Berpotensi Mubazir, FSGI: Kaji Ulang Juknis Subsidi Kuota Internet
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Berpotensi Mubazir, FSGI: Kaji Ulang Juknis Subsidi Kuota Internet

Senin, 21 September 2020 | 23:57 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) resmi menerbitkan Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020. Subsidi kuota yang diberikan Kemdikbud dibagi atas kuota umum dan kuota belajar.

Wakil Sekjen Federasi Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim mengatakan, pihaknya telah menerima banyak respons dari guru yang menyayangkan pembagian kuota. Sebab, penggunaan kuota umum yang sangat kecil dengan sejumlah aktivitas yang sangat banyak tentu tidak akan bisa mencapai satu bulan. Oleh karena itu, ia meminta Kemdikbud mengkaji ulang petunjuk teknis (juknis) ini.

Menurut survei yang dilakukan FSGI, pada umumnya guru dan siswa lebih banyak menggunakan aplikasi WhatsApp dalam proses pembelajaran jarak jauh berbasis dalam jaringan (PJJ daring).

“Penggunaan media sosial WhatsApp paling banyak digunakan. Guru mengirim tugas dan siswa mengumpulkan tugas melalui WA Group. Kemudian, akses terhadap Youtube dan Google juga banyak dilakukan. Sedangkan sekarang kuota yang bisa digunakan untuk itu hanya 5GB dari kuota keseluruhan,” kata Satriwan kepada Suara Pembaruan, Senin (21/9/2020).

Ia menuturkan, adanya pembagian kuota dengan porsi lebih banyak kuota belajar ini berpotensi menyia-nyiakan kuota tersebut atau membuatnya mubazir. Guru dan siswa tetap harus membeli kuota karena kuota yang disediakan tidak sesuai dengan kebutuhan.

Menyikapi masukan dan keluhan dari guru, ia meminta mengubah skema, yakni kuota umum lebih besar daripada kuota untuk akses belajar, atau minimal dibagi rata.

“Misalnya 20GB untuk yang umum, kemudian 15 GB untuk kuota belajar atau dibebaskan saja. Intinya anak-anak bisa mengakses pembelajaran yang tidak terbatas,” kata Satriwan.

Denga tidak membatasi kuota, lanjut Satriwan, anak pun dapat bebas mencari sendiri materi-materi dan guru tinggal mendampingi. Sebab, proses pencarian sumber yang tidak terbatas dilakukan melalui Google, sedangkan dengan kuota terbatas, proses itu akan sulit dilakukan dan merugikan siswa.

“Jadi saya pribadi merasa ini di luar ekspektasi guru dan siswa karena ternyata subsidi kuotanya dibatasi,” ucapnya.

Satriwan juga menyoroti pembagian waktu penggunaan kuota yang ditetapkan per bulan. Kata dia, seharusnya tidak demikian. Sebaiknya menggunakan skema akumulasi tidak terbatas agar semua kuota itu benar-benar terpakai.

“Kalau model seperti kuota kita di hari-hari biasa tentu akan ada potensi tidak terpakai dan ini sangat disayangkan. Tujuan adanya subsidi ini adalah bagaimana mengoptimalkan penggunaan kuota sebagai media atau sarana pembelajaran siswa sehingga siswa mampu mengakses sumber pembelajaran secara tidak terbatas,” ucapnya.

Meski begitu, Satriwan menuturkan, penggunaan kuota tidak terbatas ini tetap harus diberikan ketentuan. Misalnya, penggunaan media sosial tertentu yang dilarang seperti Tik Tok, Instagram, dan online game.

“Saya pikir Kemkominfo dan Kemdikbud bisa memblokir aplikasi atau laman-laman tertentu yang dinilai tidak edukatif. Itu mestinya dilakukan bukan dengan membatasi kuota karena sisa yang daring sangat bergantung pada kuota,” ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penggunaan Subsidi Kuota Internet Dibatasi, Pengamat: Kebijakannya Tidak Tepat Guna

Pasalnya, kuota belajar jumlahnya lebih banyak dari kuota umum. Sementara penggunaan kuota belajar sangat terbatas.

NASIONAL | 21 September 2020

"Sunatan Massal" Hukuman Koruptor Perburuk Iklim Pemberantasan Korupsi

ICW menyatakan, banyaknya terpidana korupsi yang hukumannya dikurangi oleh Mahkamah Agung melalui putusan PK telah memperburuk iklim pemberantasan korupsi

NASIONAL | 21 September 2020

Pemkab Klungkung Dukung Budi Daya Rumput Laut di Nusa Penida

Area tanam rumput laut di Lembongan juga terus berkembang.

NASIONAL | 21 September 2020

Kasus Positif Covid-19 di Sumut Dekati Angka 10.000

Sampai saat ini, masih ada masyarakat di Sumut yang mengabaikan protokol kesehatan.

NASIONAL | 21 September 2020

Update: Bendung Katulampa Siaga III, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

BNPB meminta masyarakat untuk tetap waspada meskipun status Bendung Katulampa sudah siaga III.

NASIONAL | 21 September 2020

Rekomendasi Konferensi Nasional UMB Akan Disampaikan ke Jokowi dan Mendikbud

Konferensi internasional UMB ini dapat memberi pencerahan bagi para mahasiswa seluruh Indonesia untuk mau adaptif dengan keadaan pandemi.

NASIONAL | 21 September 2020

Banjir Bandang di Sukabumi, 12 Rumah Hanyut dan 85 Terendam

Laporan sementara tidak ada korban dalam banjir bandang yang melanda empat desa di Sukabumi, Jawa Barat.

NASIONAL | 21 September 2020

Banjir Bandang Hanyutkan Satu Rumah di Sukabumi

Banjir bandang dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air Sungai Cipeuncit meluap.

NASIONAL | 21 September 2020

Ketua KPK Sebut Potensi Korupsi Marak Terjadi di Tahun Politik

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut tindak pidana korupsi (tipikor) marak terjadi di tahun politik.

NASIONAL | 21 September 2020

Gempa Magnitudo 4,9 Luwu Timur Tidak Timbulkan Tsunami

Pusat gempa berada di darat pada jarak 5 kilometer dengan kedalaman 5 kilometer di sebelah tenggara Kabupaten Luwu Timur.

NASIONAL | 21 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS