Atasi Kekerasan di Sekolah, Orang Tua dan Guru Harus Buat Kontrak
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Atasi Kekerasan di Sekolah, Orang Tua dan Guru Harus Buat Kontrak

Senin, 9 September 2019 | 11:00 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Makassar, Beritasatu.com -Dunia pendidikan selalu diwarnai oleh aksi kekerasan, baik itu yang dilakukan oleh guru kepada siswa, siswa kepada guru, atau pun orang tua kepada guru. Seperti diketahui, belum lama ini kembali viral kasus guru menjadi korban pemukulan orang tua siswa di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ini menyebabkan suasana sekolah tidak kondusif dan tentu akan mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, dalam menyelesaikan masalah tersebut, pihaknya sedang menggodok peraturan berupa kontrak belajar untuk mengikat guru dan orang tua siswa sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Kesepakatan antara pihak guru dan orang tua atau wali murid dapat dilakukan di awal tahun ajaran baru. Orang tua siswa dan guru perlu duduk bersama memberikan penjelasan kewajiban dan hak seorang guru. Begitu pun sebaliknya. Orang tua juga harus diberikan hak memberikan masukan permasalahan anak mereka di sekolah.

"Kita bikin semacam kontrak belajar. Nanti harus ditandatangani oleh pihak sekolah maupun orang tua, mana yang boleh mana yang tidak boleh,” kata Muhadjir usai membuka puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-54 yang bertemakan “Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat”, di Lapangan Karebosi Makassar, Sulsel, Sabtu (7/9).

Dengan adanya perjanjian atau kontrak belajar ini, orang tua jangan mudah mengambil langkah sendiri, apabila ada konflik.

“Ada masalah diselesaikan dengan baik-baik dengan kepala dingin jangan main hakim sendiri. Kalau guru dilanggar hak-haknya sebagai pribadi, itu bisa ganggu kewibawaan guru. Oleh karena itu saya mohon orang tua lebih arif dalam hadapi masalah di sekolah,” terang mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang(UMM) ini.

Dia juga meyakini bahwa komunikasi yang baik antara guru dan orang tua dapat mencegah terjadinya kekerasan di sekolah.

“Saya kira perlu ada pemahaman yang cukup kepada orang tua siswa tentang bagaimana cara menangani kalau ada konflik. Jadi akan ada perjanjian sehingga guru mendapatkan perlindungan dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pendidik. Perlindungan tersebut dimaksudkan agar para guru memiliki kewibawaan dan bekerja lebih profesional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan, orang tua siswa diundang ke sekolah agar mendapat penjelasan tentang kewajiban sekolah, kewajiban orang tua, maupun hak orang tua serta kewajiban guru maupun hak guru. Dengan begitu, akan jelas mana hak guru yang harus dihargai orang tua dan mana hak orang tua yang harus dihargai guru. “Jangan sampai guru, siswa, dan orang tua ada yang dirugikan,” tegas Muhadjir.

Ia menyebutkan, kontrak belajar guru dan orang tua ini akan diberlakukan pada tahun ajaran baru 2020/2021. Akan tetapi, dia belum dapat memastikan apakah kontrak tersebut akan berupa Permendikbud atau Surat Edaran (SE). Pasalnya, peraturan tersebut masih digodok. Yang pasti, lanjutnya, semua sejalan dengan kode etik guru.

Lebih Arif
Sementara itu, berdasarkan Peraturan Mendikbud (Permendikbud) Nomor 10 Tahun 2017 tentang Perlindungan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Pasal 6 Permendikbud tersebut menyebutkan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya mendapatkan perlindungan hukum yang mencakup perlindungan terhadap tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, dan/atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, dan/atau pihak lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas.

Sedangkan sekolah diharapkan dapat menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Mendikbud mengimbau agar orang tua dapat bertindak lebih arif dalam menyikapi konflik antarsiswa yang terjadi di sekolah.

"Saya pesan kepada orang tua agar jangan mudah ambil langkah sendiri kalau ada konflik atau ada masalah. Diselesaikan dengan baik-baik,dengan kepala dingin. Jangan main hakim sendiri," ujar Muhadjir.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ratusan Kendaraan Dinas Milik Pemkab Lebong Menunggak Pajak

Kendaraan dinas yang menunggak pajak sebanyak 496 unit itu, terdiri 396 unit kendaraan roda dua dan sebanyak 100 unit kendaraan roda empat.

NASIONAL | 9 September 2019

Mahasiswa Jayapura yang Studi di Luar Papua Diminta Tetap Fokus Belajar

"Dua minggu lalu saya sudah imbau mahasiswa saya yang ada di Salatiga, Jakarta dan juga Amerika Serikat," tegas Benhur

NASIONAL | 9 September 2019

Mahasiswa Jayapura di Kota Lain Diimbau Tetap Fokus Belajar

Ada 200 lebih mahasiswa Port Numbay di Salatiga, enam di Amerika Serikat dan dua di Jakarta.

NASIONAL | 9 September 2019

Pekabaran Injil Bebaskan Orang Simalungun dari Keterbelakangan

Menurut Jaksen Saragih, Injil berperan besar mencerdaskan dan memperkuat pondasi kehidpan rohani dan sosial orang Simalungun.

NASIONAL | 9 September 2019

Ogah Tanggapi Fahri Hamzah, WP-KPK Fokus Tolak Revisi UU KPK

ketimbang menanggapi pernyataan tersebut, WP-KPK memilih fokus menghalau berbagai upaya pelemahan dan pelumpuhan KPK.

NASIONAL | 9 September 2019

Subsidi Angkutan Laut Baru Diserap 30%

Pada 2019, tercatat total 138 kapal yang melayani trayek subsidi, yang terdiri atas 19 kapal tol laut, 113 kapal perintis, dan 6 kapal ternak.

NASIONAL | 9 September 2019

Asap Karhutla, Libur Sekolah di Kota Jambi Bisa Bertambah

Kota Jambi terpapar asap karhutla dari Kabupaten Jambi, Sumatera Selatan dan Riau.

NASIONAL | 9 September 2019

KPK Perpanjangan Masa Pencegahan Pengusaha Tambang Samin Tan ke Luar Negeri

"KPK memperpanjang pelarangan ke luar negeri terhadap dua orang bernama Samin Tan dan Nenie Afwani," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah.

NASIONAL | 9 September 2019

Perkuat Mitigasi Bencana dengan "Kentongan"

Melalui siaran ini RRI ingin membangun budaya sadar bencana di masyarakat. Pengetahuan mitigasi dilakukan justru sebelum bencana terjadi sebagai pencegahan.

NASIONAL | 9 September 2019

Polri Tahu Posisi Veronica Koman

Polda Jawa Timur sudah bersurat ke Div Hubinter Polri dan Bareskrim untuk memulangkan pelaku.

NASIONAL | 9 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS