Pancasila Ideologi Terbaik untuk Pulih dari Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pancasila Ideologi Terbaik untuk Pulih dari Pandemi Covid-19

Senin, 1 Juni 2020 | 20:40 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pancasila menjadi ideologi terbaik bangsa Indonesia menghadapi badai pandemi Covid-19. Nilai gotong royong dan kebersamaan menjadi pijakan ketahanan nasional sebagai aset bangsa untuk segera memulihkan bangsa dari ancaman pandemi Covid-19.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan, tidak banyak negara yang memiliki falsafah hidup seperti Indonesia yakni Pancasila.

"Pancasila menjadi kaidah pemerintah dalam menghadapi keadaan darurat pandemi Covid-19," katanya dalam video yang ditayangkan dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (1/6/2020).

Agus meyakini, bangsa ini akan bisa mengatasi Covid-19 jika mengejawantahkan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pandemi ini, kata dia, tidak hanya menyerang Indonesia tapi juga berbagai dunia tidak terkecuali negara-negara besar, industri maju, dan negara dengan sistem politik yang beragam seperti sosialis di Vietnam, komunis di Tiongkok, dan demokrasi liberal di Amerika Serikat.

"Suatu bangsa dituntut menunjukkan ideologi terbaik bangsanya untuk dapat mengatasi Covid-19," ucapnya.

Nilai kearifan lokal dalam Pancasila juga tercermin dalam arahan pemerintah agar masyarakat tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan kepentingan bersama. Pemerintah juga telah menetapkan arahan untuk masyarakat tetap di rumah, tidak mudik, dan menghindari kerumunan untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Masyarakat juga tambah Agus, diajak untuk tidak melupakan jasa tenaga medis yang melampaui batas panggilan tugasnya dan mengorbankan jiwa raganya. Penghormatan kepada tenaga medis atas pengabdian yang mengharukan harus diberikan.

Di sisi lain, masyarakat juga bisa berkontribusi menjaga kebersihan, tinggal di rumah dan menghindari kerumunan.

"Kalau bosan tinggal di rumah, tinggal cari alternatifnya dan apabila tertular Covid-19, tinggal di rumah sakit dengan segala tindakan perawatan yang jauh dari nyaman dibanding tinggal di rumah," imbuhnya.

Tinggal di rumah sakit, lanjut Agus, ada kemungkinan seseorang tidak akan kembali ke rumah.

Proses mengusir Covid-19 memang tidak mudah. Penyakit ini tidak akan hidup 1-3 bulan saja tetapi bisa 1-2 tahun. Agus mengimbau masyarakat harus siap hidup berdampingan dengan Covid-19 bahkan pada era pasca puncak pandemi.

"Kita tidak dapat hidup kembali seperti kehidupan masa lalu. Tetapi harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat, pakai masker dan tidak bersentuhan," ucapnya.

Kebijakan dan upaya pemerintah berupa pembatasan sosial berskala besar, isolasi lokal, larangan mudik, bantuan sosial sembako dan tunai tidak akan ada artinya tanpa didukung komitmen masyarakat memutus rantai penularan Covid-19.

Di Hari Kelahiran Pancasila tambah Agus, masyarakat diajak kembali membangun ketahanan bersama berupa gotong royong yang menjadi nilai inti Pancasila. Ketahanan nasional akan membawa bangsa ini pulih dari ancaman pandemi Covid-19.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gelombang Tinggi, BPBD Kota Bengkulu Imbau Nelayan Tak Melaut

Nelayan di Bengkulu diminta tak melaut karena gelombang tinggi.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Mendagri: Pancasila Jadi Kekuatan Bangsa Hadapi Covid-19

Mendagri Tito mendorong agar pandemik Covid-19 bisa dijadikan momentum untuk membuktikan kesaktian Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Pasien Sembuh Covid-19 di Bengkulu Bertambah 3 Orang

Pada hari yang sama juga terjadi penambahan 3 orang pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Atasi Kasus Positif Covid-19, Pemkot Palu Masih Konsen Perketat Pintu Masuk Kota Palu

Pemkot Palu masih konsen cegah dan atasi Convid-19.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Kemdikbud: Organisasi Penggerak Cerminkan Makna Hari Lahir Pancasila

Organisasi Penggerak mencerminkan makna gotong royong Hari Lahir Pancasila karena membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Pemkab Bogor Pastikan Belum Buka Wisata Camping

Pemkab Bogor memastikan bila pemda belum memperbolehkan wisata camping di mana pun.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Kasus Sembuh Covid-19 di DIY Saingi Pasien Positif

Kasus covid-19 di DI Yogyakarta terus turun.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Polres Bengkulu Selatan Amankan 62 Potong Kayu Gelondongan Berserakan di Pantai Manna

Polres Bengkulu amankan 63 potong kayu gelondongan di Pantai Pasar Bawah Manna.

NASIONAL | 1 Juni 2020

PT PPI Beri Klarifikasi Terkait Isu Impor Daging Tahun 2016

PPI mengklarifikasi terkait isu impor daging 2016 dan menegaskan pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut sudah tidak lagi menjabat di perusahaan.

NASIONAL | 1 Juni 2020

UGM Beri Keringanan UKT Bagi Mahasiswa Terdampak Covid-19

UGM beri keringanan uang kuliah untuk mahasiswa terdampak Covid-19.

NASIONAL | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS