Polemik Suppercoppa Italiana

Laga Milan vs Juventus di Arab Saudi Dinilai Kontroversial

Laga Milan vs Juventus di Arab Saudi Dinilai Kontroversial
Milan vs Juventus ( Foto: Juventus )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 16 Januari 2019 | 10:00 WIB

Jeddah - Menjelang pertandingan Supercoppa Italiana (Piala Super Italia) antara AC Milan dan Juventus yang dijadwalkan akan diadakan di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (17/1) dinihari WIB, polemik dan kontroversi masih menyertai pertandingan tersebut di luar lapangan.

Baca Juga: Peluang Ronaldo Rebut Trofi Pertama Bersama Juve

Salah satu kontroversi yang mencuat soal lokasi pertandingan. Maklum saja, Arab Saudi sebagai negara penyelenggara masih dilingkupi masalah hak asasi manusia (HAM) terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Sebelum mencuatnya kasus pembunuhan mengerikan terhadap Jamal Khashoggi, Arab Saudi dikenal sebagai negara memiliki banyak catatan buruk soal pelanggaran HAM. Bahkan, lembaga Amnesty International mensinyalir laga Supercoppa 2019 dimanfaatkan oleh Arab Saudi untuk 'memoles citra' terhadap pemerintahnya.

Baca Juga: Sidang Kasus Khashoggi, PBB Pertanyakan Objektivitas Saudi

Selain itu, masalah pembajakan melalui streaming ilegal juga menjadi perhatian banyak pihak. Pasalnya, Arab Saudi dikenal sebagai salah satu sumber streaming ilegal.

Pihak beIN Media Group sebagai induk beIN Sports, yang merupakan pemegang hak eksklusif siaran beberapa acara olahraga di Timur Tengah, telah mengirimkan pernyataan resmi kepada CEO Serie A, Luigi de Siervo, yang menyatakan kekecewaan mengenai penyelenggaraan pertandingan Supercoppa di Arab Saudi.

Selain itu, beIN Media Group meminta de Siervo untuk menjadi bagian dari komunitas olahraga internasional yang berjuang melawan pembajakan yang dilakukan saluran streaming ilegal, beoutQ, yang diduga didukung oleh Arab Saudi.

Dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (16/1), CEO BeIN Media Group, Yousef Al-Obaidly, menegaskan, dengan melanjutkan pertandingan di Jeddah, Serie A tidak hanya mendukung pelanggaran harian yang menyolok terhadap norma-norma internasional dan aturan hukum.

Pihak Serie A juga dinilai gagal dalam menegakkan tugasnya kepada klub anggota dan komunitas olahraga yang lebih luas, termasuk liga internasional utama lainnya, dimana hak kekayaan intelektual dan aliran pendapatannya terancam oleh tindakan streaming ilegal yang dilakukan beoutQ.

Sejak Agustus 2017, beoutQ diketahui telah mengambil secara ilegal hak siaran dari beberapa pertandingan olahraga dan pemegang hak siar paling terkenal di dunia, dengan melakukan pembajakan siaran mulai dari Olimpiade, Formula 1, Wimbledon, hingga Liga Champions, Liga Premier Inggris dan La Liga Spanyol.

Selain itu, setiap pertandingan putaran final Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia, juga disiarkan lewat streaming secara ilegal di Arab Saudi oleh beoutQ, sehingga menjadikan pertandingan tersebut menjadi salah satu acara olahraga yang paling sering dibajak dalam sejarah.



Sumber: BeritaSatu.com