3 DAS di Jabodetabek dalam Kondisi Sangat Kritis
INDEX

BISNIS-27 448.146 (-0.92)   |   COMPOSITE 5091.82 (10.35)   |   DBX 966.643 (4.95)   |   I-GRADE 139.941 (-0.19)   |   IDX30 428.154 (-1.48)   |   IDX80 113.358 (-0.09)   |   IDXBUMN20 291.199 (-0.02)   |   IDXG30 119.599 (-0.63)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-1.43)   |   IDXQ30 124.629 (-0.42)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.25)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.24)   |   IDXV30 107.251 (-0.03)   |   INFOBANK15 832.7 (-0.92)   |   Investor33 373.408 (-0.42)   |   ISSI 150.953 (-0.04)   |   JII 549.986 (-1.27)   |   JII70 187.543 (-0.07)   |   KOMPAS100 1019.5 (-0.12)   |   LQ45 788.563 (-1.51)   |   MBX 1407.83 (2.21)   |   MNC36 279.661 (-0.32)   |   PEFINDO25 277.129 (3.76)   |   SMInfra18 242.149 (-1.27)   |   SRI-KEHATI 316.134 (-0.44)   |  

3 DAS di Jabodetabek dalam Kondisi Sangat Kritis

Rabu, 8 Januari 2020 | 13:00 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Dari pengamatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), wilayah yang terdampak banjir di Jabodetabek pada 1 Januari 2020 memiliki delapan DAS yakni Ciliwung, Cisadane, Angke Pesanggarahan, Bekasi, Buaran, Cakung, Krukut, dan Sunter. DAS tersebut dialiri 13 sungai yakni Sungai Mookervart, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Mampang, Ciliwung, Cipinang, Sunter, Buaran, Cakung, Kanal Banjir Timur, dan Kanal Banjir Barat.

"DAS yang mengalami kondisi kritis bahkan sangat kritis adalah DAS Ciliwung, Cisadane, dan Bekasi," ucap Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hudoyo, di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Di DAS Ciliwung, dari sekitar 535.500 hektare (ha) kondisi sangat kritisnya mencapai 479.280 ha. Sementara Cisadane dari 34.768,2 ha, lahan sangat kritisnya seluas 26.499,7 ha. Kemudian Bekasi dari 16.108 ha, lahan sangat kritisnya mencapai 11.037,5 ha.

Selain itu, erosi di ketiga DAS itu juga terjadi. Erosi di DAS Ciliwung mencapai 35.808 ha, Cisadane 24.209, dan Kali Bekasi 5.681 ha untuk kategori erosi berat. Untuk erosi sangat berat di ketiga DAS itu mencapai 32.061 ha dan erosi sedang 15.589. Total erosi mencapai 83.458 ha.

Sementara itu luas tutupan lahan tidak bervegetasi dalam kawasan hutan 18.296 ha atau sekitar 38,2% dari luas kawasan hutan dan 4,10% dari luas DAS.

Pascabanjir yang melanda Jabodetabek pada 1 Januari 2020, Presiden memerintahkan KLHK untuk memperbaiki dan memulihkan ekosistem di DAS. Oleh karena itu, lima tahun ke depan KLHK akan fokus pada rehabilitasi lahan dan konservasi tanah dan air, serta pengendalian sampah.

Hudoyo mengatakan, upaya mengatasi banjir harus dilakukan di hulu dan hilir karena penyebab banjir beragam. Selain curah hujan tinggi, juga ada faktor sedimentasi sungai, drainase buruk, sampah, dan berubah fungsinya daerah tangkapan air jadi hutan beton atau bangunan.

Sejak tahun 1621, lanjutnya, Jakarta memang sudah dilanda banjir. Namun saat itu banjir masih terkendali karena masih banyak situ dan rawa.

"Ada Rawasari, Rawabelong, Rawamangun, dan Rawajati. Itu penamaan daerah sesuai karakteristiknya atau toponimi. Namun sekarang berubah," katanya.

Menurutnya, bencana banjir Jabodetabek bisa dipengaruhi banyak faktor antara lain curah hujan tinggi (esktrem) yang juga terjadi di hilir, limpasan air, hilangnya situ atau alih fungsi rawa, tutupan lahan di hulu didominasi pertanian lahan kering, sistem drainase yang tidak mampu mengantisipasi kenaikan volume air yang ekstrem, amblesan tanah akibat pengambilan air tanah berlebihan, dan praktik pembuangan sampah yang buruk.

Tindak Tegas
Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Pengendalian Daerah Aliran Sungai (PEPDAS) KLHK, Totok Saparis mengungkapkan, dari peristiwa banjir 1 Januari terlihat adanya perubahan curah hujan. Biasanya hujan di hulu lebih tinggi dibanding di hilir, tetapi waktu peristiwa itu, justru hujan di hilir sangat ekstrem. Contohnya, di wilayah Halim tercatat hujan mencapai 377 mm per hari.

Selain itu adanya amblesan tanah turut memporakporandakan sistem drainase. Belum lagi berkurangnya resapan air karena dominasi bangunan dan masalah sampah yang menjadi persoalan serius.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani menegaskan, pemerintah akan melakukan tindakan tegas yang mengacu pada UU Pengelolaan Sampah dan UU Lingkungan Hidup untuk menjerat pengelola atau penanggung jawab yang melakukan praktik ilegal pembuangan dan pengelolaan sampah.

Sanksi tersebut bisa berupa administrasi hingga pidana kurungan penjara dan denda miliaran rupiah. Menurutnya, sebagian besar sampah di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tidak terkelola dengan baik. Di Kabupaten Bogor, hampir 93% sampah masuk ke badan air.

"Di Jabodetabek juga ada tempat pembuangan sampah ilegal. Sampah ini akan masuk ke lingkungan dan sangat mungkin menimbulkan banjir," ucapnya.

Di sisi lain, di hulu juga ada persoalan tambang. Pihaknya menyebut terus melakukan operasi penegakan hukum terhadap tambang ilegal di kawasan hulu. Meski begitu kewenangan pengawasan rehabilitasi dan reklamasi pascatambang ada di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Rasio menambahkan selama periode tahun 2015-2019 pihaknya sudah melakukan 37 operasi terhadap tambang ilegal. Kegiatan tambang ilegal ini mengancam DAS.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Tegaskan Kepulauan Natuna Teritorial NKRI

Presiden menegaskan, wilayah Kepulauan Natuna merupakan teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tidak bisa diganggu gugat.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Pendaftar Membeludak, Panitia Perpanjang Waktu Registrasi LTMPT

Panitia LTMPT resmi memperpanjang waktu pendaftaran, baik untuk sekolah maupun siswa hingga Kamis (9/1/2020) pukul 17.00 WIB.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Aspri Imam Nahrawi Segera Diadili atas Kasus Suap Dana Hibah KONI

Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum diduga menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018.

NASIONAL | 8 Januari 2020

BPK: Kasus Asuransi Jiwasraya Berdampak Sistemik

Kasus dugaan fraud Jiwasraya berimbas pada kerugian negara yang cukup besar.

NASIONAL | 8 Januari 2020

BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem Sepekan Ini

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi dan merata di seluruh wilayah di Indonesia.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Pemprov Banten Fokus Layani Kebutuhan Dasar Para Korban Banjir

Andika mengatakan, masih ada sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak yang terisolir akibat banjir bandang 1 Januari lalu.

NASIONAL | 8 Januari 2020

14 Riset UGM Dapat Pendaanaan dari Kementerian Keuangan

"Kami sangat mengapresiasi atas pencapaian itu,” kata Ririn.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Jadi Pimpinan Parpol, Awalnya Ditertawakan Karena Dinilai Tidak Bisa Apa-apa

Karena langkah beraninya, dari yang ditertawakan, Megawati pun menjadi perempuan pertama menjadi presiden.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Kejaksaan Sudah Periksa 98 Saksi Kasus Jiwasraya

Diharapkan dalam waktu dua bulan ke depan, Kejaksaan akan mengumumkan tersangka utamanya.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Banjir Bandang Lebak, Bareskrim Duga Akibat Pembalakan Liar

Banjir diduga kuat akibat penambangan dan pembalakan liar di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

NASIONAL | 8 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS