Curhat Guru dan Orang Tua Siswa: Kami Masih Nantikan Subsidi Kuota Internet
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-5.02)   |   COMPOSITE 5783.33 (-34.9)   |   DBX 1064.04 (3.68)   |   I-GRADE 168.858 (-2.05)   |   IDX30 499.932 (-6.56)   |   IDX80 131.904 (-1.36)   |   IDXBUMN20 373.781 (-4.99)   |   IDXG30 136.463 (-1.34)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-4.33)   |   IDXQ30 146.101 (-1.65)   |   IDXSMC-COM 248.411 (0.53)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-0.33)   |   IDXV30 127.988 (-0.8)   |   INFOBANK15 983.467 (-7.16)   |   Investor33 429.105 (-4.78)   |   ISSI 169.797 (-1.13)   |   JII 620.069 (-8.87)   |   JII70 213.196 (-2.12)   |   KOMPAS100 1177.3 (-10.4)   |   LQ45 920.112 (-10.33)   |   MBX 1606.46 (-11.91)   |   MNC36 321.125 (-3.81)   |   PEFINDO25 316.867 (0.32)   |   SMInfra18 295.49 (-3.95)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-4.18)   |  

Curhat Guru dan Orang Tua Siswa: Kami Masih Nantikan Subsidi Kuota Internet

Kamis, 29 Oktober 2020 | 22:26 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah mengucurkan bantuan subsidi kuota internet tahap dua pada Oktober untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen. Kuota itu diharapkan dapat membantu proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilaksanakan selama pandemi.

Namun, di berbagai daerah, rupanya masih banyak yang belum mendapatkan subsidi sejak tahap satu diluncurkan pada September lalu. Padahal mereka sudah taat melaksanakan prosedur pendaftaran dan pendataan identitas beserta nomor telepon. Salah satunya adalah para guru di SMK Negeri 4 Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurut Syainal, guru PPKn di SMKN 4 Berau, sejak mendapat informasi tentang adanya subsidi bantuan kuota internet, sekolahnya langsung tancap gas melengkapi segala persyaratan. Di antaranya, menandatangani surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) serta mengirimkannya kepada data pokok pendidikan (Dapodik) Kemdikbud. Sayangnya, hingga saat ini, kuota yang dinantikan belum juga diterima.

“Sampai sekarang di bulan kedua ini, belum ada yang mendapat bantuan kuota dari Kemdikbud,” kata Syainal kepada Suara Pembaruan, Kamis (29/10/2020).

Ia menuturkan, bantuan kuota ini sangat dinantikan untuk mendukung proses PJJ. Sebab, siswa dan guru membutuhkan subsidi bantuan internet untuk mengakses sumber belajar lain di internet. Apalagi untuk siswa SMK, mereka membutuhkan panduan dari berbagai sumber.

Syainal menuturkan, siswa dan orang tua selalu menanyakan kepada sekolah tentang kapan bantuan kuota tersebut didistribusikan. Pasalnya, sekolah lain yang mengisi data bersamaan sudah mendapatkan bantuan tersebut.

Menurut Syainal, apabila ada data dari sekolah pada Dapodik Kemdikbud kurang lengkap, seharusnya Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemdikbud memberi informasi dan tidak membiarkan sekolah menunggu dalam ketidakpastian seperti saat ini. Pasalnya, sekolah harus memberi jawaban kepada siswa dan orang tua.

“Anak-anak selalu menanyakan bantuan tersebut setiap kali datang ke sekolah mengambil tugas dan modul. Sebab, untuk mengakses internet demi mengerjakan tugas-tugas sekolah mereka membutuhkan data. Banyak sarana penunjang seperti buku-buku yang masih sangat terbatas di sini, jadi mereka membutuhkan akses internet,” kata Syainal.

Selain siswa, guru juga sangat membutuhkan bantuan internet. Pasalnya, guru dituntut untuk menyederhanakan materi pembelajaran yang tentunya membutuhkan referensi.

“Guru membutuhkan referensi yang banyak, jadi kita memang sangat membutuhkan kuota untuk mengakses internet,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, saat ini guru dan siswa semakin khawatir sekolah mereka tidak mendapatkan bantuan. Pasalnya, skema subsidi internet yang disepakati hanya sampai tahap empat atau Desember 2020. Sementara saat ini, pendistribusian subsidi internet telah memasuki tahap dua atau distribusi Oktober yang dijadwalkan pada 22-24 Oktober 2020 dan 28-30 Oktober 2020.

Kendati demikian, Syainal berharap Kemdikbud melakukan akumulasi kuota yang menjadi hak siswa dan guru. Selain itu, ia juga menyarankan agar Kemdikbud memperbaiki skema komunikasi dengan sekolah. Pasalnya, hingga saat ini sekolah sulit berkomunikasi dengan Kemdikbud.

Bahkan, pertanyaan yang diajukan pihak sekolah tidak pernah direspons oleh Kemdikbud. Padahal, sekolah mempunyai tanggung jawab untuk menjelaskan kepada orang tua dan siswa terkait bantuan kuota tersebut.

Konfirmasi
Hal serupa juga dialami oleh Lili, orang tua siswa di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia mengaku kedua anaknya yang duduk di bangku SD dan SMP belum mendapat bantuan subsidi kuota internet dari pemerintah. Padahal, pendataan untuk putrinya yang duduk di bangku SMP sudah dilakukan sejak September lalu.

Lili menuturkan, bantuan kuota ini sangat dinantikan orang tua, karena siswa harus melakukan PJJ daring setiap hari. “Saya pernah konfirmasi ke guru, katanya belum dapat semua, termasuk guru,” ucap Lili kepada Suara Pembaruan.

Untuk itu, Lili berharap agar provider telekomunikasi segera mendistribusikan kuota yang menjadi hak anak-anaknya. Pasalnya, bagi orang tua yang memiliki anak lebih dari satu, subsidi bantuan kuota ini sangat membantu.

Keluhan senada juga disampaikan oleh Anna, orang tua siswa di salah satu SMP Swasta di Cengkareng, Jakarta Barat. Anna menuturkan, hingga saat ini anaknya belum menerima bantuan kuota dari Kemdikbud. Ia juga mengatakan, tidak mendapat informasi dari sekolah terkait adanya bantuan kuota.

“Anak saya hingga saat ini belum dapat. Sekolah juga tidak memberi informasi. Padahal semua penugasan membutuhkan kuota,” ucapnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi: Teladani Rasulullah untuk Tolong-menolong di Kala Sulit

Semangat kepedulian terhadap sesama sebagaimana dicontohkan dan diperintahkan Nabi harus menjadi semangat kita sebagai bangsa di masa pandemi seperti sekarang.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jambi Meningkat

Meningkatnya angka kesembuhan pasien Covid-19 membuat tidak ada lagi zona merah di Jambi.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Satgas: Penanganan Covid-19 Indonesia Lebih Baik Dibanding Rata-rata Dunia

Hingga Kamis (29/10/2020) umlah kasus aktif sebanyak 60.569 atau 14,9% sementara rata-rata dunia 24,23%.

NASIONAL | 26 Februari 2020

Simpan Sabu di Dalam Roti, Dua Kurir Asal Batam Ditangkap

Dari hasil interogasi awal rencananya barang bukti narkotika jenis sabu tersebut akan diedarkan di Kota Jayapura.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Permohonan Paslon Ilyas Panji-Endang Dikabulkan, Karangan Bunga Apresiasi Terlihat di Gedung MA

MA membatalkan keputusan KPU Kabupaten Ogan Ilir yang mendiskualifikasi paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak dari kepesertaan Pilkada 2020.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

8 Kota Ikut Program Langit Biru Pertamina

Saat ini pemerintah seharusnya sudah meniadakan penjualan BBM oktan rendah di Jabodetabek.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Keputusan KPU Ogan Ilir Dianulir, AMPD Sebut Putusan MA Adil

Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) menilai putusan MA memberikan kepastian hukum dengan mengabulkan permohonan paslon Ilyas Panji Alam-Endang Ishak

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Satgas Covid: 54 Daerah Tidak Bergerak dari Zona Oranye Selama 10 Minggu

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada 54 kabupaten/kota yang tidak bergerak dari zona oranye atau risiko sedang dalam 10 minggu terakhir.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Buka Rakernas, Wapres Minta Muslimat NU Kembangkan UMKM

Wapres meminta agar Muslimat NU untuk mendukung program pemerintah mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Peringatan Sumpah Pemuda, Peradi Pergerakan Terbentuk

Bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda, Organisasi Advokat Persaudaraan Penasihat Hukum Indonesia yang selanjutnya disebut Peradi Pergerakan terbentuk

NASIONAL | 29 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS