2020, Bandar Antariksa Kecil Dibangun di Biak
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

2020, Bandar Antariksa Kecil Dibangun di Biak

Kamis, 7 November 2019 | 11:00 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan segera membangun bandar antariksa skala kecil di Pulau Biak, Papua. Meski berskala kecil, Lapan bisa menguji kemampuannya coba peluncuran roket.

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin mengatakan, pembangunan bandar antariksa di Pulau Biak ini tidak dapat dilakukan oleh Lapan sendiri. Sebab, di dalam lingkungan bandar antariksa tersebut harus dilengkapi dengan fasilitas pokok dan fasilitas penunjang.

Dalam mencari lokasi bandar antariksa terbaik, Lapan telah melakukan kajian terhadap alternatif lokasi di wilayah lainnya seperti Pulau Enggano, Pulau Nias, Pulau Morotai, dan Pulau Biak.

"Dari beberapa lokasi tersebut yang memenuhi persyaratan teknis sebagai lokasi pembangunan bandar antariksa salah satunya adalah pulau Biak, Desa Soukobye, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua yang merupakan tanah Lapan," katanya di Jakarta, Rabu (6/11).

Thomas menjelaskan, Biak dipilih menjadi calon lokasi bandar antariksa karena memiliki keunggulan kompetitif, yaitu sangat dekat dengan ekuator atau garis Khatulistiwa.

Wilayah tersebut terletak pada titik koordinat 0º55′-1º27′ lintang selatan (LS) dan 134º47′-136º48 bujur timur (BT). Posisi tersebut sangat baik sebagai tempat peluncuran roket peluncur satelit (RPS) ke geostationary earth orbit (GEO) dan berdampak positif pada penghematan penggunaan bahan bakar roket ketika peluncuran.

"Bandar antariksa ditetapkan akan dibangun di Biak. Alasannya, Biak paling dekat ke ekuator dengan lintang sekitar 1 derajat selatan. Kami bagi dua jenis karena alasan anggaran dan kompleksitasnya," ungkapnya.

Dengan lahan yang dimiliki Lapan seluas 100 hektare dan terbatasnya anggaran, yang akan dibangun adalah bandar antariksa skala kecil. Bandar antariksa besar akan dibangun nantinya dengan mitra internasional.

Terkait berapa anggaran yang dibutuhkan, Thomas belum bisa menyebut secara pasti karena anggaran belum dihitung secara total dan sedang dikaji.

Ia menambahkan, pembangunan bandar antariksa di wilayah Indonesia merupakan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaaan untuk mewujudkan kemandirian di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) penerbangan dan antariksa. Di antaranya adalah pengembangan teknologi roket, khususnya teknologi RPS yang dapat membawa wahana ke orbit.

Untuk pembangunan wahana ini, Thomas menjelaskan, pada tahun 2020 dimulai tahapan kajian dan perencanaan. Ditargetkan, pada 2024 tahap awal akan selesai untuk uji terbang roket bertingkat yang sekarang sedang dikembangkan.
"Bandar antariksa akan digunakan untuk uji terbang pengembangan roket dan operasional peluncuran satelit dengan wahana roket," ucapnya.

Observasi Nasional
Sebelumnya, Lapan sudah lebih dahulu membangun fasilitas observasi nasional antariksa di Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ditargetkan, fasilitas ini akan beroperasi pada tahun 2020.

Observasi nasional ini berfungsi untuk penelitian antariksa dengan pengamatan objek-objek astronomi. Selain itu, kehadiran fasilitas ini diharapkan mendorong pendidikan di kawasan timur Indonesia.

Thomas menambahkan, di wilayah sekitar observasi nasional ini juga dibangun kawasan taman nasional langit gelap. Lokasi wisata ini khas dan menarik karena wisatawan nantinya dapat menikmati keindahan alam dan langit di malam hari tanpa terganggu polusi cahaya.

Observasi nasional di Timau ini dirancang untuk melengkapi observasi Bosscha Lembang Jawa Barat yang sudah terpapar polusi cahaya dari kawasan Bandung Raya. Biaya pembangunan observasi nasional Timau ini mencapai Rp 300 miliar.

Fasilitas pengamatan antariksa ini juga akan dilengkapi teleskop optik 3,8 meter. Diharapkan, lanjut Thomas, fasilitas wahana keantariksaan ini mampu memacu perkembangan iptek di wilayah Indonesia timur.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Wapres: RS Syubbanul Wathon Jadi Contoh Gotong Royong

Meresmikan RSU Syubbanul Wathon di Magelang, Wapres menyebut ini rumah sakit percontohan kemitraan dengan azas gotong-royong.

NASIONAL | 7 November 2019

JK ke Jokowi: Sekarang Saya Bebas

JK memberitahu Jokowi bahwa dia menikmati hari-hari pensiunnya. Menurut JK, tiap hari dia merasakan seperti hari Sabtu dan Minggu.

NASIONAL | 7 November 2019

KPK Jadwalkan Periksa GM Waskita Beton Precast

Sanusi bakal diperiksa sebagai saksi diperiksa kasus dugaan korupsi pengadaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan‎ Waterfront City di Kampar.

NASIONAL | 7 November 2019

Amandemen UUD 45, KY Ingin Eksistensinya Lebih Dipertegas

Seandainya jadi ada amandemen UUD 1945, KY minta supaya eksistensinya lebih dipertegas.

NASIONAL | 7 November 2019

KPK Bantu Polda Sultra Usut Desa Fiktif

Pembentukan desa fiktif ini menjadi celah korupsi mengeruk anggaran dana desa yang dikucurkan pemerintah.

NASIONAL | 7 November 2019

Tantangan Pancasila di Tengah Budaya Aplikasi dan Politik Pragmatis

Membudayakan Pancasila saat ini harus bisa menyelesaikan tantangan budaya kekinian yang didominasi penggunaan aplikasi teknologi.

NASIONAL | 7 November 2019

Novel Dipolisikan Politisi PDIP, KPK: Sudah di Luar Rasa Kemanusiaan

KPK menyayangkan orang-orang yang bertindak di luar rasa kemanusiaan, Novel merupakan korban dari teror yang membuat matanya cacat.

NASIONAL | 7 November 2019

Perlu Penelitian Menyeluruh terhadap Tanaman Kratom

Perlu dilakukan penelitian secara menyeluruh terhadap kandungan tanaman kratom dari berbagai aspek, sehingga diketahui secara pasti manfaat dan mudaratnya.

NASIONAL | 7 November 2019

M Nasir: Jika Diizinkan, Tata Niaga Kratom Harus Diatur

Jika perdagangan tanaman kratom diizinkan, maka nantinya tata niaganya harus diatur dengan baik.

NASIONAL | 7 November 2019

Menteri LHK Siti Nurbaya Ungkap Terobosan Pemerintah Hadapi Karhutla di 2020

Selain dukungan pemerintah pusat (sumber APBN),juga akan diperkuat melalui dana desa dan pemerintah daerah (sumber APBD, DBH-DR).

NASIONAL | 7 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS