Mendikbud Minta Maaf atas Polemik Program Organisasi Penggerak
INDEX

BISNIS-27 437.928 (-6.4)   |   COMPOSITE 4945.79 (-39.24)   |   DBX 931.257 (3.24)   |   I-GRADE 131.318 (-1.79)   |   IDX30 415.488 (-6.92)   |   IDX80 108.562 (-1.33)   |   IDXBUMN20 273.68 (-2.25)   |   IDXG30 115.596 (-1.18)   |   IDXHIDIV20 371.558 (-6.96)   |   IDXQ30 121.636 (-2.04)   |   IDXSMC-COM 210.245 (0.19)   |   IDXSMC-LIQ 235.867 (0.2)   |   IDXV30 102.795 (-1.19)   |   INFOBANK15 787.375 (-15.3)   |   Investor33 363.773 (-5.92)   |   ISSI 144.695 (-0.44)   |   JII 523.846 (-2.73)   |   JII70 177.783 (-0.58)   |   KOMPAS100 971.12 (-10.68)   |   LQ45 760.321 (-10.32)   |   MBX 1369.12 (-13.17)   |   MNC36 271.592 (-3.83)   |   PEFINDO25 259.811 (2.03)   |   SMInfra18 233.526 (-0.76)   |   SRI-KEHATI 306.747 (-5.09)   |  

Mendikbud Minta Maaf atas Polemik Program Organisasi Penggerak

Selasa, 28 Juli 2020 | 18:09 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan permintaan maaf kepada Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) atas polemik Program Organisasi Penggerak (POP) yang menyebabkan ketiga organisasi besar tersebut mundur. Ia juga mengajak ketiga organisasi tersebut untuk kembali bergabung ke dalam POP.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya memohon maaf atas segala keprihatinan yang timbul dan berharap agar tokoh dan pimpinan NU, Muhammadiyah, dan PGRI bersedia untuk terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program yang kami sadari betul masih belum sempurna,” kata Nadiem, Selasa (28/7/2020).

Selanjutnya Nadiem menyatakan apresiasi sebesar-besarnya atas masukan dari pihak NU, Muhammadiyah, dan PGRI mengenai POP. Nadiem menyebutkan, ketiga organisasi ini telah berjasa di dunia pendidikan bahkan jauh sebelum negara ini berdiri. Tanpa pergerakan ketiganya dari Sabang sampai Merauke, identitas budaya dan misi dunia pendidikan di Indonesia tidak akan terbentuk.

Oleh karena itu, Kemdikbud siap dan mendengar dan siap belajar.

“Saya ingin memulai dengan menyatakan terima kasih atas semua saran dan masukan yang disampaikan berbagai pihak dengan program organisasi penggerak,” ujarnya.

Nadiem menjelaskan, tujuan program POP ini adalah untuk bermitra dengan para penggerak pendidikan dan menemukan inovasi-inovasi yang bisa dipelajari oleh pemerintah, serta diterapkan dalam skala nasional.

“Itulah makna dari POP, agar Kemdikbud bisa belajar dari masyarakat pergerakan pendidikan. Hanya satu misi program kami, yakni mencari jurus dan pola terbaik untuk mendidik penerus negeri ini,” imbuh Nadiem.

Nadiem juga menjelaskan, setelah menerima sejumlah masukan, pihaknya memutuskan untuk melakukan penundaan sementara dan evaluasi lanjutan.

“Polemik serta kebingungan masih terjadi di masyarakat terus harus saya jawab. Kemdikbud telah menyepakati dengan Tanoto Foundation dan Putera Sampoerna Foundation bahwa partisipasi mereka dalam program Kemdikbud tidak akan menggunakan dana dari APBN sepeser pun,” terangnya.

Nadiem pun menjelaskan, kedua organisasi penggerak tersebut terlibat dengan menggunakan dana mandiri.

“Harapan kami akan menjawab kecemasan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan dan isu kelayakan hibah yang sekarang dapat dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan,” ujarnya

Nadiem menjelaskan, organisasi yang menanggung biaya pelaksanaan program secara mandiri nantinya tidak wajib mematuhi semua persyaratan pelaporan keuangan yang sama yang diperlukan untuk bantuan pemerintah dan tetap diakui sebagai partisipan POP.

Namun, kendati tak memakai anggaran negara, Kemdikbud tetap akan meminta laporan pengukuran keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Instrumen pengukuran yang digunakan antara lain asesmen kompetensi minimum dan survei karakter untuk SD dan SMP serta instrumen capaian pertumbuhan dan perkembangan anak untuk PAUD.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pandemi Covid-19, Petani Kerinci Justru Berhasil Ekspor Kopi ke Belgia

Ekspor perdana sekitar 15,9 ton kopi petani Kerinci ke Belgia tersebut dilepas Gubernur Jambi, Fachrori Umar di pelabuhan Talang Duku, Muarojambi, Jambi.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Pancasila Pilihan Terbaik dan Final bagi Muhammadiyah dan NU

Bagi organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), Pancasila merupakan pilihan terbaik dan final

NASIONAL | 28 Juli 2020

Soal Surat Evi Novida Ginting, Istana: Sikap Presiden Belum Diputuskan

Juru Bicara Presiden bidang Hukum Dini Purwono mengatakan, surat permintaan pengembalian jabatan Evi Novida Ginting sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah diterima

NASIONAL | 28 Juli 2020

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Angkatan Utama

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyematkan tanda kehormatan Bintang Angkatan Kelas Utama kepada Kapolri Jenderal Idham Azis, Selasa (28/7/2020)

NASIONAL | 28 Juli 2020

Datangi Setneg, Pengacara Desak Presiden Kembalikan Evi Novida Ginting sebagai Komisioner KPU

Kuasa Hukum mendatangi Setneg untuk memberikan surat berisikan permintaan kepada Presiden untuk mengembalikan posisi Evi Novida Ginting sebagai komisioner KPU

NASIONAL | 28 Juli 2020

Pelanggar Protokol Kesehatan di Bengkulu Belum Dikenakan Sanksi Tegas

Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan di Bengkulu belum dikenakan sanksi yang tegas.

NASIONAL | 28 Juli 2020

SMA/SMK Sederajat di Banten Tetap Belajar secara Daring

Kegiatan belajar mengajar tatap muka belum diizinkan meski saat ini, wilayah Provinsi Banten masuk zona kuning.

NASIONAL | 28 Juli 2020

M Nasir Dinilai Permalukan Partai Demokrat

Sikap Nasir secara tidak langsung memperburuk citra PD dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Namanya Dicatut, SMRC Akan Tempuh Jalur Hukum

Nama SMRC digunakan sebagai lembaga yang melakukan survei di Kabupaten Muna dan Kabupaten Pulau Taliabu.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Miftahul Ulum Siapkan Bukti Soal Aliran Dana

Miftahul Ulum mengaku telah menyiapkan bukti-bukti terkait dugaan aliran dana kepada mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Adi Toegarisman.

NASIONAL | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS