Berulah Kembali, Narapidana yang Dilepas karena Covid-19 Bakal Dijebloskan ke Sel Pengasingan
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Berulah Kembali, Narapidana yang Dilepas karena Covid-19 Bakal Dijebloskan ke Sel Pengasingan

Jumat, 10 April 2020 | 20:09 WIB
Oleh : Fana F Suparman / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjenpas Kemkumham) meminta masyarakat tak perlu cemas dengan telah dirumahkannya sebanyak 35 ribu lebih narapidana sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Ditjenpas memastikan bakal menindak tegas warga binaan penerima program asimilasi dan integrasi yang kembali berulah.

Tak hanya tercabut hak asimilasi dan integrasinya, warga binaan yang melanggar aturan, apalagi mengulangi tindak pidana terancam bakal kembali menjalani pidana dalam lembaga pemasyarakatan dan ditambah pidana yang baru. Selain itu, warga binaan yang masih membandel juga terancam dijebloskan ke sel pengasingan.

"Saya sudah memerintahkan seluruh Kepala Lapas dan Rutan, untuk warga binaan yang melanggar aturan dan kedisiplinan dalam pelaksanaan asimilasi dan integrasi, selain dicabut hak asimilasi dan integrasinya, ia akan menjalankan sisa pidananya kembali dalam lembaga ditambah pidana yang baru. Lalu, ia juga harus dimasukkan ke dalam straft cell atau sel pengasingan, dan tidak diberikan hak remisi sampai waktu tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ini sebagai konsekuensi atas aturan yang sudah dilanggar," tegas Plt Dirjenpas, Nugroho dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu di Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Nugroho menyatakan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara serta Balai Pemasyarakatan bakal terus memantau narapidana yang menjalani masa asimilasi dan integrasi secara virtual. Hal ini untuk memastikan narapidana tetap berada di rumah dan menjalankan segala konsekuensi program tersebut.

"Seperti Lapas Klas I Tangerang yang melakukan pengawasan lanjutan dengan membentuk grup WA, agar komunikasi dengan mereka yang asimilasi dan integrasi terus terjaga. Juga Bapas yang melakukan pembimbingan dan pengawasan secara online melalui video call dan layanan sejenis," katanya.

Dengan pemantauan ini, lapas dapat memastikan narapidana berkelakuan baik serta tetap berada di rumah selama menjalani asimilasi dan integrasi. Untuk itu, Nugroho meminta setiap Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan, Pengadilan ataupun BNN agar program asimilasi dan integrasi tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Selain itu, Nugroho juga meminta setiap Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan menindak jika ada narapidana yang kembali berulah.

“Jika narapidana yang telah dirumahkan kembali berulah harus langsung ditindak. Oleh karenanya mereka harus terus dipantau dan tetap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lain agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegasnya.

Dijelaskan, narapidana dan anak yang mendapat asimilasi dan integrasi telah melalui tahap penilaian perilaku. Mereka dinilai sudah berkelakuan baik, mengikuti program pembinaan, dan tidak melakukan tindakan pelanggaran disiplin selama menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan. Tak hanya itu, sebelum kembali ke masyarakat, para warga binaan itu mendapat edukasi mengenai aturan dan kedisiplinan yang tidak boleh dilanggar selama menjalani asimilasi dan integrasi serta sanksi yang akan mereka peroleh jika melanggar.

"Secara tegas sudah disampaikan kepada mereka apabila mereka melanggar semua aturan disiplin tersebut, asimilasi dan integrasi akan dicabut dan mereka harus kembali ke dalam lembaga, menjalankan sisa pidana ditambah pidana yang baru, setelah putusan hakim," katanya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ibnu Chuldun berharap masyarakat dapat menerima dengan baik para narapidana yang telah menerima program asimilasi dan integrasi serta mendukung program pembinaan yang telah mereka terima selama berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Dikatakan, masyarakat merupakan pilar penting keberhasilan program pembinaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan.

"Jika masyarakat menolak maka sia-sialah pembinaan yang telah dilakukan oleh Pemasyarakatan," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pandemi Covid-19, Stok Beras di Bengkulu Dipastikan Aman

Stok beras di Bengkulu diperkirakan mampu mengatasi kebutuhan selama lima bulan kedepan.

NASIONAL | 10 April 2020

UI Terima 1.106 Mahasiswa Baru Melalui SNMPTN 2020

Program studi yang paling banyak diminati tahun ini adalah Pendidikan Dokter, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Ilmu Hukum, Psikologi, dan Akuntansi.

NASIONAL | 10 April 2020

Lawan Corona, Petrokimia Bantu APD dan Masker

Bantuan APD terutama diberikan kepada warga di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember dan Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.

NASIONAL | 10 April 2020

Dampak Covid-19, 1.465 Pekerja di DIY Terkena PHK

Disnakertrans DI Yogyakarta mencatat terdapat sebanyak 1.465 orang akibat pandemi virus corona (Covid-19) hingga Kamis (9/4/2020).

NASIONAL | 10 April 2020

Tito Karnavian: Realokasi Anggaran untuk Tiga Sektor

Tito Karnavian mengemukakan realokasi APBD difokuskan untuk peningkatan kapasitas kesehatan, Jaring Pengaman Sosial, dan membantu dunia usaha tetap hidup.

NASIONAL | 10 April 2020

Warga Bengkulu Positif Covid-19 Bertambah 2 Orang

Warga Bengkulu yang positif terjangkit virus corona bertambah 2 orang, sehingga warga daerah ini yang positif terpapar Covid-19 menjadi 4 orang.

NASIONAL | 10 April 2020

Pakar: Surat Telegram Kapolri Soal Penghinaan Presiden Miliki Legitimasi

Kritik menjadi penghinaan formil bila dilakukan dengan cara-cara kasar, tidak sopan, tidak konstruktif, tidak objektif, dan tidak zakelijk sifatnya.

NASIONAL | 10 April 2020

Pelayanan Haji dan Umrah Tetap Berjalan, Tetapi Jumlah Pendaftar Dibatasi

Pelayanan haji dan umrah di kantor Kemag Kabupaten/Kota tidak ada penutupan dan tetap berjalan seperti biasa, tetapi untuk yang melakukan pendaftaran dibatasi.

NASIONAL | 10 April 2020

Polri Siap Dukung Pemda terkait Penetapan PSBB

Argo menegaskan angkah Polri di lapangan dipastikan akan sejalan dengan kebijakan daerah yang menerapkan PSBB.

NASIONAL | 10 April 2020

Kasus Positif Covid-19 di Bali Didominasi Imported Case

Banyaknya imported case akan menjadi bahan evaluasi bagi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali.

NASIONAL | 10 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS