Data Kasus Covid-19 Tidak Sinkron, Kemkes: Lab RS Paling Malas Kirim Data ke Pusat
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Data Kasus Covid-19 Tidak Sinkron, Kemkes: Lab RS Paling Malas Kirim Data ke Pusat

Rabu, 23 September 2020 | 23:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Isu mengenai ketidaksinkronan data jumlah kasus Covid-19 antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) sudah merebak sejak awal-awal pandemi. Seringkali pemda mengeluhkan jumlah kasus di daerahnya lebih sedikit atau lebih banyak dari apa yang dilaporkan di pusat.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr Achmad Yurianto mengatakan, setiap hari ada saja lab yang tidak melaporkan hasil pemeriksaan. Misalnya pada hari ini, ada 79 lab yang belum melaporkan hasil pemeriksaan PCR.

Lab ini berada di berbagai kota, seperti Yogyakarta, Bekasi, Teluk Bentuni, Cirebon, Semarang, Mataram, Batam, dan Mamuju. Alasannya bermacam-macam, salah satu di antaranya adalah jumlah petugas kurang.

“Apalagi lab di rumah sakit, dia malas lapor ke kami. Yang penting lapor ke dokternya. Kalau dia tidak isi aplikasi all record, mana kami tahu,” kata Yurianto kepada Suara Pembaruan, Rabu (23/9/2020).

Menurut Yurianto, banyak lab yang hanya melaporkan hasil pemeriksaan kepada dokter atau rumah sakit yang membutuhkan data pasien. Dari rumah sakit, data itu dilaporkan ke dinkes, kemudian keluarlah jumlah kasus yang diumumkan pemda.

Terhadap lab yang seperti ini Kemkes sudah memberikan teguran langsung.

Yurianto mengatakan, data yang tidak sinkron ini pada akhirnya berdampak pada ketersediaan kapasitas. Misalnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) hanya diberikan lima, padahal kasus positifnya ada 10.

Sebelumnya, dalam webinar nasional Kelompok Studi Demokrasi Indonesia, baru-baru ini, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengakui hal tersebut. Menurutnya, semua data yang dikeluarkan Kemkes atau Satgas Covid-19 Pusat berasal dari daerah. Persoalannya sejak awal pandemi sampai saat ini antara pusat dan daerah datanya tidak sinkron, baik data lab, testing dan tracing, sehingga upaya pemetaan dan pengendalian pun tidak optimal.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Data Kasus Covid-19 Tidak Sinkron, Kemkes: Semua Tergantung Laporan Laboratorium

Yurianto mengatakan, lab di daerah kerap lupa dan malas mengirim data ke aplikasi yang akan diakses oleh pemerintah pusat.

KESEHATAN | 23 September 2020

IDI: Pelacakan Kontak Indonesia Belum Penuhi Standar WHO

Berdasarkan data terakhir pada Mei lalu, pelacakan yang dilakukan Pemprov DKI hanya menyasar 3 kontak untuk setiap 1 kasus atau pelacakan kontak 1:3.

KESEHATAN | 23 September 2020

Perokok Punya Risiko 14 Kali Lipat untuk Mati karena Covid-19

Perokok berisiko terkena Covid-19 lebih tinggi karena terjadi gangguan sistem imunitas saluran napas dan paru akibat asap rokok.

KESEHATAN | 23 September 2020

Gambar "Seram" di Bungkus Rokok Kurang Besar, Ahli: Tidak Efektif untuk Kurangi Konsumsi

Gambar seram baru efektif membuat orang berpikir dua kali untuk merokok kalau ukurannya mendominasi atau 90% dari bungkus rokok.

KESEHATAN | 23 September 2020

Kasus Harian Covid-19 Pecah Rekor Lagi, Ini Sebarannya

Kasus harian Covid-19 di Indonesia kembali menorehkan rekor yakni 4.465. Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbanyak yaitu 1.133.

KESEHATAN | 23 September 2020

Penggunaan Tabir Surya di Indonesia Hanya 2 Persen

Tabir surya atau sunscreen berfungsi melindungi kulit dari efek negatif paparan matahari.

KESEHATAN | 23 September 2020

Tambah 4.465, Kasus Baru Covid-19 Kembali Pecah Rekor

Penambahan harian kasus baru Covid-19 di Indonesia pada hari ini, Rabu (23/9/2020) mencatatkan rekor baru yakni mencapai 4.465.

KESEHATAN | 23 September 2020

Aesculap Academy Indonesia Telah Latih 15.000 Praktisi Medis

Aesculap Academy menerima banyak masukan positif dari asosiasi medis terkait pelaksanaan pelatihan dan pendidikan medis di Indonesia.

KESEHATAN | 23 September 2020

Dua Hari Dibuka, Tower 4 Wisma Atlet Kemayoran Sudah Terisi 34%

Dua hari setelah dibuka pada Senin (21/9/2020) lalu untuk pasien rujukan positif Covid-19 tanpa gejala Tower 4 Wisma Atlet Kemayoran sudah terisi 34 persen.

KESEHATAN | 23 September 2020

BNPB Kerahkan Helikopter Tangani Covid-19 di Wilayah Terpencil

Untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggunakan helikopter.

KESEHATAN | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS