Tetap Mundur dari Organisasi Penggerak, PGRI: Dana untuk Subsidi Covid-19 Saja
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-1.25)   |   COMPOSITE 4879.1 (1)   |   DBX 933.193 (0.2)   |   I-GRADE 128.434 (0.25)   |   IDX30 404.523 (-1.05)   |   IDX80 106.174 (-0.17)   |   IDXBUMN20 268.239 (-0.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.05)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-1.43)   |   IDXQ30 118.527 (-0.37)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.07)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.27)   |   IDXV30 100.803 (-0.03)   |   INFOBANK15 767.134 (-4.66)   |   Investor33 355.071 (-1.5)   |   ISSI 143.565 (0.35)   |   JII 517.566 (2.32)   |   JII70 175.828 (0.63)   |   KOMPAS100 953.068 (0.13)   |   LQ45 742.375 (-1.19)   |   MBX 1347.52 (-0.07)   |   MNC36 265.633 (-0.06)   |   PEFINDO25 258.006 (0.98)   |   SMInfra18 230.699 (-0.49)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-1.18)   |  

Tetap Mundur dari Organisasi Penggerak, PGRI: Dana untuk Subsidi Covid-19 Saja

Minggu, 26 Juli 2020 | 20:43 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Unifah Rosyidi, mengapresiasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang akan melakukan evaluasi untuk menyempurnakan Program Organisasi Penggerak (POP). Namun, ia menegaskan, PGRI tetap pada prinsip awal, yakni tetap mundur dari POP. Untuk itu, ia berharap, anggaran yang dialokasikan untuk POP dialihkan ke program lain yang lebih penting pada situasi pandemi ini.

“Saya berharap, Kemdikbud menunda POP dan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Enggak usah tergesa-gesa. Uang yang telah dialokasikan untuk POP ini dialihkan untuk subsidi siswa dan sebagainya yang terdampak situasi Covid-19,“ ujar Unifah kepada Suara Pembaruan, Minggu (26/7/2020).

Setelah menerima masukan dari sejumlah pihak, Mendikbud mengatakan, akan melakukan evaluasi lanjutan erhadap POP. Evaluasi ini akan melibatkan pakar pendidikan dari berbagai pakar pendidikan dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga-lembaga pendidikan.

Menurut Unifah, konferensi pers yang diadakan Kemdikbud Jumat (24/7/2020) lalu secara keseluruhan tidak memberi kejelasan. Sebab, Mendikbud tidak menjelaskan maksud sesungguhnya secara jelas, terkait rancangan program, tata cara rekrutmen ormas, hingga bagaimana proses monitoring.

Selain itu, ia melanjutkan, seharusnya Mendikbud menjelaskan tentang tujuan POP yang sesungguhnya. Pasalnya, PGRI khawatir anggaran senilai Rp 595 miliar tersebut langsung diserahkan kepada ormas dengan tujuan yang berbeda-beda dan tidak fokus pada peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah.

Untuk itu, Unifah mengharapkan, Kemdikbud mendesain POP dengan jelas. Menurutnya, seharusnya Kemdikbud mengetahui bahwa program serupa POP ini bukanlah yang pertama. Skema pelatihan guru paling bagus telah dirancang pada Kurikulum 2013 (K-13).

“Pada Kurikulum 2013 itu, ada rancangan paling bagus untuk pelatihan guru. Bagaimana mengatur narasumber utama, narasumber pengembang, sampai di level paling bawah. Itu suatu program pelatihan guru yang jelas dan sangat masif. Kenapa enggak itu saja yang dikembangkan,” ucap Unifah.

Ia juga menyebutkan, apabila Kemdikbud akan terus menjalankan POP, maka sebaiknya ormas yang dipilih jelas latar belakangnya. Unifah pun mempertanyakan mengapa Kemdikbud tidak melibatkan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) atau Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK) sehingga tak ada kesan pemerintah hanya membagi-bagikan dana di tengah situasi pandemi Covid-19.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tanpa Vaksin, Pandemi Covid-19 Tidak Akan Berakhir

Penularan virus Covid-19 masih sulit dikendalikan sebelum tersedianya vaksin.

NASIONAL | 26 Juli 2020

MA Diminta Gugurkan Peninjauan Kembali Djoko Tjandra

MA diminta menggugurkan peninjauan kembali yang diajukan Djoko Tjandra yang hingga kini masih proses pengadilannya dilanjutkan oleh PN Jakarta Selatan.

NASIONAL | 26 Juli 2020

DIY Tambah Kapasitas RS Rujukan Covid-19

DIY memiliki 321 tempat tidur yang dipersiapkan untuk pasien positif Covid-19.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Kaltim Ditargetkan Jadi Bagian Ketahanan Pangan

Irwan mengatakan lahan-lahan persawahan, terutama yang belum termanfaatkan, perlu diaktifkan dengan membangun jaringan irigasi.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Pengacara Djoko Tjandra Bakal Jadi Tersangka?

Saat ini status Anita Dewi Anggraeni Kolopaking masih menjadi saksi.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Pilgub Bengkulu, Eks Napi Korupsi Puncaki Survei Elektabilitas

Agusrin Maryono Najamudin yang merupakan mantan terpidana kasus korupsi berhasil memuncaki survei elektabilitas Pilkada Bengkulu.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Karyawan PetroChina Jambi Positif Covid-19 Bertambah Jadi 9 Orang

Lima orang karyawan PT PetroChina diketahui positif Covid-19 menyusul uji swab yang dilakukan terhadap 359 orang karyawan perusahaan migas tersebut

NASIONAL | 26 Juli 2020

Tambah 8 Pasien Sembuh, Angka Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 47%

Pasien covid-19 di Papua yang dinyatakan sembuh bertambah 8 orang, sehingga total 319.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Kasus Pembobolan BNI, Konfrontasi Maria-Adrian Belum Diperlukan

Adrian dan Maria adalah lakon utama dalam kasus pembobolan kas Bank BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif senilai hampir Rp 1,7 triliun.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Pemecatan Evi Novida Ginting, Istana Sebut Presiden Masih Pelajari Putusan PTUN

Presiden Jokowi masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk memutuskan banding atau tidak terkait keputusan PTUN.

NASIONAL | 26 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS