Pengamat: Mendikbud Baru Harus Melek Teknologi
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Pengamat: Mendikbud Baru Harus Melek Teknologi

Senin, 21 Oktober 2019 | 11:00 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com -Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji mengatakan, untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memilih Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang betul-betul memahami teknologi, yakni sosok yang bisa mengimplementasikan era digital seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Menurut Indra, pada era revolusi industri 4.0 ini, metode pengajaran harus mempertimbangkan materi yang diajarkan kepada peserta didik adalah sesuatu yang akan mereka gunakan di masa mendatang. Yang menjadi persoalan saat ini adalah terlalu banyak materi pelatihan yang tidak penting dan tidak tepat sasaran.

“Menjalankan pendidikan berbasis teknologi ini bukanlah sesuatu yang sulit jika dilakukan dengan perencanaan yang matang. Misalnya, melalui pelatihan Simdik (sistem informasi manajemen pendidikan, red),” kata Indra dalam pembukaan lomba tingkat nasional Wecode yang diselenggarakan di Raffles International Christian School di Jakarta, Minggu (20/10).

Indra menambahkan, Simdik ini merupakan sistem pelatihan digagas oleh pihaknya bersama tim untuk melatih para guru non-TIK (teknologi informasi dan komputer) agar mampu memahami pemanfaatan digital dalam dunia pendidikan, khususnya kejuruan. Diharapkan, mereka dapat menjawab tantangan dari dunia industri yang tidak hanya membutuhkan tenaga kerja terampil dan profesional, tetapi juga mampu berinovasi.

Indra menuturkan, para guru yang dilatih tiga bulan lalu dengan skema Simdik ini telah dapat menikmati hasilnya. Mereka berhasil menularkan ilmunya kepada peserta didik masing-masing. Bahkan, beberapa di antara siswa-siswa tersebut telah menghasilkan karya.

“Ini berarti sudah terjadi suatu proses, dan jangan bilang guru itu tidak bisa berubah untuk mengajarkan sesuatu yang baru. Saya bisa membuktikan sesuatu yang berbeda dengan hasil Simdik ini asal caranya tepat. Bukan sekadar pelatihan dan anggaran hilang hanya dibagi-bagi saja yang dilakukan dengan skema reborn seperti saat ini,” ucapnya.

Oleh karena itu, Indra mengharapkan Jokowi akan memilih Mendikbud yang memahami teknologi dan mempunyai perencanaan baik sehingga semua pelatihan tidak hanya reborn saja. Pasalnya, dia menilai pelatihan kepada guru yang dilakukan pemerintah hanya menghabiskan anggaran tanpa ada perubahan yang dapat ditularkan kepada siswa.

Indra menyebut, hal tersebut terjadi karena banyak materi pelatihan yang tidak penting. Sedangkan metode pengajaran yang diterapkan dalam Simdik mewajibkan materi yang diajarkan kepada guru merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi masa depan peserta didik.

Bisa Berubah
Indra menegaskan, dengan memilih Mendikbud yang benar-benar paham teknologi, sekolah berbasis digital di Indonesia ini dapat terwujud, termasuk di daerah terluar, terpinggir, dan terdepan (3T).

“Bukan tidak mungkin guru-guru yang saat ini dikatakan guru tua, jadul, dan tidak bisa belajar ternyata bisa berubah dan melek teknologi. Guru-guru yang kami latih ini bukanlah guru IT. Ada guru BK (bimbingan konseling), guru bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Semua saya latih menjadi guru berbasis teknologi mengajar. Nah, mereka akhirnya bisa mengajarkan anak-anaknya coding, dan membuat program. Jadi tidak ada alasan lagi untuk membuat SDM unggul ini tercapai,” ujarnya.

Selanjutnya, Indra menuturkan, para siswa yang telah memiliki karya diberi kesempatan untuk mengikuti lomba tingkat nasional Wecode di Jakarta. Selanjutnya, mereka akan diseleksi untuk mewakili Indonesia tingkat internasional.
Indra menyebutkan, animo para siswa sangat tinggi. Tercatat ada 600 siswa dari tingkat TK, SD kecil kelas satu hingga tiga, SD besar empat sampai enam, SMP, dan SMA yang mengirim karya mereka.

“Jadi tiap jenjang itu beda ya tingkat kesulitan dan temanya. Yang TK bebas, SD kecil bentuknya animasi, SD besar bentuknya gim. Sedangkan SMP dan SMA itu bisa gim maupun aplikasi android, yakni sudah betul-betul pakai nyata,” ujarnya.

Karya-karya yang masuk akan diseleksi menjadi lima terbaik dan pemenang dari setiap jenjang akan dikirim untuk mengikuti lomba tingkat internasional di Guangzhou, Tiongkok pada 24 November mendatang.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jokowi Diminta Lanjutkan Pembangunan Insfrastruktur di Taput

Jokowi juga diharapkan bisa mewujudkan berdirinya universitas negeri yang berpusat di Kabupaten Tapanuli Utara.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Polres Bogor Ajak Generasi Muda Sambut Sumpah Pemuda

Polres Bogor menggelar acara Festival Millenial dalam rangka Sumpah Pemuda

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Sungai Air Manna, Bengkulu Selatan

Saat mandi korban terseret ke tengah lubuk, sehingga tenggelam. Diketahui, warga Gunung Ayu ini tidak bisa berenang.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Tak Ada Titik Api, Asap Menebal di Kota Jambi Pagi Tadi

Asap tebal juga membuat bau asap terasa sampai ke dalam rumah. Asap tebal tersebut membuat tenggorokan gatal, nafas terasa sesak dan mata pedih.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Pelemparan Molotov di LBH Medan, Diduga Terkait Perkara

Aksi teror pelemparan bom molotov di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Jalan Hindu Medan, Sumatera Utara, diduga berkaitan perkara hukum.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Pelantikan Presiden Berjalan Lancar, IPW Apresiasi TNI dan Polri

Keberhasilan pengamananpelantikan presiden ini tak terlepas dari kerja sama dan koordinasi yang tinggi di jajaran aparat keamanan.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Status Gunung Tangkuban Parahu Turun ke Level Normal

Penurunan status tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya dengan mengacu terhadap potensi ancaman bahaya Tangkuban Parahu.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Asap Mendadak Tebal di Kota Jambi

Pantauan SP di Kota Jambi, Senin pukul 08.30 WIB, asap tampak tebal dan membatasi jarak pandang hingga 1,5 kilometer.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Tak Antusias Ditelepon Istana, M Nasir Cerita Pengalaman Jadi Menristekdikti

Nasir menuturkan, awal ditunjuk menjadi Menteri Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menrsitekdikti) bermula dari telpon nomor tak dikenal yang menghubunginya.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

PN Jaksel Gelar Sidang Praperadilan Imam Nahrawi Hari Ini

Sidang perdana praperadilan Imam ini akan dipimpin oleh Hakim Tunggal Elfian.

NASIONAL | 21 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS