4,4 Juta Ha Lahan Sawit Potensial untuk Integrasi Sapi Sawit
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

4,4 Juta Ha Lahan Sawit Potensial untuk Integrasi Sapi Sawit

Kamis, 24 Oktober 2019 | 11:00 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mendukung kemandirian penyediaan daging merah, Indonesia perlu menggenjot produktivitas sapi dalam negeri. Program pengembangan integrasi sapi sawit sangat potensial untuk dikembangkan di sekitar 4,4 juta hektare (ha) lahan sawit di Indonesia khususnya di Sumatera dan Kalimantan.

Selama lima tahun terakhir, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah menginisiasi pola integrasi sapi sawit. Dalam perjalanannya, BPPT mendapat dukungan trasfer teknologi dan pengalaman dari Australia yang sukses membudidayakan sapi.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, dalam program ini BPPT bekerja sama dengan Australia untuk riset kolaborasi integrasi sapi sawit.

"Ketersediaan daging sapi di dalam negeri masih kurang. Padahal kita punya 14 juta ha perkebunan sawit dan 4,4 juta ha di antaranya merupakan area potensial. Namun baru 132.000 ha yang dikelola dengan integrasi 66.000 sapi sawit," kata Hammam di sela-sela konferensi integrasi produksi sapi dan kelapa sawit, di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Hammam menambahkan, potensi 4,4 juta ha lahan sawit ini merupakan peluang yang sangat besar bila digarap serius.
Melalui konferensi ini pun lanjutnya, Indonesia bisa menerima masukan dan pengalaman dari berbagai negara yang menerapkan integrasi sapi sawit seperti Malaysia dan Papua Nugini.

Saat ini, BPPT sudah melakukan inisiasi integrasi sapi sawit bersama peternak rakyat di Pelalawan, Riau, serta empat perkebunan kelapa sawit di sejumlah provinsi.

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Soni Solistia Wirawan menjelaskan, pengembangan sapi sawit ini masih menemui tantangan, salah satunya dari perusahaan yang takut sapi akan merusak tanaman sawitnya.

Soni memastikan kajian riset dilakukan agar sapi bisa produktif, dengan nutrisi pakan yang tepat kenaikan bobot sapi mencapai 0,8 kilogram per hari. Penerapan teknologi berbasis informasi teknologi juga akan memastikan sapi digembalakan dari jarak jauh.

"Pengusaha sawit maju mundur untuk implementasinya. Maka melalui konferensi ini kita akan buktikan jika integrasi sapi sawit dikelola dengan benar akan menguntungkan peternak," ungkapnya.

Saat ini Indonesia belum bisa mandiri memasok daging sapi dalam negeri. Tahun 2017 total konsumsi daging sapi Indonesia sekitar 720.225 ton dengan perhitungan jumlah penduduk 261,9 juta jiwa dan konsumsi daging sapi 2,75 kg per kapita per tahun.

Sementara itu, produksi daging sapi dalam negeri hanya sekitar 437.300 ton. Untuk menutup kebutuhan daging sapi harus impor sebesar 282.295 ton. Kemudian setidaknya Indonesia harus mengimpor sekitar 707.000 ekor sapi bakalan atau setara dengan produksi 141.463 ton daging sapi.

Dalam konferensi tersebut, BPPT juga meluncurkan inovasi berbasis teknologi di sektor pembiakan sapi. BPPT meluncurkan Si Pinter untuk pencatatan dan identifikasi ternak dengan perekaman dan GPS tracker yang berguna untuk memantau pergerakan sapi.

Bersama Australia, BPPT juga meluncurkan Calfin untuk mendukung investor dan pelaku usaha pembiakan sapi membuat keputusan investasi.

Selain itu ada pula Calpros bagi peternak kecil untuk memantau opersional dan produktivitas sapi. Sedangkan Calprof software untuk peternak skala besar untuk pemeliharaan dan pembiakan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Atasi Ketimpangan, Bantuan Pembangunan Desa di Jambi Ditingkatkan

Pemprov Jambi sudah mengucurkan sekitar Rp 281,16 miliar dana pembangunan untuk 1.399 desa dan 163 kelurahan tertinggal.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

“Pembukaan Ubud Writers & Readers Festival 2019 dan Lifetime Achievement Award untuk Made Taro

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) yang ke-16 dimulai pada Rabu (23/10/2019). Sebagai satu dari lima festival sastra terbaik dunia untuk tahun 2019

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Sarinah Pamerkan Produk Terbaru 'Sarinah Home' di Mozaik Indonesia

Sarinah (Persero) kembali mengikuti ajang Hospitality Mozaik Indonesia, yang memamerkan produk terbaru Sarinah Home yang didedikasikan untuk furnitur dan dekorasi rumah bergaya kontemporer.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Mendalami Dunia Wirausaha melalui Kuliah Kewirausahaan Pemuda

Melalui Kuliah Kewirausahaan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Indonesia bersemangat untuk mengembangkan jiwa wirausaha di kalangan pemuda.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Silaturahmi ke Rumah Mega, Gibran Bawa Makanan

Dia mengendarai sebuah mobil minibus merek Toyota dengan nomor polisi B 1024 RFQ.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

PTUN Surabaya Batalkan Ketetapan Pajak Rp 13,7 Miliar CV MAL

Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya menolak eksepsi Ditjen Pajak dan menyatakan berwenang mengadili gugatan kewenangan Kepala KPP yang menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) PPN sebesar Rp 13,7 miliar kepada perusahaan CV MAL

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Personel Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-N Unifil Gelar Latihan Menembak Kelompok

Dari hasil latihan menembak kelompok menunjukkan bahwa seluruh personel layak untuk bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon Selatan.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Cuaca Terik, Suhu Tertinggi Tercatat di Ciputat 39,6 Derajat Celsius

Suhu tertinggi ini, memecahkan rekor suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia sebesar 39,5 derajat celsius pada tahun 2015 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Penyelesaian Sengketa Lahan Sawit Perlu Diprioritaskan

Penyelesaian konflik lahan sawit dalam kawasan hutan sebagai pemicu utama isu deforestasi perlu menjadi prioritas pemerintah.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Pakar UGM: Dipilihnya Nadiem Diharapkan Bawa Angin Segar di Dunia Pendidikan

Kombinasi antara politisi dan profesional dalam kabinet baru ini merupakan keinginan Jokowi untuk mencapai berbagai tujuan.

NASIONAL | 24 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS