Kemristek: Profesor Bukanlah Gelar, tapi Jabatan Akademik Tertinggi
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kemristek: Profesor Bukanlah Gelar, tapi Jabatan Akademik Tertinggi

Kamis, 6 Agustus 2020 | 19:24 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Selama ini, ada salah kaprah dalam pemahaman masyarakat terkait gelar dan jabatan di bidang akademik. Staf Ahli Menristek Bidang Infrastruktur sekaligus Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek, Ali Ghufron Mukti mengatakan, profesor bukanlah gelar, tetapi jabatan akademik tertinggi. Untuk menjadi profesor, seseorang harus melalui sebuah proses dan menjalankan tri dharma perguruan tinggi.

Ghufron menjelaskan, seorang dosen bisa menjadi profesor setelah memenuhi sejumlah syarat dan ketentuan akademik di perguruan tinggi.

“Kalau gelar bisa diberi, tapi jabatan profesor itu bukan diberi. Di Indonesia ini banyak kepengen gelar, sehingga sampai ada guyonan. Profesor di Indonesia itu sampai meninggal pun harus ditulis gelarnya. Kalau di luar negeri biasanya kalau masih di dalam tugas fungsi pokok sebagai dosen masih (dipakai gelar profesornya). Kalau sudah tidak, ya tidak (dipakai),” ujar Ghufron pada "Talkshow: Etika Jabatan Akademik dan Penemuan Obat Covid-19" yang digelar BNPB secara daring pada Kamis (6/8/2020).

Selain dosen, yang dapat menyandang jabatan profesor adalah peneliti. Namun, sebagai peneliti, ia harus menjalani tahapan tertentu. Misalnya untuk meneliti obat, maka hasil penelitian tersebut harus dimuat dalam jurnal atau presentasi ilmiah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, Anggota Tim Penilai Penilaian Angka Kredit Dosen, Ditjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Sutikno mengatakan, profesor merupakan jabatan akademik tertinggi untuk dosen.

Dosen harus sungguh-sungguh bekerja menjalankan tupoksi tugas tanggung jawab sesuai dengan kewenangannya sesuai Undang-Undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012. Artinya, ia harus menjalankan tri dharma perguruan tinggi, yaitu pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

“Jadi jika itu dikerjakan dengan baik, dosen dalam waktu yang sesuai dengan perencanaan masing-masing nanti akan menduduki jabatan fungsional tertinggi yaitu profesor,” ujarnya.

Adapun syarat untuk menjadi profesor di Indonesia ada tiga.

Pertama, dari sisi akademik, terkait angka kredit dan minimal untuk menduduki jabatan profesor harus memiliki 850 angka kredit.

Kedua, harus memiliki karya ilmiah seperti ada artikel di jurnal bereputasi.

Ketiga, memenuhi persyaratan administrasi yakni memiliki integritas baik dan perguruan tinggi pengusul akreditasi paling tidak B atau program studi (prodi) B.

Menurut Sutikno, semuanya akan dinilai oleh tim terkait kelayakan tersebut baik secara akademik maupun performa. Khusus untuk kegiatan penelitian, dapat dihitung sebagai angka kredit dalam kenaikan jabatan.

Sutikno menuturkan, dengan adanya kebijakan Kampus Merdeka: Merdeka Belajar, Kemdikbud sedang melakukan revisi atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan dan RB) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya untuk mengakomodasi kegiatan Kampus Merdeka: Merdeka Belajar.

“Akhir tahun ini sudah ada PermenPAN dan RB yang baru dan sudah bisa diundangkan nanti bisa diterapkan untuk dasar pengintegrasian penilaian angka kredit yang baru. Jadi ada beberapa kegiatan nanti yang bisa diakomodasi dengan instrumen hukum yang baru,” jelasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemprov Bengkulu Akan Evaluasi Penanganan Covid-19

Pemprov Bengkulu akan melakukan evaluasi penanganan kasus Covid-19.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Satgas Sebut Zona Merah Turun Jadi 33 Daerah

Satgas Penanganan Covid-19 menilai terjadi perubahan zona risiko dalam beberapa provinsi di Indonesia.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik, Jerinx SID Dicecar 13 Pertanyaan

Jerinx SID dicecar 13 pertanyaan oleh Penyidik Polda Bali terkait kasus dugaan pencemaran nama baik IDI serta ujaran kebencian.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Bahas Joko Tjandra, Komisi Kejaksaan Sambangi LPSK

Dugaan keterlibatan oknum jaksa dalam pusaran perkara Djoko Tjandra juga menjadi salah satu isu krusial yang dibahas dalam pertemuan.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

KPK Cecar Bupati Blora Soal Aliran Dana di PT Dirgantara Indonesia

Bupati Blora Djoko Nugroho diperiksa terkait dugaan korupsi penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia tahun 2007-2017.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Pentingnya Model Pendidikan Partisipatif dan Memerdekakan Siswa

Program Organisasi Penggerak dan Program Guru Penggerak mendukung adanya gotong royong dalam memajukan pendidikan nasional.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja di Tol Tangerang-Merak

Penyelundupan ganja tersebut berhasil dihentikan di Tol Tangerang-Merak di mana barang haram tersebut disembunyikan di dalam mobil truk pengangkut gula.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Kasad Pimpin Sertijab Tujuh Jabatan Strategis di TNI AD

Jabatan Pangkostrad diserahterimakan dari Letjen TNI Besar Harto Karyawan kepada Mayjen TNI Eko Margiyono.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

MAKI Serahkan Bukti Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki ke Kejagung

MAKI telah menyerahkan dokumen yang diduga merupakan penerimaan gratifikasi Jaksa Pinangki Sirna Malasari kepada Jampidsus Kejagung), Kamis (6/8/2020).

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Istana Gelar Lomba Tebak Busana Adat Jokowi dan Iriana di HUT ke-75 RI

Lima pemenang pertama yang menyebutkan dengan tepat busana adat yang dikenakan Presiden Jokowi dan Ibu Negara akan diberikan hadiah.

NASIONAL | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS