Sifat Guyub Orang Indonesia Sulitkan Protokol Kesehatan Jaga Jarak
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Sifat Guyub Orang Indonesia Sulitkan Protokol Kesehatan Jaga Jarak

Minggu, 22 November 2020 | 23:19 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Sifat guyub masyarakat Indonesia membuat upaya menjaga jarak dan menghindari kerumunan paling sulit diterapkan. Namun di masa pandemi, adaptasi kehidupan baru melalui protokol kesehatan (prokes) 3M wajib dilakukan bersamaan.

3M ini meliputi memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Epidemiolog Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani berpandangan, pemerintah harus tegas agar tidak terjadi kegiatan kerumunan kembali di masa pandemi ini.

"Indonesia sedang berjuang untuk mengendalikan penyebaran kasus dan kita tidak ingin akan terjadi lonjakan kasus yang tinggi muncul dari kegiatan kerumunan," kata Laura kepada Suara Pembaruan di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Terkait kegiatan kerumunan yang sudah terjadi, tambahnya, pemerintah harus melakukan testing secara aktif di tempat-tempat atau masyarakat yang melakukan kegiatan kerumunan. Dengan demikian, kemungkinan kasus positif akan segera ditemui dan tidak terjadi klaster baru.

"Jadi selain 3M, yang perlu diperhatikan juga kondisi yang berisiko tinggi untuk terjadi penyebaran kasus Covid-19 adalah 3C (closed contact, closed spaces, dan crowded place)," paparnya.

Di luar negeri, 3C ini bisa diartikan sebagai physical distancing atau jaga jarak.

Laura menambahkan, dari sifat yang guyub tersebut, masyarakat memang butuh waktu dalam menerapkan 3M secara bersamaan, khususnya menjaga jarak. Oleh karena itu, saat ini ada kebijakan ubah laku melalui protokol kesehatan.

Menurutnya, 3M dan 3C harus dilakukan masyarakat untuk mencegah dan memutus penularan Covid-19. Sedangkan pemerintah melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment).

Sementara itu, menanggapi rencana pembukaan sekolah dan pembelajaran tatap muka Januari 2021, Laura menilai hal tersebut harus dikaji mendalam dan harus dipastikan aman dalam pelaksanaannya.

"Cepat atau lambat, kita akan menuju adaptasi kebiasaan baru. Kesiapan sekolah offline (tatap muka) harus dilakukan dan disertai monitoring," ungkapnya.

Pada anak, tingkat kerentanannya tidak setinggi kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid). Jika selepas pulang sekolah lalu anak berinteraksi dengan kelompok rentan di rumahnya, ini lah yang berbahaya.

Oleh sebab itu, monitoring dan evaluasi protokol kesehatan perlu dilakukan selain menyiapkan sekolah. Orang tua juga harus diberi pemahaman.

Sama halnya ketika di luar negeri sekolah dibuka lalu ada kasus baru Covid-19, maka sekolah kembali ditutup.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Anies: Tingkat Keterisian Tempat Tidur Isolasi dan ICU di Jakarta Meningkat 2 Pekan Terakhir

Anies Baswedan mengungkapkan persentase keterpakaian tempat tidur isolasi juga ruang ICU di 98 RS Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta meningkat 2 pekan terakhir.

KESEHATAN | 22 November 2020

Asupan Protein Penting Selama Pandemi, Hati-hati Mengkonsumsi Telur Ternak

Kebutuhan protein khususnya yang berasal dari telur selama pandemi patut diwaspadai.

KESEHATAN | 22 November 2020

Kemkes Bersiap Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Kementerian Kesehatan mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

KESEHATAN | 22 November 2020

Doni Monardo: Dibutuhkan Kerelaan Hati Masyarakat untuk Jalani Tes Swab

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 memerlukan kerelaan hati masyarakat dalam menjalani pemeriksaan.

KESEHATAN | 22 November 2020

Tenaga Kesehatan Ujung Tombak Edukasi Vaksin Covid-19

Politisasi terhadap vaksinasi Covid-19 sudah mulai ramai dipergunjingkan masyarakat.

KESEHATAN | 22 November 2020

Ketua MPR Dorong Pemerintah Penuhi Standar WHO soal Pemeriksaan Spesimen Covid-19

Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta agar pemerintah segera bertindak cepat agar bisa memenuhi standar pemeriksaan spesimen Covid-19 yang ditetapkan WHO.

KESEHATAN | 22 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.360 Kasus Positif di Indonesia Jadi 497.668

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.360 dalam 24 jam sampai Minggu (22/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 497.668.

KESEHATAN | 22 November 2020

Doni Monardo: Lacak Kontak Kerja Kemanusiaan, Mengapa Ditolak?

Titik paling krusial saat ini dalam menekan risiko kematian akibat Covid-19 dengan menjaga agar pasien tidak berpindah fase atau kategori sakit.

KESEHATAN | 22 November 2020

Lewat Zumba Kids, Denada Bangkitkan Semangat Anak Pengidap Kanker

Melalui kelas virtual Zumba Kids, Denada berharap dapat memberikan anak-anak pengidap kanker kebahagiaan dan alasan untuk tersenyum.

KESEHATAN | 21 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.998, Kasus Positif di Indonesia Jadi 493.308

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.998 selama 24 jam terakhir sampai Sabtu (21/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 493.308.

KESEHATAN | 21 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS