UGM Kembangkan GeNose, Pendeteksi Covid-19 dengan Embusan Napas
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

UGM Kembangkan GeNose, Pendeteksi Covid-19 dengan Embusan Napas

Kamis, 24 September 2020 | 21:51 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan teknologi pengendus bernama Genose Covid-19 yang saat ini memasuki uji klinis tahap II. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pengembangan teknologi GeNose ini dapat memberi kenyamanan kepada masyarakat. Pasalnya, untuk mendeteksi virus corona, pasien tinggal menghembuskan nafas saja dan langsung diperiksa ke mesinnya.

Bambang menyebutkan, adapun cara kerja GeNose ini memanfaatkan teknologi revolusi industri 4.0 yakni artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk melakukan screening.

“Ini suatu upaya menunjukan bahwa para peneliti Indonesia sebenarnya punya kemampuan luar biasa untuk mendalami masalah kesehatan dengan menggunakan teknologi revolusi industri keempat. Artificial intelligence saya yakin akan bekerja semakin baik dengan masuknya data yang semakin lengkap,” kata Bambang pada acara Serah Terima Alat Genose Covid-19 dari UGM kepada Kemristek/BRI di gedung Kemristek/BRIN, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Selanjutnya, Bambang mengharapkan pengembangan teknologi GeNose bisa sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Saat ini Indonesia memiliki keterbatasan alat screening. Dengan demikian, apabila telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemkes), maka GeNose akan disampaikan ke Satgas Covid-19 untuk bisa menjadi salah satu alat tes yang membantu Indonesia meningkatkan rasio testing Covid-19.

Hadirnya teknologi GeNose ini, lanjut Bambang, membuktikan Indonesia bisa menghadirkan alat screening Covid-19 yang murah, cepat, dan akurat.

“GeNose mungkin tidak sama persis dengan rapid test, tetapi Indonesia bisa mengembangkan lebih lanjut memuat industri pendeteksi berbasis embusan napas. Tidak hanya untuk Covid-19 tetapi juga untuk berbagai macam penyakit,” ucapnya.

Bambang juga menyebutkan, teknologi GeNose ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan alat testing Covid-19 lainnya, yaitu biayanya lebih terjangkau dan waktu deteksi yang lebih singkat, yakni hanya 3 menit.

Kemristek/BRIN mendukung penuh pengembangan teknologi GeNose. Pasalnya, pelaksanaan uji klinis tahap II tentu membutuhkan biaya besar dan kerja keras. Selain dukungan dari Kemristek, Tim Peneliti UGM juga mendapat dukungan dari BIN-Polri.

Sementara itu, Ketua Peneliti GeNose, Kuwat Triyana menuturkan, cara kerja GeNose berbasis pada pola yang sangat mudah, yakni menganalisa pola bau napas yang keluar dari manusia untuk dianalisa oleh mesin. Dalam hal ini, setiap orang yang akan diuji hanya perlu mengembuskan napasnya ke dalam sebuah kantong. Kemudian kantong berisi udara tersebut akan disambungkan ke mesin untuk dianalisis.

Anggota tim Peneliti GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra menuturkan, uji klinis tahap I dilakukan kepada 83 pasien dan mendapat 615 sampel napas dengan situasi 43 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan 40 orang lainnya negatif. Dari hasil tersebut, profiling paling stabil menggunakan DNN dengan akurasi 96%.

“Ini berguna sekali untuk bisa mengamati pasien-pasien pada isolasi di rawat nginap di awal masuk hingga sembuh. Profiling-nya kita ambil setiap hari,” ucapnya.

Dian menuturkan, uji klinis tahap II akan melibatkan 9 rumah sakit yakni RS Bhayangkara Polda DIY Bambanglipuro-Bantul, RSUP Dr Sardjito, RSPAU Hardjolukito-Yogyakarta, RSLCK Bambanglipuro-Bantul, RS Dr. Soedjono Magelang, RS Bhayangkara Jakarta, RS Akademik UGM, RSUD Saiful Anwar Malang, RSPAD Gatoet Soebroto (dalam konfirmasi), dan RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten (dalam konfirmasi).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tampil Lagi di PBB, Gus Yahya Paparkan Abrahamic Faiths Initiative

Dunia Islam harus berintegrasi secara damai dan harmoni dengan masyarakat dunia seluruhnya.

NASIONAL | 24 September 2020

Skema Dana BOS Tahun Depan Diubah, Komisi X DPR: Maksimalkan Peran Pengawas Sekolah

Huda juga mendorong Kemdikbud menyiapkan sistem yang bisa mengawal penggunaan dana BOS.

NASIONAL | 24 September 2020

Skandal Djoko Tjandra, KPK Olah Berbagai Informasi

KPK memastikan terus memantau perkembangan penanganan skandal terpidana perkara cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra

NASIONAL | 24 September 2020

Pilbup Serang, Tatu-Pandji Dapat Nomor Urut 1

Pada Pilbup Serang, Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa (Tatu-Pandji) mendapatkan nomor urut 1 dan Nasrul Ulum-Eki Baihaki (Nasrul-Eki) nomor urut 2.

NASIONAL | 24 September 2020

Seluruh Korban Banjir Bandang Sukabumi Sudah Ditemukan

Korban terakhir, atas nama Jajo, 25 tahun ditemukan dalam radius 15 kilometer dari lokasi kejadian banjir bandang.

NASIONAL | 24 September 2020

Barcelona Konfirmasi Suarez Pindah ke Atletico Madrid

Perpindahan ke Atletico Madrid mengakhiri enam tahun kebersamaan Suarez bersama Barcelona.

NASIONAL | 24 September 2020

Kasus Jiwasraya, Direktur Maxima Integra Dituntut Penjara Seumur Hidup

Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto dituntut hukuman seumur hidup dan denda Rp 1 miliar dalam kasus korupsi Jiwasraya

NASIONAL | 24 September 2020

Skema Dana BOS Tahun Depan Diubah, Pakar: Kemdikbud Harus Punya Basis Data yang Baik

Jika tidak, maka formula yang dibuat itu bisa menjadi tidak efektif daya berlakunya.

NASIONAL | 24 September 2020

Sejumlah Pasal di UU ITE Jadi Sorotan

Beberapa pasal di UU ITE dianggap masih kontroversial.

NASIONAL | 24 September 2020

UU ITE Dianggap Bertolak Belakang dengan Kebebasan Berpendapat

Seseorang bisa dengan begitu mudahnya dipidanakan melalui UU ITE yang belum tentu memenuhi unsur-unsur pelanggaran pidana.

NASIONAL | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS