Indonesia Kembangkan Enam Versi Vaksin Covid-19
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Indonesia Kembangkan Enam Versi Vaksin Covid-19

Selasa, 27 Oktober 2020 | 18:45 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah sedang mengupayakan agar Indonesia mandiri dalam hal ketersediaan vaksin Covid-19. Salah satunya melalui pengembangan vaksin Merah Putih oleh anak bangsa sendiri. Menteri Riset dan Teknologi Prof Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya telah mengindentifikasi ada enam institusi yang sedang mengembangkan vaksin Merah Putih dalam platform yang berbeda. Dengan begitu maka kemungkinan akan ada enam versi vaksin Covid-19 buatan Indonesia.

“Karena menggunakan platform yang berbeda-beda maka otomatis akan muncul enam versi vaksin. Ini mirip dengan yang dilakukan di luar negeri,” kata Bambang pada dialog “Update KPCPEN: Prinsip Keamanan Vaksin Covid-19” di Graha BNPB, Selasa (27/10/2020).

Adapun enam lembaga tersebut adalah Lembaga Eikjman dengan platform subunit protein rekombinan, LIPI dengan platform protein rekombinan fusi, Universitas Gadjah Mada dengan protein rekombinan, Universitas Indonesia dengan platform DNA mRNA-virus like particles, Institut Teknologi Bandung dengan platform adenovirus, serta Universitas Airlangga dengan adenovirus dan adeno associated virus based.

Menurut Bambang, ini sama dengan pengembangan vaksin di sejumlah negara. Misalnya Sinovac di Tiongkok menggunakan platform inactivated virus yang berbeda dengan vaksin Astrazeneca. Ini akan berbeda lagi dengan Moderna yang menggunakan RNA.

Masalah platform yang berbeda ini menurut Bambang bergantung pada teknologi yang dikuasai oleh masing-masing institusi atau peneliti. Hal itu juga mempertimbangkan rekam jejak dari pengembangan vaksin itu sendiri, apakah yang kebanyakan dikembangkan sekarang ini adalah inactivated virus atau rekombinan.

Enam lembaga tersebut bekerja masing-masing. Namun pada akhirnya hasilnya sama yaitu vaksin Covid-19. Kementerian Ristek akan memfasilitasi untuk proses produksinya setelah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Tugas kami adalah sampai prototipe atau di bibit vaksinnya. Seterusnya akan menjadi tanggung jawab Biofarma yang juga rencananya akan membentuk konsorsium bersama perusahaan swasta.” kata Bambang.

Tantangan

Bambang pun mengatakan, pengembangan vaksin Merah Putih di Indonesia bukannya tanpa tantangan. Tantangan pertama, riset vaksin Covid-19 saat ini di luar kebiasaan. Biasanya riset vaksin membutuhkan waktu bertahun-tahun. Bahkan ada beberapa penyakit sepeti Ebola, AIDS, dan Zika yang sampai saat ini belum berhasil ditemukan vaksinnya.

Tantangan kedua, karena upaya mencari vaksin ini waktunya sangat pendek, maka hambatannya adalah pada penggunaan sel.

“Kita menggunakan sel, sebuah bentuk kehidupan. Jadi untuk mempercepat memang kadang ada hambatan ya namanya juga makhluk hidup,” kata Bambang.

Hambatan lainnya adalah sebagian bahan baku harus impor, seperti sel mamalia. Hewan untuk uji coba pun harus impor. Kadang proses impor termasuk untuk reagen bisa menghambat aktivitas penilitian.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Prof Wiku: Vaksin Perlindungan Kedua Setelah 3M

Kunci keberhasilan menangani pandemi ini ada pada masyarakat, yakni senantiasa patuh menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Kasus Stunting di Jambi Masih Tinggi

Tingginya kasus stunting di Jambi banyak dipengaruhi pemberian asupan gizi yang belum maksimal.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Satgas Covid-19: Rumah Tempat Berlibur Paling Aman

Jika ada kebutuhan mendesak untuk ke luar rumah, Wiku mengingatkan agar masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan selama berada di luar rumah.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Tegaskan Video Aliansi Dokter Dunia Misinformasi

Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengklarifikasi konten video pernyataan dari Aliansi Dokter Dunia tentang Covid-19. Menurutnya video itu tergolong misinformasi.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

WOM Finance Berikan Donasi Alat Kesehatan di 3 RSUD

WOM Finance menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada 3 RSUD yang ada di wilayah DKI Jakarta

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Bibit Vaksin Merah Putih Siap Diujikan ke Hewan

Setelah itu, bibit vaksin yang dianggap sudah teruji pada hewan rencananya akan diserahkan kepada Biofarma guna diproduksi dalam skala kecil.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Pentingnya Konsumsi Buah di Masa Pandemi

Pemenuhan gizi sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari infeksi berbagai penyakit di masa pandemi.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.520, Kasus Positif di Indonesia Jadi 396.454

Kasus baru di Indonesia bertambah 3.520, dalam 24 jam terakhir sampai Selasa (27/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 396.454.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Libur Panjang, Penerapan Protokol Kesehatan Jangan Kendor

YLKI meminta pemerintah mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 setelah momen libur panjang.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Imunomodulator Alami Efektif Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Imugard mengandung 100% ekstrak meniran, daun kelor, dan kunyit yang telah mendapatkan izin edar BPOM.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS