Masuki Musim Hujan, Waspada Bencana Hidrometeorologi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Masuki Musim Hujan, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Sabtu, 30 November 2019 | 11:00 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com -Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai curah hujan di masa transisi atau pancaroba dan masa masuknya musim hujan di akhir November 2019. Meski baru 16% wilayah Indonesia yang sudah masuk musim hujan, peluang hujan singkat dan deras di masa peralihan perlu diwaspadai.

Apalagi ketika terjadi perubahan lingkungan potensi bencana banjir dan longsor bisa menjadi ancaman serius. Selain itu, waspadai pula terjadinya puting beliung.

Kepala Sub Bidang Analisis dan Informasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi mengatakan, hingga pertengahan November 2019 baru 16% wilayah Indonesia yang telah memasuki musim hujan.

Sementara itu beberapa wilayah masih ada yang mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 200 hari atau sekitar tujuh bulan tanpa hujan. Wilayah yang mengalami HTH lebih dari 200 hari terjadi di beberapa kecamatan di Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

"Awal musim hujan 2019/2020 untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah akan didominasi mulai akhir November sampai dengan awal Desember," katanya di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Sedangkan untuk wilayah Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Papua, dan Kalimantan memasuki musim hujan pada awal sampai pertengahan Desember 2020.

"Puncak musim hujan tahun 2019/2020 untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur terjadi pada Februari 2020," papar Adi.

Sedangkan, puncak musim hujan untuk wilayah Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi, Papua dan Kalimantan pada Maret 2020.

Adi meminta masyarakat untuk mewaspadai wilayah yang berpotensi banjir selama periode musim hujan 2019/2020. Terlebih saat saat puncak musim hujan Januari, Februari, hingga Maret 2020 khususnya di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua.

Sementara itu, untuk dasarian (10 harian) III November 2019, kriteria curah hujan masih rendah yakni 0-50 milimeter per dasarian. Sedangkan, curah hujan tinggi lebih dari 150 milimeter per dasarian terjadi di Sumatera bagian tengah, Kalimantan Tengah bagian pesisir barat, dan sebagian kecil Pulau Flores.

Selanjutnya, sifat hujan pada dasarian III November 2019 adalah bawah normal. Hanya wilayah Sumatera Barat bagian tengah, Riau bagian tengah, pesisir barat Kalimantan Barat, dan Pulau Flores bagian tengah yang curah hujannya berada di atas normal. Curah hujan di atas normal di Sumatera Barat inilah yang kemudian menyebabkan banjir dan longsor di Solok.

Lingkungan
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, menyebut sejak Januari-29 November 2019 telah terjadi 3.383 kejadian bencana yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti puting beliung, banjir dan longsor.

"Bencana hidrometeorologi banyak terjadi di Jawa, indikasinya karena terjadinya kerusakan lingkungan," kata Agus.
Bencana banjir paling banyak terjadi di Gresik, Garut, Bogor, Pati, Cirebon dan Mojokerto. Sementara itu dari 3.383 total kejadian bencana sebanyak 1.127 adalah bencana puting beliung. Kejadian tersebut paling banyak terjadi Bogor, Cilacap, Jepara, Semarang, Sukabumi, dan Magelang.

Menurut data BNPB, pada tahun 2018 lalu angka korban meninggal dunia bahkan mencapai lebih dari 4.800 jiwa, sedangkan angka kerugian hingga Rp 3 triliun.

Sejumlah gempa merusak dan tsunami terjadi di tahun 2018 seperti gempa Lombok, gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu serta di akhir tahun tsunami di Banten.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

UPH Startup Competition Wujudkan Ide Bisnis Mahasiswa

Ini merupakan kompetisi yang fokus pada proses membangun ide untuk menyelesaikan masalah penting di masyarakat.

NASIONAL | 30 November 2019

Ikon "Padang Kota Tercinta" Terbakar

Petugas kesulitan memadamkan api karena lokasi kebakaran terlalu tinggi sehingga susah memobilisasi personel, air, dan peralatan ke sana.

NASIONAL | 30 November 2019

Menko Polhukam: Tak Ada Pembatasan Orang Asing ke Papua

Menko Polhukam menilai positif pertemuan dengan masyarakat Papua karena semua mempunyai semangat untuk maju bersama.

NASIONAL | 30 November 2019

Mendagri: Ada Aspirasi Bentuk 2 Provinsi Baru di Papua

Mendagri juga menegaskan akan mendalami informasi soal dana desa di wilayah pegunungan Papua digunakan untuk mendukung aktivitas KKSB.

NASIONAL | 30 November 2019

Rencana Penghapusan UN Dapat Sambutan Positif

UN hanya menguntungkan pelaku bisnis pendidikan seperti penerbit dan bimbingan belajar, baik secara daring maupun luring.

NASIONAL | 29 November 2019

Kemkominfo: Akan Lebih Mudah Jika Iklan Rokok Dilarang

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan lebih mudah memblokir karena dianggap bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

NASIONAL | 30 November 2019

Nadiem Minta Kepala Sekolah Ubah Cara Kepemimpinan

Berkaca dari pengalamannya memimpin Gojek, ia mengajak para guru untuk memulai dengan perubahan paradigma.

NASIONAL | 30 November 2019

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Akan Dibangun di Pulau Timor

Pembangunan akan dilakukan dalam dua tahap yakni pada 2022 dengan kapasitas sebesar 10 MW dan 2023 sebesar 10 MW.

NASIONAL | 30 November 2019

Rencana Hapus UN, Nadiem: Guru Harap Bersabar

Ia masih melakukan kajian karena menilai, esensi pelaksanaan UN saat ini tidak sesuai.

NASIONAL | 30 November 2019

Mayat Terpotong di Silaut Diduga Dimangsa Buaya

Hasil pemeriksaan luar, Supriadi diduga tewas karena terkaman binatang buas karena di potongan tubuhnya ditemukan bekas gigitan yang masih membekas.

NASIONAL | 30 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS