Ikatan Gus Gus Sesalkan Kontroversi Organisasi Penggerak di Internal NU
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Ikatan Gus Gus Sesalkan Kontroversi Organisasi Penggerak di Internal NU

Jumat, 7 Agustus 2020 | 22:29 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI), KH Dr Ahmad Fahrur Rozi, menyayangkan kontroversi di dalam lingkungan Nadhlatul Ulama (NU) terkait Program Organisasi Penggerak (POP). Kemarin, Kamis (6/8/2020), Ketua LP Maarif Nahdlatul Ulama (NU), Arifin Junaidi, menanggapi secara terbuka pertemuan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf dengan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

“Gus Yahya adalah Katib Aam Syuriyah yang merupakan bagian dari struktur tertinggi dalam organisasi NU yang harus dihormati. Saya kira ketua lembaga seharusnya merapat dan tidak perlu ada pernyataan di media, karena lembaga Syuriyah itu memang pengambil kebijakan strategis di dalam organisasi NU,” ujar Gus Fahrur dalam rilis yang diterima Suara Pembaruan, Jumat (7/8/2020).

Pengasuh Pesantren An Nur 1 Bululawang, Malang Jawa Timur ini menuturkan, penting bagi semua pengurus NU sesuai hierarki dan tingkatan untuk menjaga muruah syuriyah sebagai institusi tertinggi di lingkungan NU, baik secara jam'iyah dan jama'ah.

“Kalau ada masalah harus dibicarakan internal dan harus dilakukan tabayun. Untuk itu NU sudah punya mekanismenya,”ujarnya.

Gus Fahrur juga menyayangkan seandainya NU tidak ikut ambil bagian dalam POP yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Menurutnya, dalam situasi seperti saat ini, sekolah-sekolah NU sangat membutuhkan kerja sama dan bantuan semua pihak yang berkompeten, terutama dari pemerintah.

"Fakta di daerah masih sangat banyak lembaga pendidikan yang membutuhkan bantuan perbaikan sarana prasarana dan kebijakan strategis yang peduli terhadap kemajuan pendidikan masyarakat, khususnya sekolah swasta yang mungkin pola pemikirannya berbeda dengan elit di Jakarta. Ini termasuk sekolah di pesantren-pesantren yang perlu dukungan pemerintah,” ujarnya.

Wakil Ketua PWNU Jawa Timur ini mengatakan, POP Kemdikbud harus diapresiasi sebagai salah satu bentuk niat baik pemerintah dalam penyelenggaraan program pendidikan, dengan melibatkan sebanyak mungkin pihak, termasuk organisasi keagamaan seperti NU.

"Memang perlu revisi dan perlu perbaikan, juga perlu ada saran serta kritik membangun untuk perbaikan. Itu saya lihat sudah nampak dari pernyataan Gus Yahya. Menterinya juga sudah memiliki kemauan untuk berbenah," ujar Gus Fahrur.

Menurut dia, mundurnya LP Ma'arif NU dari POP bukanlah solusi yang ideal di tengah situasi saat ini. Pasalnya, banyak sekolah-sekolah NU yang membutuhkan bantuan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ditjen Dikti Alokasikan Rp 405 M untuk Bantu Penanganan Covid-19

Anggaran ini dibagi dua, yakni Rp 199 miliar untuk pengadaan di pusat dan Rp 205 miliar untuk dana realokasi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Timboel Siregar: Subsidi Gaji Harus Tepat Sasaran

Subsidi gaji ini akan mampu mendongkrak daya beli pekerja sehingga mendukung konsumsi masyarakat yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Polisi Proses Laporan Hadi Pranoto Soal Pencemaran Nama Baik

Polda Metro Jaya telah memroses laporan Hadi Pranoto soal kasus dugaan pencemaran nama baik.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Cetak ASN Profesional melalui E-Learning , LAN Luncurkan Platform ASN Unggul

Indonesia saat ini tengah berbenah menyongsong era baru Indonesia Emas 2045 dan memasuki digitalisasi birokrasi.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Buntut Kasus Djoko Tjandra, Kejagung Siap Berbenah

Kejaksaan Agung siap melakukan pembenahan di internal kejaksaan menyusul munculnya kasus dugaan pertemuan oknum jaksa dengan terpidana Djoko Tjandra.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Tersangka Lenyapnya Red Notice Djoko Tjandra Akan Diungkap

Bareskrim akan mengungkapkan tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait hilangnya red notice Djoko Tjandra.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Ini Empat Fokus Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional

Menurut Budi, anggaran Rp 695,19 triliun tersebut, dibagi menjadi enam fokus program anggaran.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Covid-19 Makin Masif, Polri Keluarkan Aturan Baru

Mabes Polri kembali membuat aturan internal terbaru menyusul masih maraknya anggota Polri baik polisi maupun PNS yang positif Covid-19.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Klaster Perkantoran Masih Jadi Ancaman

Cegah penularan Covid-19 di kantor, rapat di kantor jangan lama-lama.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Wisatawan Terseret Gelombang Pantai Bantul, Lima Belum Ditemukan

Pencarian lima orang terseret ombak di Pantai Goa Cemara Bantul terus dilanjutkan hingga Jumat (7/8/2020).

NASIONAL | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS