentu kepada konsumen.

Untuk itu, ia mendorong agar pemerintah segera menetapkan standarisasi tarif swab test dan juga tes rapid. Mengingat, upaya eksploitasi atau komersialisasi harga kepada masyarakat dianggap tidak etis di tengah keterbatasan ruang gerak perekonomian saat ini.

“Saat ini kebanyakan orang tidak mau swab test karena mahal. Untuk itu, menjadi sangat penting, dan wajib hukumnya bila pemerintah melakukan standardisasi tarif swab test. Artinya, ada harga eceran tertinggi yang dilakukan oleh klinik atau rumah sakit,” terangnya saat dihubungi Suara Pembaruan, Kamis (17/9/2020).

Dalam menentukan standardisasi ini, menimbang harga post production adalah hal yang penting. Pemerintah diharapkan mampu memilah negara pemasok spesimen yang menawarkan harga kompetitif.

Kemudian, barulah pemerintah mengimbau setiap rumah sakit dan juga klinik untuk membeli spesimen dari pasar yang sama. Dengan demikian, transparansi harga post production yang seragam dapat menghindari terjadinya komersialisasi di masyarakat, dan pihak klinik serta rumah sakit pun tidak rugi.

“Pengalaman, kasus standardisasi harga rapid test juga banyak dikomplain dari klinik dan rumah sakit, karena harganya banyak dipukul rata dan di bawah standar. Hal ini dikarenakan, setiap rumah sakit mengambil spesimen dari negara yang menawarkan harga berbeda-beda,” kata Tulus.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyarankan pemerintah untuk mempertimbangkan faktor keekonomian saat menetapkan standardisasi biaya swab test.

Waketum IDI Slamet Budiarto mengatakan berpatokan dari harga termurah reagen uji swab sebesar Rp 500.000 maka biaya ideal untuk uji swab adalah sebesar Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pekan Depan, Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel Dimulai

Pemakaian hotel-hotel sebagai tempat isolasi baru mulai beroperasi minggu ke-4 September sampai Desember 2020.

KESEHATAN | 17 September 2020

14.000 Tempat Tidur Hotel Siap Jadi Tempat Isolasi

Pemerintah menetapkan lima daerah yang mendapatkan fasilitas hotel setara bintang 3 untuk digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

KESEHATAN | 17 September 2020

Biaya Isolasi untuk Pasien Covid-19 Ditanggung Pemerintah

Isolasi untuk pasien tanpa gejala Covid-19 sepenuhnya ditanggung pemerintah.

KESEHATAN | 17 September 2020

RS Premier Jatinegara Komitmen Beri Pelayanan Teraman Selama Pandemi

Rumah Sakit Premier Jatinegara komitmen memberikan pelayanan terbaik selama pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 17 September 2020

Satgas Covid-19 Minta Calon Kepala Daerah Beri Contoh dengan Tidak Melanggar Protokol Kesehatan

Berdasarkan laporan Bawaslu, tercatat 243 pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah maupun partai politik.

KESEHATAN | 17 September 2020

Muncul Klaster Pejabat, Satgas Covid-19: Coronavirus Tidak Kenal Jabatan

Terdapat lebih dari lima kepala daerah dan pejabat publik yang meninggal dunia akibat Covid-19. Yang terbaru adalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah.

KESEHATAN | 17 September 2020

Olahraga Jadi Menu Wajib Mahfud MD Selama Pandemi

Inilah rahasia bugar Menko Polhukam Mahfud MD selama pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 17 September 2020

Satgas Covid-19 Sebut 80% Kasus Kematian Covid-19 di Atas 45 Tahun

Menurut Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito sebanyak 80 persen kasus kematian akibat Covid-19 berada di kelompok usia di atas 45 tahun.

KESEHATAN | 17 September 2020

Usia Produktif Rentan Tertular Virus Covid-19

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 didominasi usia 19 hingga 45 tahun.

KESEHATAN | 17 September 2020

RS Wisma Atlet Kemayoran Masih Bisa Tampung Pasien Covid-19

Mayjen TNI (CKM) Tugas Ratmono menyebutkan bahwa kapasitas rumah sakit RSD Wisma Atlet Kemayoran masih mencukupi.

KESEHATAN | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS