MUI Jateng Perbolehkan Masjid di Daerah Zona Hijau Gelar Ibadah
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

MUI Jateng Perbolehkan Masjid di Daerah Zona Hijau Gelar Ibadah

Rabu, 3 Juni 2020 | 14:52 WIB
Oleh : Stefy Tenu / IDS

Semarang, Beritasatu.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah (Jateng) memutuskan memperbaiki fatwa tentang tatanan beribadah di era wabah Covid-19. Setelah dalam fatwa sebelumnya MUI melarang kegiatan beribadah di seluruh tempat ibadah khususnya masjid, kali ini pelaksanaan ibadah diperbolehkan kembali digelar di masjid khusus di daerah zona hijau.

Keputusan itu diambil usai puluhan ulama se-Jateng menggelar halaqoh tentang tatanan beribadah di era normal baru di gedung A lantai 2 kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (3/6/2020). Hadir dalam halaqoh itu sejumlah ulama dan perwakilan pengasuh pondok pesantren se-Jateng.

"Kami memutuskan akan memberikan kelonggaran untuk beribadah di masjid khusus untuk daerah zona hijau. Namun pelaksanaannya tetap harus menggunakan protokol kesehatan yang ketat," kata Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji, usai halaqoh.

Daroji menerangkan, selama ini masyarakat sudah rindu untuk beribadah di masjid. Mereka rindu untuk Jumatan atau salat berjamaah di masjid-masjid kampung mereka.

Namun, kondisi Jateng saat ini dilihat dari perkembangan kurva penularan covid-19 belum turun drastis. Sehingga, kondisi itu belum mengizinkan digelarnya kegiatan di tempat ibadah secara menyeluruh.

"Besok kami dari Komisi Fatwa MUI akan menggelar sidang terkait hasil halaqoh ini. Nantinya, akan ada kelonggaran beribadah di daerah zona hijau namun tetap menggunakan protokol kesehatan ketat. Untuk daerah kuning dan merah, nanti dulu karena itu bahaya," terangnya.

Fatwa itu nantinya akan mengubah fatwa awal dari MUI Jateng. Jika sebelumnya MUI meminta seluruh masyarakat Jateng beribadah di rumah, kali ini akan ada beberapa daerah yang diperbolehkan menggelar kegiatan ibadah di masjid.

"Tapi karena virus ini masih ada dan penularannya masih terjadi, sehingga meskipun diberikan kelonggaran harus dengan protokol kesehatan ketat. Sebab selama ini, masih banyak masyarakat yang belum sadar memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan menggunakan sabun," tegasnya.

Disinggung terkait usulan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo agar pelaksanaan salat Jumat dibuat shift, Daroji mengatakan sudah membahasnya bersama para ulama. Sebenarnya usulan itu memungkinkan, namun terkendala oleh fatwa MUI pusat yang pernah melarang pelaksanaan salat Jumat secara shift.

"Kendalanya MUI pusat pernah mengeluarkan fatwa larangan itu (Jumatan shift), tapi kan itu dulu dan kondisinya berbeda. Tapi aturannya fatwa MUI daerah tidak boleh bertentangan dengan pusat. Untuk itu, kami akan usulkan ke pusat agar ada pembahasan soal ini," tegasnya.

Sebab kalau tidak ada pembatasan secara shift, maka pelaksanaan salat Jumat di era pandemi ini bisa berbahaya. Ia mencontohkan di masjid Baiturrahman Semarang, setiap pelaksanaan salat Jumat selalu dipenuhi jemaah.

"Sebelum salat itu jemaah sudah berjubel, antre sampai luar. Kalau tidak dibuat shift bisa bahaya. Maka nanti kami segera usulkan ini ke pusat. Mudah-mudahan ada fatwa soal Jumatan secara shift ini dikeluarkan oleh MUI pusat," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para ulama se Jateng berkumpul untuk menggelar halaqoh tentang tatanan peribadatan di era new normal. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen juga hadir dalam halaqoh tersebut.

Dalam acara itu, Ganjar berharap, halaqoh ulama itu nantinya memutuskan berbagai hal tentang panduan dan tata cara penerapan normal baru dari segi peribadatan. Nantinya, hasil halaqoh akan dijadikan pedoman bagi pemerintah mengeluarkan kebijakan baru.

"Saya minta para ulama merumuskan ini, agar nantinya dapat menjadi formula yang baik sehingga Jateng benar-benar siap. Mudah-mudahan ada alternatif dan masukan dari para ulama yang akan kami jadikan acuan untuk menerapkan normal baru itu, agar semuanya lebih aplikatif dan aman," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan. Menurutnya, semua harus dipersiapkan dengan matang agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ia juga mendorong masyarakat menggelar latihan penerapan normal baru. Apabila ada daerah yang sudah hijau, maka boleh melakukan uji coba menggelar ibadah di tempat ibadaMenurut gengan standar protokol yang ketat.

"Yang hijau saya izinkan untuk uji coba misalnya menggelar salat berjamaah, tapi yang merah atau yang kuning jangan dulu. Meski Menteri Agama sudah memperbolehkan, tapi tidak terus tumplek blek, kalau Kota Semarang yang sekarang masih naik terus kurvanya, ya jangan dulu. Bahaya nanti," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Khawatir Sikap Arab Saudi, PPP Minta Pemerintah Perjelas Penundaan Ibadah Haji

Sekretaris Fraksi PPP Achmad Baidowi meminta agar Pemerintah memperjelas sikap menunda pelaksanaan ibadah haji 2020 terkait dengan sikap Pemerintah Arab Saudi.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Ulama Jateng Gelar Halaqoh untuk Siapkan New Normal di Tempat Ibadah

Ganjar berharap, halaqoh ulama itu nantinya memutuskan berbagai hal tentang panduan dan tata cara penerapan normal baru dari segi peribadatan.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Nilai Kontrak Penanganan Dua Jembatan Rusak di Sultra Capai Rp 95,52 M

Nilai kontrak dua jembatan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang rusak akibat bencana banjir pada 9 Juni 2019 lalu mencapai Rp 95,52 miliar.

NASIONAL | 3 Juni 2020

New Normal, PGI Siapkan Detail Protokol Pelaksanaan Ibadah

PGI mengaku tengah menyiapkan secara detail protokol pelaksanaan ibadah di masa penerapan new normal.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Tim SAR Gabungan Belum Temukan 4 Nelayan Kota Bengkulu Hilang

Tim SAR Gabungan Bengkulu belum berhasil menemukan empat nelayan Kota Bengkulu, yang hilang ketika mencari ikan di perairan Pulau Mego, Sumbar.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Koalisi Ornop: Segera Akhiri Praktik Ongkos Murah Produksi Nikel Olahan di Sulteng

IMIP Morowali telah menghasilkan berbagai produk baja nirkarat yang diperdagangkan dengan harga murah di pasar internasional.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Diskusi Panen Teror, Polisi Periksa Saksi

Polisi melanjutkan pengusutan dugaan teror terhadap mahasiswa dan panitia diskusi yang tergabung dalam Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum UGM.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Pengacara Sebut Dakwaan Jaksa Terkait Perkara Jiwasraya Cacat Hukum

Penerapan pasal dalam surat dakwaan perkara dugaan korupsi pengelolaan dana PT Asuransi Jiwasraya tidak tepat secara hukum.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Pengajuan Hak Interpelasi Kepada Gubernur Banten Telah Penuhi Syarat

Kasus Gubernur Banten pindahkan rekening DPRD akan lakukan hak interpelasi.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Temui Jokowi, JK Minta Masjid Boleh Buka Besok

Jusuf Kalla meminta agar masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya bisa dibuka kembali untuk kegiatan ibadah.

NASIONAL | 3 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS