Dalam Satu Bulan, Angka Karhutla Naik 160%
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Dalam Satu Bulan, Angka Karhutla Naik 160%

Selasa, 22 Oktober 2019 | 11:00 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com -Luasan indikatif kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari bulan Januari hingga September 2019 meningkat drastis. Pada periode Januari-Agustus 2019 luasannya sebesar 328.724 hektare (ha). Setelah dihitung kembali, pada periode Januari-September 2019 luasannya mencapai 857.756 ha.

"Ada kenaikan 160% dibanding luas indikatif karhutla di bulan Agustus 2019 yang hanya 328.724 ha," kata Pelaksana tugas Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B Panjaitan, di Jakarta, Senin (21/10).

Kondisi kering dan musim kemarau pada September 2019 meningkatkan jumlah titik panas sehingga karhutla meluas. Selain itu, praktik pembukaan lahan dengan membakar masih dilakukan oleh sejumlah oknum yang terbiasa membakar gambut berkondisi kering.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, luas kebakaran tahun 2019 lebih luas daripada kebakaran tahun 2018, 2017, dan 2016. Namun luas karhutla yang penghitungannya masih berjalan di tahun 2019 ini tidak seluas karhutla di tahun 2015 yang mencapai lebih dari 2 juta ha.

Raffles mengungkapkan, luas karhutla di tahun 2018 mencapai 510.564 ha yang terdiri dari kebakaran di tanah mineral 385.224 ha dan gambut 125.340 ha. Sementara itu di tahun 2017, luas karhutla mencapai 165.484 ha yang terdiri dari kebakaran di mineral 151.929 ha dan di gambut 13.555. Untuk tahun 2016 luas karhutla 438.363 ha yang terdiri di lahan mineral 340.576 ha dan di gambut 97.787 ha.

Sedangkan di tahun 2015 dari luas karhutla yang mencapai 2,6 juta ha yang terdiri dari kebakaran di lahan mineral seluas 1,7 juta ha dan gambut 891.275 ha.

Jika dilihat dari jumlah titik panas (hot spot) selama periode yang sama dari 1 Januari hingga 20 Oktober terjadi peningkatan dari tahun 2018. Berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua di periode tersebut, pada tahun 2018 jumlah titik panas mencapai 8.949 titik. Kemudian di tahun 2019 jumlah titik panas mencapai 25.318 titik, atau meningkat 16.824 titik dibanding periode yang sama di tahun 2018 yang kenaikannya mencapai 198,07%.

"Kenapa terjadi, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika masa ada pergerakan arus panas dari Australia. Ditambah lagi ada fuel-nya atau bahan bakar yakni gambut kering dan ada pola lama membuka lahan dengan cara membakar," papar Raffles.

Hujan
Namun memasuki Oktober 2019, hujan mulai nampak dan jumlah titik panas cenderungan menurun. Kualitas udara dan jarak pandang dilaporkan membaik. Hanya saja di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan masih ditemukan titik panas namun sudah ada satgas karhutla yang menangani. Saat ini terpantau titik panas berjumlah sekitar 3.000-an.

Pascakarhutla 2015, pemerintah memang telah berupaya semaksimal mungkin dalam pencegahan karhutla. Dalam upaya penanganan karhutla hingga saat ini, sejumlah provinsi rawan karhutla pun masih menetapkan status darurat.

Upaya pencegahan dengan patroli terpadu di desa rawan karhutla pun juga dilakukan di 1.165 desa dari sekitar 4.140 desa rawan karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

"Dalam patroli terpadu itu, dilakukan sosialisasi lahan tanpa bakar. Sehingga perlu diperluas cakupan wilayah desa rawan tersebut," ucapnya.

Saat ini luasan karhutla masih terus dihitung. Raffles memperkirakan tambahan luasannya tidak sebesar di bulan September 2019.

Di tahun 2020, pencegahan karhutla pun akan terus dioptimalkan dengan melakukan sosialisasi di desa rawan karhutla. Daerah harus menginventarisasi kondisi dan mata pencarian masyarakat sehingga dapat diberikan alternatif usaha lain seperti perikanan. Dengan begitu diharapkan bisa menekan peluang karhutla.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Peringati Hari Santri Nasional, Habib Jindan: Hati-hati Sekarang Banyak Ustaz Aneh

Ia menuturkan, keberagamaan orang Indonesia banyak diuji dengan berbagai peristiwa dan banyaknya tokoh agama yang retoris.

NASIONAL | 22 Oktober 2019

Hari Santri Nasional, Said Aqil: Pesantren Berjasa Cerdaskan Bangsa Indonesia

Perayaan Hari Santri Nasional 2019 yang mengusung tema “Santri Unggul Indonesia Makmur” itu dilaksanakan di Kampus Unusia, Parung, Bogor.

NASIONAL | 22 Oktober 2019

Sinar Mas Support Pembangunan Kampus II Unusia

Sinar Mas memberikan dukungan pembangunan gedung Kampus II Universitas Nadhlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) di Bogor, Jawa Barat.

NASIONAL | 22 Oktober 2019

Wow, Suhu Udara di Indonesia Capai 38,8 Derajat Celsius!

Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir.

NASIONAL | 22 Oktober 2019

PBNU Bahas Isu Uighur, Palestina, hingga Papua dengan Dubes AS

Apabila isu tentang etnis Uighur di Xinjiang merupakan bagian dari pelanggaran hak asasi manusia, maka PBNU akan bersuara.

NASIONAL | 22 Oktober 2019

Polisi Tangkap 15 Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

Dari 15 orang ini, 13 tersangka dilakukan proses penahanan, dan ada dua orang karena alasan kesehatan ditangguhkan.

NASIONAL | 22 Oktober 2019

Gus Yasin: Santri Harus Aktif Wujudkan Perdamaian

Mari kita tunjukkan santri Jawa Tengah, Indonesia bisa membawa kedamaian untuk dunia dan Indonesia khususnya

NASIONAL | 22 Oktober 2019

Kota Jambi Masih Diselimuti Asap, Kualitas Udara Membaik

Pagi tadi asap tebal masih tampak, dan membatasi jarak pandang hingga 1,5 kilometer.

NASIONAL | 22 Oktober 2019

175 Pengungsi Wamena Tiba di Medan, Gubernur Minta Anak-anak Difasilitasi Sekolahnya

endidikan anak-anak adalah prioritas yang harus diurus segera. Ia meminta pihak terkait mendata siswa SMA dan SMP agar difasilitasi administrasinya.

NASIONAL | 22 Oktober 2019

Nasdem Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Ideologi Pancasila

Nasdem sejak awal berdiri berkomitmen tidak akan memberi ruang dan tempat sedikitpun tumbuhnya paham-paham radikalisme di Indonesia.

NASIONAL | 22 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS