Sebagian Guru di 13 Provinsi Belum Terima Subsidi Kuota Internet
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Sebagian Guru di 13 Provinsi Belum Terima Subsidi Kuota Internet

Rabu, 30 September 2020 | 21:31 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk tahap pertama, penyaluran subsidi bantuan kuota internet dari pemerintah dijadwalkan pada 22-24 September 2020 dan 28-30 September 2020. Namun, ternyata belum semua siswa dan guru menerima bantuan tersebut.

Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa sebagian guru di 13 provinsi belum mendapatkan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

“Laporan yang kami terima dari guru-guru P2G di sekolah-sekolah negeri dan swasta mulai SD hingga SMA/SMK, guru khawatir tidak dapat bantuan kuota internet sebagaimana janji Mas Mendikbud. Padahal pengeluaran kuota guru dan orang tua siswa selama ini sangat besar," kata Satriwan dalam siaran pers yang diterima Suara Pembaruan, Rabu (30/9) malam.

13 provinsi tersebut di antaranya adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur. Bahkan, Satriwan menuturkan, dirinya sebagai guru SMA swasta di Jakarta juga belum mendapatkan bantuan kuota internet.

Menurut dia, belum masuknya kuota internet ke gawai guru dan siswa mungkin disebabkan pendaftaran verifikasi validasi (verval) yang baru berakhir 25 September. Dia sendiri baru ikut verval pada 24 September lalu.

Ia melanjutkan, guru-guru sebenarnya berharap kuota internet ini lebih proporsional pembagiannya.

“Sebaiknya untuk bulan kedua, alokasi kuota umum diperbanyak kapasitasnya. Sebab guru-guru banyak yang menggunakan media seperti Youtube untuk mengajar. Seperti yang disampaikan oleh Parulian guru sebuah SMP Negeri anggota P2G Bangka Belitung di Kabupaten Belitung. Sekolah SD dan SMP sudah masuk aktif kembali dengan 2 shift masuk. Siswa lebih banyak berinteraksi di sekolah dengan guru kemudian dilanjutkan via Whatsapp dan belajar mandiri via Youtube,” paparnya.

Sementara laporan dari Blitar, Jawa Timur menyebutkan kuota yang diberikan sebenarnya akan banyak mubazir sebab guru mengajar dengan metode home visit karena melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) luar jaringan.

“Ini laporan diterima dari anggota P2G yang merupakan guru SMP. Dia mengatakan siswa banyak yang tidak mengetahui apakah nomornya dapat subsidi kuota atau tidak. Pasalnya, informasi adanya subsidi kuota internet kepada siswa dan orang tua belum optimal dilakukan oleh sekolah dan dinas pendidikan,” tambahnya.

Satriwan melanjutkan, guru-guru berharap bantuan kuota ini betul-betul fungsional sesuai kebutuhan guru dan masa pemakaiannya jangan dibatasi per bulan lalu hangus. Dalam hal ini, Satriwan meminta agar Kemdikbud memberlakukan format akumulasi perbulan atas sisa kuota.

Artinya, kuota yang masih tersisa dapat dipergunakan untuk bulan berikutnya sampai 4 bulan selama masa program berlangsung.

Di sisi lain, menurut Satriwan, Kemdikbud tetap harus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memantau efektivitas dan kebermanfaatan bantuan kuota dalam menunjang PJJ khususnya yang daring.

“Di samping itu, Kemdikbud dan Pemda jangan abai terhadap hambatan guru dan siswa dengan metode PJJ luring yang hingga kini masih sangat minim bantuan dan intervensi,” ujarnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gembong Narkoba Kabur, Polisi Dalami Keterlibatan Petugas Lapas

Tim gabungan menyelidiki mengapa tersangka bisa kabur serta mendalami kemungkinan keterlibatan petugas lapas.

NASIONAL | 30 September 2020

Ganjar: Ponpes Butuh Protokol Khusus Cegah Penularan Covid-19

Menurut Ganjar dibutuhkan kerja sama antara ulama, pengelola Ponpes dengan pemerintah dalam menangani penularan Covid-19 di Pesantren.

NASIONAL | 30 September 2020

Polisi Dalami Laporan Sipir Tertidur Saat Napi Kabur

Kepolisian mendalami laporan mengenai sipir Lapas Klas I Tangerang yang tertidur saat napi Cai Changpan melarikan diri.

NASIONAL | 30 September 2020

Sinovac-Bio Farma Mulai Lakukan Transfer Teknologi Vaksin Covid-19

Sinovac bersama Bio Farma telah mulai menjalankan transfer teknologi pembuatan vaksin Covid-19.

NASIONAL | 30 September 2020

2021, Tol Gilimanuk-Mengwi Mulai Konstruksi

Tol Gilimanuk-Mengwi diharapkan dapat mulai beroperasi pada akhir tahun 2022.

NASIONAL | 30 September 2020

Dirjen Protokol dan Konsuler Kemlu Bersama Dirjen Imigrasi Jalin Kerja Sama Penanganan WNA

Dengan adanya perjanjian kerja sama ini akan memudahkan Kemlu untuk memantau pergerakan warga negara asing di Indonesia.

NASIONAL | 30 September 2020

Jaksa Agung Terima Kunjungan Mensos

Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima kunjungan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara beserta rombongan dari Kementerian Sosial (Kemsos).

NASIONAL | 30 September 2020

Bobby Nasution Mulai Terusik

Calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution yang selama ini berusaha tenang, mulai menyerang balik rivalnya Akhyar Nasution.

NASIONAL | 30 September 2020

Lawan Radikalisme, Pemuka Agama Diminta Bina Terpidana Terorisme

Romli mengatakan, pembinaan menjadi penting sebagai upaya melawan dan mencegah penyebaran paham radikalisme yang berujung pada aksi terorisme.

NASIONAL | 30 September 2020

Aktivis Perempuan Harap 14 Persen Masyarakat yang Percaya Kebangkitan PKI Tidak Bertambah

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan periode 2010-2014 Yuniyanti Chuzaifah merasa senang dengan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

NASIONAL | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS